
Jika ditanya apakah Takahide menyesal, dia jelas akan berkata kalau dia sangat menyesal. Begitu menyesal sampai-sampai bisa memimpikan pengalaman buruk ini beberapa waktu ke depan.
Apabila mengetahuinya dengan baik, Takahide pasti tidak hanya tidak menyerahkan semuanya, tetapi memeras Arthur lebih banyak. Dia akan memberi anakan Cockatrice dan Black Orchid Chicken sebagai ganti mengajar putrinya selama satu tahun!
Hanya saja, nasi telah menjadi bubur. Meski menyesal, dia juga bukan orang yang menjilat kembali ludahnya. Pria itu hanya bisa menatap Arthur dengan ekspresi sakit hati. Bukan hanya merasa tertekan karena bakat pemuda itu, tetapi juga karena keberuntungannya.
“Jangan terlalu tertekan, Senior.”
Mengatakan itu, Arthur mengambil satu anakan Black Orchid Chicken lalu meletakkannya di tangan Takahide. Dengan ekspresi serius dan bermartabat di wajahnya, dia berkata.
“Aku akan mengembalikan yang satu ini kepadamu!”
“...”
Entah kenapa, Takahide merasakan ada sesuatu yang retak dan hancur dalam dirinya. Pria itu benar-benar merasa sangat tertekan.
Sementara itu, Arthur tersenyum ke arah enam anakan ayam itu. Di matanya, mereka semua adalah sumber uang. Bukan hanya uang, tetapi juga bahan makanan yang langka dan berharga.
“Segera tumbuh besar dan bertelur banyak, Ayam Kecil. Kalian harus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan kulkasku.”
Mendengar ucapan Arthur, keenam ayam yang baru menetas itu sama sekali tidak mengerti. Mereka hanya membuat suara kecil. Arthur tersenyum lembut ketika melihat mereka.
‘Sayang sekali tidak bisa makan daging ayam. Namun masalah telur di masa depan diselesaikan. Meski hanya telur, tetapi bahan itu masih sangat penting bagi makanan, bukan? Ya ... ini masih ok.’
Jika Takahide tahu apa yang dipikirkan oleh Arthur, dia pasti sudah marah. Para ayam itu jelas dia besarkan dengan sangat tulus seperti anaknya sendiri. Mereka semua menemaninya begitu lama, belasan tahun. Namun di mata pemuda itu, anak-anak imut itu tidak lebih dari telur dan daging pengisi kulkas!
“Omong-omong, apakah kamu memiliki pengetahuan tentang binatang semacam ini, Senior? Kalau bisa yang tidak begitu jauh dari kerajaan ini dan unggas. Ah! Maksudku, entah ayam, bebek, angsa, atau burung ... semua baik-baik saja!”
__ADS_1
Mendengar permintaan Arthur, Takahide menjadi suram. Dia sangat jelas kalau pemuda itu tidak akan menyerah begitu saja untuk mencapai impian anehnya.
“Hehehe~ Apakah kamu tertarik dengan keberadaan phoenix?” tanya Takahide dengan nada bercanda.
Alih-alih jengkel, mata Arthur malah berbinar. Dia menatap ke arah Takahide dengan ekspresi serius dan bertanya.
“Apakah kamu mengetahui keberadannya, Senior?”
Pertanyaan yang begitu tulus itu membuat Takahide benar-benar bingung harus merespon bagaimana. Dia sama sekali tidak menyangka pemuda itu menanggapi serius candaannya. Saat itu, dia tiba-tiba mempertanyakan sebuah pertanyaan dalam kepalanya.
‘Bocah ini ... tidak akan berniat untuk memanggang atau mengukus seekor phoenix, kan?’
Membayangkan burung phoenix yang direbus oleh pemuda itu, Takahide benar-benar merinding. Bagi banyak orang, keturunan phoenix yang tidak murni saja sudah dianggap sebagai peliharaan, rekan, bahkan keluarga seorang kultivator. Namun pemuda di depannya ... benar-benar memiliki pemikiran untuk menangkap dan memakan phoenix!
‘Bocah ini sudah gila!’
Bukan hanya untuk membalas kebaikan, tetapi untuk menjaga hubungan baik dengan tokoh kultivator hebat di masa depan. Namun pemuda itu jelas tidak normal. Jika dia menyebutkan keberadaan Purple Gale Falcon kepada Arthur, dirinya akan menjadi orang yang sangat berdosa.
