Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Murahan!


__ADS_3

“Apakah itu dianggap demonic beast atau iblis? Mungkin di antara keduanya?”


Joe bergumam dengan ekspresi bingung. Pada saat itu juga, suara Arthur terdengar.


“Siapa yang peduli dengan masalah sepele semacam itu! Makhluk itu tidak bisa dimakan, jadi anggap saja itu buruk!”


Mendengar ucapan Arthur, sudut bibir Joe berkedut. Setelah mengenal pemuda itu cukup lama, dia sama sekali tidak ingin mengikuti filosofinya. Jika tidak, Joe merasa dirinya akan gila karena pandangan tentang kehidupannya dirusak.


“Biarkan aku mencoba kekuatan demonic beast tingkat gold, Bos!”


Mengatakan itu, Joe langsung berlari ke depan. Tubuhnya langsung diselimuti aura kuning keemasan. Pada saat sosok burung kondor raksasa itu melesat ke bawah, pria itu melompat tinggi sambil mengayunkan lengannya dengan sekuat tenaga.


BRUAK!


Sosok Joe langsung terhempas, jatuh menghancurkan pohon dengan keras.


Kejadian itu sudah dalam dugaan Joe dan dua rekannya. Jelas, kekuatannya tidak bisa bersaing dengan makhluk tingkat gold. Namun, ketika melihat bekas luka yang tidak terlalu dalam di tubuh makhluk tersebut, pria itu menyeringai.


“Biarkan aku berlatih, Bos!” teriak Joe dengan ekspresi serius.


Arthur menatap ekspresi serius di wajah Joe. Setelah beberapa saat, dia menghela napas panjang.


“Jangan sampai terluka parah.”


“BOS!” teriak Joe dengan wajah penuh rasa syukur.


“Aku tidak ingin buang-buang uang dan bahan berharga karena masalah yang kamu buat. Selain itu, 1 jam ... tidak! Aku memberimu waktu 30 menit untuk bermain!”


“...”


Melihat Arthur yang begitu kikir, sudut bibir Joe berkedut. Mungkin karena terbiasa, akhirnya dia langsung mengabaikannya.


“Arthur, Arthur ... apakah Joe baik-baik saja?” tanya Lily dengan nada polos.


Joe yang sedang menangkis serangan demi serangan kondor raksasa terkejut dan merasa hangat ketika mendengar pertanyaan Lily.


“Joe pasti baik-baik saja. Lihat saja bentuknya? Tubuh besar seperti beruang, banyak makan dan banyak latihan. Jika mati karena pemukulan ringan seperti ini ... itu benar-benar rugi.”


“...”


Lily menatap ke arah Joe yang bertarung dengan kondor raksasa. Setelah beberapa saat, dia menoleh ke arah Arthur lalu bertanya.


“Arthur, Arthur ... jadi kita bisa lanjut memetik buah dan mengambil jamur?”


“...”


Arthur tercengang. Dia benar-benar tidak menyangka alasan kenapa Lily menanyakan itu ternyata karena ingin kembali memetik buah dan jamur. Padahal, pemuda itu pikir Lily mengkhawatirkan Joe atau semacamnya.

__ADS_1


‘Gadis ini agak kejam. Benar-benar mengabaikan rekannya yang kesusahan. Sudah kuduga, pasti ini pengaruh dari Divisi 9! Lebih baik lain kali hindari mereka! Ya ... kecuali memang ada perlu.’


Arthur diam-diam mengangguk. Memastikan diri kalau dia akan mencoba menjauhi orang-orang mencurigakan agar tidak merusak pikiran Lily yang begitu murni.


Jika Joe mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Arthur, dia pasti tersedak air liur sampai pingsan. Siapa yang mengajar, siapa yang disalahkan. Pria itu pasti akan membalas dengan lantang.


‘Bos! Dari seluruh kultivator di dunia ini, aku sangat yakin! Perihal tidak tahu malu ... kamu adalah yang terkuat!’


Hanya saja, Joe sendiri sudah disibukkan oleh kondor raksasa. Dia sama sekai tidak memiliki waktu untuk memikirkan kedua rekannya. Lagipula, dibandingkan dengan dua lainnya, pria itu lebih lemah.


“Kita tidak boleh sibuk sendiri. Lebih baik kita mundur dan mengawasi dari kejauhan. Pastikan kalau Joe benar-benar bisa bertahan.” Arthur berkata dengan nada serius.


Mendengar itu, Lily mengangguk. Mereka berdua pun mundur, mencari tempat yang tidak mengganggu pertarungan tetapi juga bisa melihat situasi dengan jelas.


Dengan demikian, setengah jam berlalu begitu saja.


Di cabang salah satu pohon, Arthur duduk sambil bersandar pada batang pohon. Lily duduk tidak jauh darinya.


“Arthur, Arthur ... bukankah sudah setengah jam?”


Lily berkata dengan nada datar sambil menarik pakaian Arthur.


