
Dua puluh tiga hari kembali berlalu seperti air mengalir.
Di atas sungai yang membeku, tampak seorang pemuda dengan pakaian serba hitam berpola awan ungu. Terlihat pedang dengan sarung hitam dengan ukiran naga timur dan awan menggantung pada sisi kiri pinggangnya. Dia duduk di kursi kayu kecil sambil memegang pancing berwarna ungu.
Di depannya, tampak sebuah lubang pada permukaan es yang menampakkan air mengalir di bawahnya.
Di sebelahnya, tampak keranjang anyaman bambu yang tidak terlalu besar. Ada tiga ikan yang terlihat seperti karper rumput. Namun warnanya perak lebih kebiruan.
Karper perak musim dingin.
Itu adalah salah satu binatang yang hanya muncul pada musim dingin di dunia ini. Karena terkenal akan rasanya yang lezat, pemuda tersebut berpikir untuk menangkap beberapa.
Ya. Dia adalah Arthur.
Apa yang dia pakai sekarang adalah pakaian murid inti Sekte Pilar Surgawi. Selain pakaian putih yang dipakai oleh para pilar dan tetua, para murid memiliki tiga pakaian berbeda.
Murid pintu luar memiliki seragam abu-abu dengan pola awan putih. Murid pintu dalam memiliki seragam abu-abu dengan pola awan biru. Sedangkan murid inti memiliki seragam hitam dengan pola awan ungu.
Seragam baik dari pakaian, sepatu, bahkan pedang diberikan kepadanya oleh sekte. Arthur sendiri hanya menerima dengan santai. Karena nyaman dikenakan bahkan ketika di musim dingin, dia sama sekali tidak keberatan memakainya.
"Sudah aku duga kamu ada di sini, Bocah!"
Mendengar perkataan itu, Arthur yang sebelumnya mengantuk ketika memancing tiba-tiba tersadar. Dia langsung menarik kembali pancingnya. Pemuda itu langsung mengambil keranjang bambu lalu melarikan diri.
"Bahkan jika kamu menembus tingkat silver, kamu tidak akan bisa melarikan diri, Bocah!"
Dalam dunia bela diri ini, ada lima tingkatan yang diketahui yaitu bronze, silver, gold, platinum, dan diamond. Setiap tingkatan dibagi lagi dari bintang satu sampai sembilan. Bintang 1 sampai 3 tingkat rendah, bintang 4 sampai 6 tingkat menengah, dan bintang 7 sampai 9 adalah tingkat tinggi.
Di dunia ini, hanya orang yang berusia 17 tahun yang bisa memulai berkultivasi energi qi. Pada masa kecil sampai remaja, mereka akan dilatih teknik bela diri dasar untuk membangun tubuh terlebih dahulu. Juga, proses kultivasi sangat lama dan membosankan.
Hanya saja, hal tersebut tidak berlaku bagi para transmigrator.
Terdapat teori dimana mereka bisa memurnikan qi lebih baik daripada jenius di dunia ini karena mereka telah melintasi dunia. Melewati ruang dan waktu membuat tubuh mereka lebih spesial daripada manusia pada umumnya.
Biasanya setelah satu tahun, orang-orang baru menyelesaikan tingkat bronze dan naik ke tingkat silver. Untuk naik ke tingkat silver ke gold, perlu tiga sampai lima tahun tergantung bakat. Untuk naik ke tingkat platinum, butuh waktu lima sampai sepuluh tahun sesuai dengan bakat. Mungkin bisa terhenti karena bakat kurang.
Sedangkan pada saat transmigrator bergabung ke dunia ini. Pada 100 hari pertama, kecepatan kultivasi mereka meningkat sangat banyak. Rasanya mendapatkan buff curang. Itulah kenapa orang-orang menghormati mereka sebagai pahlawan.
Menurut catatan, untuk menyelesaikan bintang 1, 2, dan 3 bronze hanya butuh tiga hari per tahap. Bintang 4, 5, dan 6 bronze butuh lima hari per tahap. Bintang 7, 8, dan 9 butuh tujuh hari per tahap.
Dengan demikian, hanya perlu 45 hari untuk mencapai tingkat silver. Sangat jauh dari orang-orang di dunia ini.
Sedangkan untuk menyelesaikan bintang 1, 2, dan 3 silver memerlukan waktu sepuluh hari per tahap. Bintang 4, 5, dan 6 silver perlu lima belas hari per tahap.
Hanya saja, karena peningkatan berlebihan selesai setelah seratus hari. Kebanyakan dari transmigrator biasanya menyelesaikan tahap 4 silver. Mencapai tingkat 5 silver sebelum pergi keluar dari Sekte Pilar Surgawi untuk menjalankan misi mereka.
Bagi yang beruntung dan memiliki bakat cukup baik, ada juga yang bisa mencapai tingkat 6 atau 7 silver dalam waktu 100 hari.
__ADS_1
Akan tetapi, tidak pernah ada yang menyelesaikan tahap bronze dan masuk ke tingkat 1 silver dalam waktu satu bulan!