“Jangan dianggap serius. Aku hanya bercanda!”
Setelah mengatakan itu, Takahide langsung mengingat keberadaan makhluk unik bernama Silver Duck. Termasuk sebagai makhluk ajaib, cukup kuat, dan sulit ditangkap. Selain itu, juga sulit untuk dibudidayakan. Dia sendiri pernah ingin mencoba untuk merawatnya, tetapi merasa enggan karena sifat unik makhluk itu.
Pejantan hanya bisa hidup paling lama lima tahun. Sedangakan betina lebih buruk. Mereka hanya hidup selama satu tahun. Mereka akan tumbuh dewasa dengan cepat, bertelur 3-5 buah. Beberapa hari setelah mengerami dan menetaskan telur, betina akan mati.
Meski tampaknya jumlah mereka bisa menjadi banyak, tetapi jumlah jantan dan betina yang menetas tidak menentu. Belum lagi, di alam, mereka musuh alami. Mereka juga diburu manusia untuk diperjual-belikan dengan harga cukup mahal. Khususnya bagi pejantan karena dagingnya lebih enak. Selain itu, mereka sangat bodoh, berbeda dengan cockatrice yang lebih pintar atau black orchid chicken yang setidaknya memiliki sedikit kecerdasan.
Takahide sama sekali tidak merasa menyebarkan berita itu salah! Sebaliknya, dia akan menyelamatkan berbagai makhluk yang lebih langka dari tangan foodie jahat di depannya ini!
__ADS_1
“Meski begitu, aku mengetahui makhluk yang bernama Silver Duck. Mereka ...”
Mendengar penjelasan Takahide, Arthur merasa kalau makhluk itu masih sulit dibudidayakan. Namun dibandingkan dengan makhluk-makhluk lebih aneh, itu memang ralatif mudah. Mendapatkan pasokan daging dengan menyembelih indukan yang selesai menetaskan telur ditambah sesekali memakan daging bebek pejantan yang terkenal lezat, Arthur menjilat bibirnya.
“Ya! Itu informasi yang sangat berguna, Senior! Terima kasih!”
“Ya. Sama-sama.”
Takahide merasa lega. Tampaknya dia bisa menjauhkan pemuda ini dari perburuan gila-gilaan. Hanya saja, pria itu masih merasa sakit hati harus kehilangan dua anakan cockatrice dan empat anakan black orchid chicken.
Keesokan harinya, Arthur yang membawa muatan penuh akhirnya pergi dari rumah Takahide. Langsung membuat rute menuju ke tempat putri orang itu berada!
***
Satu minggu kemudian, dalam ruangan sebuah kapal yang berlayar di sungai besar.
“Seperti yang diharapkan, ruang hidup sangat cocok untuk menumbuhkan tanaman ajaib.”
Keluar dari ruang hidup dan kembali ke kamarnya, Arthur merasa sangat puas. Apa yang didapatkan dari Takahide empat hari yang lalu telah ditanam di ‘kebun’ dan tumbuh dengan baik. Selain itu, dia juga singgah di kota sebentar untuk membuat kandang ayam rakitan yang cukup besar dan kokoh. Dengan membayar lebih, pekerjaan selesai dengan baik. Sekarang para ayam bisa tinggal dengan nyaman di kandang tanpa takut untuk merusak tanaman.
Termasuk dengan barang yang harus diberikan kepada Nanami, sekarang Arthur membawa lebih dari separuh kekayaan Takahide. Dia bisa saja melarikan diri, tetapi karena telah membuat janji, dia memilih untuk menepatinya. Pemuda itu bingung apakah Takahide begitu bodoh atau memang orang-orang di dunia ini mudah untuk percaya dengan orang lain. Namun yang pasti, dia tidak ingin ingkar setelah memberi janji.
Setelah berganti pakaian, Arthur memutuskan untuk pergi keluar dari kamar. Hanya saja, pada saat sampai di geladak kapal, dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang sangat tidak asing baginya. Bukan hanya tidak asing, tetapi akrab dengannya.
Ya ... Arthur benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan sahabatnya, Michael!
>> Bersambung.
__ADS_1