Pemuda yang bersandar pada batang pohon itu membuka mata, lalu menggosok matanya. Meregangkan otot-otot tubuhnya, dia bergumam.


“Tidak. Aku sama sekali tidak ketiduran. Aku sedang bermeditasi, ok?”


Banyak pohon tumbang dan terpotong. Di sana, tampak kondor raksasa yang diselimuti angin ganas dan tajam di sekitar tubuhnya.


Di sisi lain, ada juga Joe yang pakaiannya tampak sangat berantakan. Tubuh pria itu penuh dengan luka. Dilapisis energi qi berwarna kuning keemasan, dia masih berdiri kokoh dan bertekad. Tampaknya tidak mudah ditumbangkan.


Melihat pemandangan buram di kejauhan, Arthur memijat pelipisnya untuk menghilangkan pening dan kantuk. Saat itu juga, dia langsung bertanya dalam hati.


‘Gluttony. Kamu bisa menjadi busur, kan?’


‘Busur? Levelku yang sekarang tidak bisa berubah menjadi bentuk itu. Namun, aku bisa berubah menjadi bentuk senjata lain. Syaratnya adalah memiliki bilah. Pisau, pedang, katana, sabit, tombak-‘


‘Sungguh si rakus yang tidak berguna.’


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Gluttony langsung disela oleh pemikiran Arthur. Pemuda itu kemudian mengeluh betapa sia-sianya bahan yang dia berikan sebelumnya. Bukan hanya tidak bisa menjadi kitchen set yang dia inginkan, Gluttony dicap sebagai senjata tidak berguna karena belum memiliki perubahan lengkap.


‘...’


Gluttony, sosok salah satu senjata paling kuat dan ditakuti kehilangan kata-kata. Dia benar-benar tidak bisa mengucapkan apa-apa untuk membalas tuannya yang begitu bebal, keras kepala, dan seenaknya.


Pada akhirnya, Arthur mengambil sebuah busur hitam keunguan. Salah satu senjata yang diberikan oleh Pak Shigekuni. Lebih tepatnya ... dirampok oleh pemuda bermasalah tersebut.


Melihat ke arah Arthur yang membidik kondor raksasa dengan busur, Lily tampak penasaran.

__ADS_1


Saat itu, Arthur menarik tali busur. Kepala anak panas langsung terbakar oleh api hitam.


Api hitam tersebut langsung bergerak cepat searah jarum jam. Pusaran api raksasa, tampak seperti mata bor yang terbuat dari api hitam diarahkan ke kondor raksasa.


Belum sempat Joe dan kondor raksasa merespon, Arthur melepaskan tali busur sambil berkata.


“Cursed Archer Moves ... Black Condor!”


Anak panah yang terlepas dari busur langsung menghilang. Melesat dengan kecepatan luar biasa sampai hanya menyisakan garis hitam dan udara panas di sekitarnya.


Pada saat itu juga, Joe dan kondor raksasa terkejut ketika melihat burung kondor raksasa dari api hitam yang tiba-tiba muncul dan langsung menabrak demonic beast tingkat gold itu dengan keras.


BLARRR!!!


Ledakan keras tercipta. Asap tebal menyebar ke mana-mana. Suara melengking dari makhluk itu menggema ke seluruh hutan.


Berjarak kurang dari tiga puluh meter dari iblis kondor, Joe langsung terhempas jauh lalu berguling-guling beberapa kali karena dampak serangan.


Pada saat asap reda, sosok demonic beast itu terlihat. Namun, makhluk tersebut tidak mati. Dia hanya kehilangan salah satu sayapnya. Ada juga luka mengerikan di bagian kiri tubuhnya.


Melihat itu dari kejauhan, Arthur menggosok matanya.


“Bukankah aku mengincar kepalanya? Kenapa malah kena sayapnya? Apakah mataku miopia?”


Selesai menggosok matanya, pandangan Arthur kembali jernih karena tidak lagi mengantuk.


“Tidak. Penglihatanku masih sangat baik, apalagi setelah berkultivasi. Itu berarti ...”


Arthur melirik ke busur yang ada di tangannya.


“Aku meleset karena kualitas busur ini buruk!”


Seolah apa yang dikatakannya benar, Arthur mengangguk dengan ekspresi penuh percaya diri.


“Sudah kuduga! Pasti Pak Tua itu memberikan benda berkualitas buruk kepadaku!”


“...”


Pada saat mendengar ucapan tuannya, Gluttony benar-benar diam. Dia langsung pura-pura tidak mendengar ocehan dari tuannya yang tidak tahu malu.


Dia yang salah karena memanah sambil mengantuk. Dia yang memiliki skill memanah buruk. Dia yang gagal mengenai target.


Siapa yang salah? Oh ... busur panah yang jelek!


Gluttony benar-benar tidak bisa mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata. Dia hanya berpikir kenapa dirinya bisa memiliki tuan tidak tahu malu seperti itu.


Bahkan lebih murahan daripada sub villain yang banyak alasan!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2