Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Mencari Anak-anak Nakal


__ADS_3

Setelah beberapa waktu mengendarai pedang terbang, Arthur dan dua rekannya tiba di tujuan.


Tempat mereka menjalankan misi bukanlah kota besar atau semacamnya. Sebaliknya, mereka malah pergi ke sebuah desa kecil yang dekat dengan hutan.


Misi yang Arthur terima adalah misi pencarian dan pemusnahan. Mereka bertugas untuk menyelidiki hilangnya beberapa anak bangsawan yang datang ke tempat itu untuk melakukan olahraga berburu. Jika bisa, Arthur diminta untuk menyelamatkan, atau setidaknya membawa kembali mayat anak-anak bangsawan yang hilang.


Selain misi pencarian, mereka juga diminta untuk menemukan penyebab menghilangnya anak-anak bangsawan. Dari petunjuk berupa bekas cakar yang ditemukan di beberapa tempat dan semak rusak, diduga penyebabnya adalah jenis beast.


Informasi tersebut sudah tercatat dalam lembaran misi. Meski belum pasti 100% beast, dari petunjuknya saja, lebih dari 90% kemungkinan kalau musuhnya adalah jenis monster. Oleh karena itu, Arthur memilih untuk mengambil misi ini.


Meski tidak menyukai para bangsawan, tetapi pemuda itu menyukai uang mereka. Jadi selain melakukan perburuan, Arthur akan mencoba mencari apakah dia bisa menemukan tubuh anak-anak nakal itu atau tidak.


Pedang terbang turun di depan halaman luas rumah kepala desa. Banyak warga yang datang untuk menonton karena jarang melihat pemandangan seperti itu.


Pada saat Arthur, Jotaro, dan Lily turun ... kepala desa dan anggota keluarganya keluar rumah dengan tergesa-gesa untuk menyambut mereka. Arthur menyimpan pedang dengan tenang, setelah itu melihat kepala desa dan anggota keluarganya.


“Selamat datang di desa kami, Tuan dan Nona kultivator yang terhormat!”


Kepala desa dan keluarganya langsung menyambut kedatangan tiga orang itu dengan hormat.


“Judul itu terlalu panjang, panggil saja aku Arthur. Pria besar ini Joe, dan gadis ini bernama Lily.”


Arthur membalas santai untuk menyingkirkan formalitas yang tidak perlu. Melihat orang-orang itu, pemuda itu sudah tahu kalau mereka adalah jenis penjilat yang tidak dia sukai. Oleh karena itu, Arthur tidak ingin berbasa-basi di sini untuk meladeni penjilat munafik itu.


“Dimana anak-anak itu menghilang? Bagaimana dengan petunjuk yang kalian temukan?”


“Ah! Apakah anda tidak berniat untuk duduk dan minum dahulu, Tuan Arthur? Anda telah melakukan perjalanan panjang dan lelah, jadi-“


“Menyelamatkan sebuah nyawa lebih baik daripada membangun sebuah pagoda! Tunjukan kepadaku jalannya, ada anak-anak yang perlu diselamatkan.”


Arthur langsung menyela dengan nada asal. Dia benar-benar tidak tahan. Pemuda itu hanya ingin menemukan tubuh anak-anak nakal lalu menyuruh dua anggota kelompoknya berlatih melawan monster lalu membawa tubuh makhluk itu kepadanya. Sama sekali tidak berniat berlama-lama di tempat semacam ini.


“Pahlawan memang datang dari generasi muda. Seperti yang diharapkan dari anda, Tuan Arthur. Anda benar-benar lebih mementingkan nyawa banyak orang. Itu sangat mulia! Jadi biarkan putra saya mengantarkan anda menuju ke tempat dimana petunjuk ditemukan.”

__ADS_1


“...”


Arthur diam sejenak. Entah kenapa, sekarang dia ingin memukul seseorang. Pria tua itu terlalu banyak bicara dan membuatnya kesal. Arthur benar-benar ingin memberinya satu tamparan elegan sehingga pria itu pergi berkunjung ke alam baka.


Merasakan tatapan Arthur, akhirnya putra kepala desa segera memimpin ketiga orang itu dengan jujur menuju ke lokasi dimana bekas cakar dan juga semak-semak yang dihancurkan.


Sampai di sana, Arthur mengamati sekitar dengan ekspresi tertarik. Dia kemudian berkata.


“Kalian boleh kembali.”


“Baik, Tuan Arthur.”