Melihat ke arah Arthur yang berlari seperti pencuri yang dikejar pemilik tambak, Shigekuni tanpa sadar mengangkat sudut bibirnya.
'Aku benar-benar tidak salah menilai bocah ini!'
Kebahagiaannya tiba-tiba sirna ketika mengingat kalau Arthur akan menjadi koki ketika keluar dari Sekte Pilar Surgawi. Melihat bocah yang menyia-nyiakan bakatnya, dia meraung marah.
"KEMBALI SEKARANG, BOCAH!"
Sosok Shigekuni langsung menyusul Arthur dengan kecepatan luar biasa.
Arthur yang sudah berlari dengan gesit langsung tercengang.
"BERI AKU WAKTU UNTUK BERSANTAI, PAK TUA! AKU BENCI KERJA PAKSA SEPERTI INI!"
"AKU TIDAK PEDULI APAKAH KAMU MEMBENCINYA ATAU TIDAK. YANG PASTI ...
AKU AKAN MENYERET KAMU KEMBALI! BERLATIH SELAGI ADA WAKTU ATAU KAMU AKAN MATI SETELAH PERGI DARI SINI!"
"TINGGALKAN AKU SENDIRI, PAK TUA!"
Arthur langsung bergegas lebih cepat. Dengan gerakan lincah, dia melompat dari cabang satu pohon ke cabang lainnya. Melesat melewati hutan dengan cepat.
"PERMAINANNYA CUKUP SAMPAI DI SINI!"
Ketika mendengar itu, Arthur menatap sosok Shigekuni yang muncul di depannya sambil menginjak pedang terbang dengan bangga.
Sudut bibir Arthur berkedut.
Melihat ekspresi tertekan di wajah pemuda itu, Shigekuni tertawa dengan bangga. Dia tampak begitu bahagia.
"HAHAHAHA! Masih terlalu dini untuk melarikan diri dari cengkeraman tangan lelaki tua ini, Bocah!"
"..."
Dengan demikian, pada akhirnya Arthur diseret kembali secara paksa.
...***...
Di Dojo Naga tempat para murid berada.
Sosok Shigekuni turun dari langit sambil mencubit belakang leher Arthur, membawanya seperti induk kucing yang memindahkan anaknya. Para murid menatap sejenak, tetapi kemudian mengabaikannya.
Mereka jelas mengetahui tindakan pemuda tersebut. Lagipula, mereka belum pernah melihat orang yang membuat monster tua itu marah sampai beberapa kali sehari. Jadi mereka langsung mengingat sosok pemuda itu.
"Tuan Shigekuni, pahlawan dari Pilar Tikus datang ke dojo kami untuk menemui Tuan Muda Arthur."
__ADS_1
Baru saja tiba, Shigekuni langsung dihampiri oleh Chojiro. Mendengar ucapan orang itu, dia melirik ke arah muridnya yang suka membuat masalah.
"Apa?! Jangan memfitnah aku, Pak Tua! Aku tidak membuat musuh di luar!
Jika bukan karena kamu mengurungku dan menyuruhku melakukan rutinitas yang sangat sulit seperti itu, aku pasti tidak akan keluar dari dojo."
"Setiap kali ada kesempatan kamu pasti keluar untuk mencari beberapa bahan. Orang-orang di lembah mengetahui itu!
Apakah kamu benar-benar berniat untuk mempermalukan gurumu?!"
"Tidak ada bahan yang aku inginkan di sini! Aku juga tidak bisa membeli karper perak musim dingin di toko. Itulah kenapa aku pergi menangkapnya sendiri."
Setelah terdiam beberapa saat, Shigekuni akhirnya menghela napas dan berkata.
"Kalau begitu suruh saja murid pintu luar melakukannya."
"Ide bagus, Pak Tua!"
"Kalau bukan orang yang mencari masalah, siapa pahlawan dari Pilar Tikus itu?"
"Temanku."
"Kalau begitu pergi."
Melihat Shigekuni yang menurunkan dirinya dan menyuruhnya pergi, Arthur tampak tidak percaya.
"Apa yang kamu tunggu?!" teriak Shigekuni.
"Baik~"
Arthur tertawa sebelum pergi menuju ke tempat Michael berada.
Sesampainya di ruang penerimaan tamu, Arthur melihat sosok Michael yang mengenakan seragam yang sama dengan dirinya. Perbedaannya, ada seekor tikus emas di pundaknya. Selain itu, ada juga pedang emas yang tampak mencolok di pinggangnya.
Melihat ke arah Arthur, Michael tampak bingung.
"Dimana senjata dan hewan peliharaan milikmu, Arthur?"
"..."
Arthur tertegun sejenak. Setelah beberapa saat, dia membuka mulutnya.
"Ah! Tampaknya aku telah melupakannya."
^^^>> Bersambung.^^^
---
__ADS_1
Bantu Author Kei dengan vote, like, dan komentar. Kalian juga bisa memberikan gift agar author lebih semangat.
Terima kasih!