
Berdiri sambil melihat ke arah Ouraya, Arthur memiringkan kepalanya.
“Belut? Sidat? Atau apa?”
Ucapan Arthur membuat suasana serius tiba-tiba rusak. Reyna menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi linglung. Sementara itu, Ouraya yang sebelumnya tampak ganas juga langsung tertegun.
Melihat ke arah pemuda di depannya, makhluk itu langsung meraung marah. Dia kemudian menunjuk ke arah Arthur sambil meneriakinya.
“Jangan sombong, Anak Muda! Hanya karena penampilanmu terlihat baik, jangan kira kamu bisa berpura-pura menjadi ksatria yang menyelamatkan putri cantik!”
Melihat ekspresi emosional di wajah mengerikan Ouraya, Arthur merasa aneh. Pemuda itu kemudian menjelaskan dengan santai.
“Apakah kamu tidak mendengar apa yang aku katakan sebelumnya, Siluman Belut?
Aku datang dan menyelamatkannya karena pekerjaan. Jangan suka mengarahkan segala sesuatu ke arah emosional. Dia memperkerjakan aku, jadi aku membantunya. Sesederhana itu.
Pahlawan menyelamatkan kecantikan? Hal semacam itu sama sekali tidak terlintas dalam benakku.”
“...”
Perkataan Arthur membuat Ouraya tertegun. Sementara itu, Reyna yang awalnya merasakan manis di hatinya dan agak malu langsung merubah ekspresinya. Dia tidak menyangka kalau kepribadian pemuda itu lebih bau daripada yang pernah didengarnya.
“Selain itu, kenapa kamu selalu marah jika membahas perasaan? Ya. Mungkin karena kamu tidak memiliki pengalaman? Sulit mendapatkan pasangan?”
BANG!
Cakar Ouraya menabrak tempat Arthur berdiri. Sementara itu, pemuda itu berhasil menghindari serangan lawan.
Mendarat di atas cabang pohon, Arthur memiringkan kepalanya.
“Marah?”
“Manusia terkutuk! Kalian semua, laki-laki memang sama saja! Busuk! Hanya melihat penampilan! Berpikiran kotor!”
“...”
Arthur tercengang. Dia tidak menyangka kalau makhluk itu benar-benar mengeluh seperti para gadis yang merasa paling tersakiti di dunia. Merasa agak marah, pemuda itu berkata.
“Cobalah bercermin, Bodoh!
Ah! Maksudku bukan penampilanmu. Perempuan selalu mengeluh karena laki-laki selalu melihat gadis cantik dengan tubuh bagus, atau hal-hal semacamnya.
Bukankah perempuan juga hanya memikirkan laki-laki tampan dan kaya? Harus bisa melakukan apa-apa dan bergelimang harta? Kentut!
Setiap orang seharusnya bisa saling bercermin. Jika tidak merasa cantik, maka berbaiki apa yang bisa diperbaiki. Memiliki sikap baik, lembut, dan bisa melakukan pekerjaan rumah. Pasti ada yang mau denganmu. Jangan terlalu menuntut seseorang karena kamu kalian juga tidak sempurna.
Laki-laki pun sama. Bercermin saja! Ingin pasangan gadis cantik, berkepribadian baik, dan bisa melakukan apa saja ... jenis nyaris sempurna? Ini dunia, Bung! Bukan kayangan atau tempat para bidadari berada lainnya.
Lagipula, dengan penampilan, pekerjaan, dan apa yang kamu miliki ... kenapa kamu harus menuntut? Terima saja perempuan baik yang mau denganmu.
__ADS_1
Saling bersyukur, saling menerima. Setiap individu memiliki kekurangan dan kelebihan. Bukankah sesederhana itu?”
“...”
Mendengar ucapan Arthur, semuanya terdiam. Mereka tidak menyangka kalau pemuda itu benar-benar memarahi mereka semua.
“Aku benar-benar tidak tahu kenapa orang-orang suka mengejar konsep pasangan sempurna tanpa melihat keterbatasan pada dirinya.”
Mengatakan itu, Arthur menggelengkan kepala sambil menghela napas panjang.
Ouraya menatap Arthur dengan ekspresi linglung. Setelah beberapa saat, dia bertanya.
“Maksudmu. Bahkan dengan penampilanku? Ada yang mau mengerti diriku dan menjadi pasanganku?”
Melihat Ouraya yang penuh harap, Arthur langsung menyiram air dingin pada api harapan yang muncul.
“Siapa bilang begitu? Tentu saja tidak.
Aku tidak peduli dengan penampilanmu, tetapi perbuatanmu itu buruk! Terlalu busuk!
Hanya karena penampilan, kamu mengambil gadis-gadis desa yang cantik. Memakan mereka karena kesal. Kepribadian itu menjijikkan.
Jika hanya ingin kekuatan, kamu hanya perlu memilih para remaja terbaik setiap tahun. Kenapa yang paling cantik? Kepribadianmu telah terdistorsi.
Selain itu, bahkan jika kamu ingin berubah, kamu tidak bisa. Aku dibayar untuk menghabisimu, dan kamu tidak akan selamat. Aku sama sekali tidak akan merubah tujuan hanya karena penyesalanmu itu. Lagipula, setelah sampai di titik ini ...