Setelah melihat orang-orang pergi, Arthur segera memeriksa sekitar dengan cermat. Dia melihat bekas luka cakaran di pohon, ada lima cakar setiap serangan dan luka di pohon cukup panjang. Selain itu, semak yang berantakan juga membuatnya semakin tertarik.


“Ini benar-benar menarik. Jejak kakinya tidak begitu jelas, hanya ada beberapa bekas pijakan berantakan. Binatang macam apa ini?”


Arthur mengelus dagu, tampaknya cukup bersemangat untuk menemui makhluk yang akan masuk ke dalam daftar bahan langka dan spesial miliknya.


“Kita cari di sekitar sini terlebih dahulu. Joe, coba cari bekas tanda galian seperti ini. Meski samar dan tidak jelas, itu sama sekali tidak masalah.”


“Diam dan cari saja.”


“Baik.”


Mereka kemudian mulai mencari petujuk di sekitar. Berbeda dengan Jotaro yang tampak serius, Lily terus mengikuti Arthur sambil mengamati sekitar dengan ekspresi penasaran di wajahnya. Tampaknya cukup tertarik dengan hal-hal baru di sekitarnya. Lagipula, meski tinggal di desa terpencil, gadis itu biasanya hanya berada di desa, sungai, dan sawah. Tidak diperbolehkan masuk hutan oleh orang tuanya.


“Bos! Jejaknya bergerak ke arah sana.”


Mendengar seruan Jotaro, Arthur dan Lily mendekat. Setelah memperhatikan jejak samar yang ditunjukkan oleh Jotaro, mereka tahu kemana makhluk itu bergerak. Menuju ke hutan lebih dekat dengan sebuah bukit, mereka melihat area penuh dengan tanah hitam yang tampak gembur.


“Hutan memang luar biasa. Tanah seperti ini benar-benar cocok untuk menanam sayur atau buah.”


“Bos?”

__ADS_1


“Aku tahu! Aku tidak sedang melamun soal makanan.”


‘Aku hanya memikirkan kebunku yang kurang maksimal padahal ada tiga jenis kristal elemen langka di sana.’


Tampak Arthur dalam hati. Meski sudah subur, dia merasa kalau kebunnya masih kurang bagus. Sama sekali tidak bisa bersaing dengan taman langit dalam dongeng dari timur, atau jenis taman indah tersembunyi semacamnya.


‘Jalanku untuk menjadi koki sekaligus petani dan peternak super yang menghasilkan barang berkualitas tinggi masih panjang.’


“Bos?”


“Apa?” ucap Arthur dengan nada tidak sabar karena Jotaro menyela lamunannya.


“Tampaknya ada gua di sana.”


Melihat ke arah Jotaro menunjuk, Arthur melihat sebuah gua gelap di kejauhan. Ukurannya cukup lebar, sangat cocok bagi binatang buas untuk tinggal.


‘Beruang? Ular? Atau apa? Ya ... kuharap itu beruang.’


Pikir Arthur sambil membayangkan kaki beruang yang besar dan kenyal. Meski baunya merepotkan, tetapi daging beruang memang daging berkualitas tinggi. Pemuda itu hampir ngiler ketika membayangkannya.


“Mendekat perlahan.”


Arthur langsung berbicara dengan ekspresi serius. Mereka bertiga langsung berjalan mendekati gua perlahan-lahan. Ekspresi Arthur dan Jotaro langsung berubah menjadi lebih serius ketika melihat potongan pakaian bangsawan yang terselip di balik batu. Warga desa jelas tidak menemukannya karena benar-benar tidak mencolok.


Arthur mengeluarkan pedangnya. Dia kemudian memimpin dua rekannya masuk ke dalam gua untuk memeriksa. Mereka berjalan dengan hati-hati agar tidak mengganggung penghuni gua. Namun saat masuk, mereka menyadari betapa lembabnya gua tersebut. Saat itu, mereka melihat banyak kotoran kelelawar di lantai gua.


Pada saat itu juga, Arthur menyadari kalau ada sesuatu yang salah. Dia langsung berbalik dan berkata.


“Keluar dari tempat ini!”


Meski bingung, Jotaro dan Lily mengikuti Arthur keluar gua. Ekspresi bermasalah tampak di wajah pemuda itu. Memikirkan keanehan ketika jejak kaki menghilang di area ini, dia merasa bodoh karena terlambat menyadari kalau ini semua adalah jebakan.


Pada saat mereka keluar dari gua, ekspresi ketiga orang itu berubah karena ...

__ADS_1


Mereka benar-benar dikelilingi!


>> Bersambung.


__ADS_2