Terlambat untuk menyesal, Manusia Belut!”
Cabang tempat Arthur berdiri langsung dihancurkan oleh cambukan ekor. Ouraya menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi ganas. Penuh dengan kebencian.
Melihat wajah tampan Arthur, Ouraya langsung berteriak.
“Jangan kira hanya karena kita memiliki level yang sama, kamu bisa mengalahkanku, Anak Muda!
Aku akan mengalahkanmu, memotong kedua kaki dan tanganmu! Kamu benar-benar tampan dan pantas menjadi pasanganku. Tidak peduli apakah kamu memiliki tangan dan kaki atau tidak ... aku akan tetap menerimamu.
Membuatmu penuh dengan cintaku!”
Dengan ekspresi gila di wajahnya, Ouraya bergegas menuju ke arah Arthur. Tangan kanan makhluk itu langsung membengkak. Petir menari-nari di tangannya. Langsung mencakar Arthur dengan segenap kekuatannya.
Sebagai tanggapan, Arthur langsung menebas dengan keras. Tebasan api hitam melesat lalu menabrak Ouraya dengan keras. Saat itu juga, suara tak acuh pemuda itu terdengar.
“Maaf, aku menolak. Cinta hanya akan menghambat perjalananku.”
BANG!
Ledakan keras terdengar. Reyna menatap ke arah Arthur dengan ekspresi tidak percaya. Tampaknya tidak menyangka kalau pemuda itu telah menembus level gold hanya dengan 100 hari latihan.
Hal semacam itu bahkan tidak ada dalam sejarah Sekte Pilar Surgawi!
__ADS_1
Keluar dari asap tebal akibat ledakan, Ouraya muncul di depan Arthur lalu memukulnya dengan keras. Pemuda itu menghindar ke samping. Namun, saat itu ekor besar yang dialiri listrik langsung menabraknya.
BANG!
Arthur langsung terhempas belasan meter dan menabrak pohon dengan keras.
Pada saat itu, Ouraya membuat tawa keras. Tampaknya sangat senang bisa melukai Arthur. Dia merasa kalau tujuannya semakin dekat. Merasa tidak sabar, langsung melesat ke arah pemuda itu untuk memotong kedua tangan dan kakinya.
Saat itu juga, Arthur yang baru saja mendarat langsung mengganti kuda-kuda. Melihat Ouraya mendekat, ekspresinya berubah menjadi dingin.
“Black Imoogi Style, bentuk ke tujuh ...”
Melihat makhluk itu sampai beberapa meter di depannya, pemuda itu menebas secara horizontal.
“Putaran Sang Ular.”
Garis hitam 360 derajat muncul di sekitar Arthur, disusul kemunculan ular hitam dengan tanduk yang seluruh tubuhnya terbuat dari api hitam.
Makhluk itu langsung melintas dengan kecepatan penuh, memotong Ouraya dan juga pepohonan di sekitarnya.
Beberapa detik kemudian, beberapa pohon tumbang, jatuh ke tanah dengan keras. Saat itu juga, tubuh Ouraya dipotong rapi menjadi dua tepat di bawah pinggangnya. Memisahkan tubuh humanoid dan bagian mirip ular.
Bagian tubuh Ouraya yang masih sadar mencoba menjangkau Arthur. Namun pemuda itu langsung menanggapinya dengan tebasan kejam, memotong kedua tangannya.
Jatuh tepat di depan Arthur, makhluk itu melolong marah dan kecewa.
“KENAPA?!”
“Kamu terlambat bertanya. Seharusnya kamu menanyakan pertanyaan itu sebelum mulai membunuh orang-orang hanya karena kesal.
Kamu membunuh banyak orang, dan aku membunuhmu karena alasan tersebut. Sesederhana itu.”
Setelah mengatakan itu, Arthur langsung memenggal leher makhluk itu.
Arthur berdiri dengan tenang. Sama sekali tidak merasa kasihan kepada makhluk yang dibunuh olehnya. Setelah napasnya mulai stabil dan tidak lagi terlalu lelah, dia mulai menyimpan seluruh tubuh Ouraya.
Arthur berpikir apakah bagian tubuh makhluk itu bisa dimakan atau tidak. Sedangkan bagian atas yang mirip manusia tetapi lebih mengerikan, tentu saja dia akan memberikannya kepada Gluttony. Biarkan makhluk itu naik level dan menjadi lebih berguna. Setidaknya bisa menjadi pisau daging untuk memotong bagian-bagian tubuh beast tingkat tinggi.
Setelah menyelesaikan semuanya, Arthur langsung pergi menemui Reyna.
Melihat gadis yang masih duduk di tanah kelelahan bahkan setelah meminum pil, Arthur tersenyum. Dia mendekat, lalu berjongkok di depan Reyna.
“Biarkan aku menggendongmu.”
Mendengar itu, Reyna tampak linglung. Setelah beberapa saat, dia akhirnya setuju.
Arthur menggendong Reyna di punggung lalu berjalan menuju ke rumah Murasaki dan adik-adiknya. Melirik ke arah gadis yang tertidur di punggungnya karena kelelahan, pemuda itu pun bergumam.
“Kerja bagus, Reyna.”
__ADS_1
>> Bersambung.