
Setelah beristirahat dalam ruang putih sejenak, Athur memutuskan untuk keluar.
Pada saat dia keluar, Yin-Yang Koi juga telah merubah diri mereka kembali menjadi anting. Muncul dari ketiadaan, pemuda itu melihat sekeliling dengan ekspresi waspada. Namun dia menjadi santai setelah tidak melihat siapa-siapa kecuali pepohonan dan kabut yang masih begitu tebal padahal di siang hari.
Arthur terus berjalan ke depan, masuk lebih jauh ke dalam hutan. Semakin dalam masuk, semakin tebal kabut yang ada di sana.
Melihat hanya ada warna putih keabu-abuan di sekitarnya, pemuda itu menghela napas panjang. Dia memejamkan mata sejenak, kemudian membukanya perlahan. Mata yang sebelumnya memiliki warna biru dan hijau berubah menjadi warna emas dan hijau.
Ya … Arthur menggunakan skill Heavenly Eyes miliknya. Hanya saja, dia tidak menggunakannya pada kedua mata, tetapi hanya satu mata. Bukan karena tidak bisa, tetapi menggunakannya dengan kedua mata membuatnya lebih cepat kehilangan qi.
“Hey, orang yang memasang ini benar-benar pintar.”
Memejamkan salah satu matanya dan melihat sekeliling, Arthur dibuat terkejut dengan pemandangan di kejauhan. Selain pepohonan normal, ada juga beberapa tanaman merambat yang tampak aneh. Sepertinya bisa dianggap sebagai monster, tetapi jelas tidak menyerang seseorang secara aktif.
Karena penasaran, Arthur mendekatinya. Tumbuhan itu memiliki wujuh tanaman rambat berwarna hijau tua, hampir tanpa daun, bahkan tanpa duri. Tentu saja, meski penampilannya tidak berbahaya, pemuda itu sama sekali tidak berniat mencoba bertindak ceroboh. Dia mengambil cabang kayu kering yang jatuh di tanah lalu menyodok tanaman itu.
Benar saja, setelah disentuh, tanaman itu bergerak dan menggeliat. Langsung menjerat tungkat Arthur dengan kuat.
“Orang yang membuatnya cukup pintar. Menghilangkan visi lawan, lalu menjebaknya dengan tanaman ini. Dengan kekuatan tanaman, manusia biasa jelas tidak bisa meloloskan diri. Selain itu … dia juga membuat cukup banyak jebakan.”
Arthur memandang sekitar dengan heran. Selain beberapa tanaman rambat yang tumbuh menempel pada pohon raksasa, ada juga beberapa jebakan lain. Sudah jelas, orang yang membuatnya tidak ingin diusik karena dirinya sampai repot-repot menggunakan banyak trik untuk menyembunyikan diri.
Alih-alih khawatir, apa yang dilakukan oleh orang itu jelas membuat Arthur menjadi lebih penasaran.
Pemuda itu kemudian melanjutkan perjalanan semakin jauh ke dalam hutan. Setelah beberapa jam, dia akhirnya sampai di depan sebuah jalan setapak yang mengarah menuju ke lembah. Ukuran lembah itu tidak bisa dibilang besar, tetapi jelas tidak kecil. Melihat vegetasi tanaman yang lebih padat di sana, Arthur maju dengan penuh semangat.
__ADS_1
Hanya saja, langkah Arthur tiba-tiba terhenti ketika dia menuruni jalan setapak. Itu karena …
Ada sosok yang menghalangi jalannya.
Sekitar sepuluh meter di depannya, tampak seekor makhluk yang terlihat unik. Tubuhnya mirip seperti unggas, atau lebih tepatnya … ayam jantan. Makhluk itu memiliki tinggi sekitar satu setengah meter. Kepala, tubuh, dan kakinya adalah ayam jantan dengan bulu hitam keunguan dengan mahkota daging berwarna ungu pucat yang terlalu besar untuk kepalanya. Dia memiliki sayap layaknya kelelawar, dan ekor panjang seperti ekor ular. Di beberapa bagian wajah dan kakinya juga terdapat sisik.
Seekor Cockatrice!
Melihat makhluk yang cukup berbeda dengan mitologi di dunia sebelumnya, pemuda itu tertegun sejenak. Seorang pemuda dan seekor ayam saling memandang dalam diam. Keduanya sama-sama terkejut, bahkan sedikit kebingungan.
Menyadari kalau dia benar-benar tidak menjadi batu, Arthur menatap unggas yang tubuhnya lebih mirip burung unta daripada ayam itu dengan ekspresi serius. Berbagai resep seperti chicken curry, sup ayam, ayam panggang, dan berbagai jenis hidangan dari berbagai penjuru dunia muncul dalam kepala Arthur. Bukannya takut dengan penampilan aneh makhluk itu, dia malah menelan ludah.
“Tenang, Arthur. Tenang. Jangan terburu-buru. Coba tangkap terlebih dahulu. Jika bisa dipelihara dan diperbanyak, tidak akan telat untuk menikmatinya saat itu.”
Arthur bergumam pelan untuk menenangkan dirinya sendiri.
Hanya saja, makhluk itu tidak peduli. Melihat ke arah Arthur yang tampak tidak berbahaya, niat membunuh muncul dalam diri Cockatrice. Ekspresi ganas juga muncul di wajah makhluk itu. Dia langsung bergegas ke arah Arthur untuk membunuhnya.
Melihat sosok Cockatrice yang melesat ke arahnya, Arthur sama sekali tidak menarik keluar pedangnya. Pemuda itu malah membuka lebar kedua tangannya seperti sedang menyambut sahabat yang sudah lama tidak berjumpa. Pada saat Cockatrice sampai di depannya dan hendang mematuk lehernya dan merobek nadinya, Arthur langsung memeluk leher makhluk itu lalu membantingnya ke tanah dengan keras.
BRUAK!
Arthur menekan makhluk itu agar tidak meloloskan diri. Namun saat dia berpikir semuanya berjalan dengan lancar, ledakan asap ungu langsung menutupi dirinya dan area di sekitanya. Pemuda itu langsung melompat mundur beberapa meter lalu batuk keras. Jelas, ledakan asap sebelumnya adalah salah satu kemampuan cockatrice.
Makhluk tersebut memandang Arthur dengan ekspresi ganas. Marah karena ditangkap dan dibanting, sekarang dia langsung kembali bergegas ke arah Arthur. Cockatrice tampaknya tidak terima dengan apa yang terjadi sebelumnya. Namun, ekspresi makhluk itu seketika berubah saat melihat Arthur yang membawa tali di tangannya.
__ADS_1
Ya. Bukannya mengeluarkan senjata, pemuda itu malah mengluarkan tal dan memuttarnya seperti seorang koboi yang hendak menangkap lawannya.
Swoosh!
Makhluk itu bergegas ke arah Arthur lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Meski kekuatan cockatrice sendiri berada di tingkat silver bintang tiga, tetapi makahluk itu lebih cepat dibandingkan dengan makhluk tingkat silver launnya. Selain itu, cockatrice juga dianggap lebih berbahaya.
Arthur juga bergegas maju. Pada saat keduanya hampir bertabrakan, pemuda itu langsung melompat tinggi lalu melemparkan tali di tangannya tepat ke leher cockatrice. Gerekan tersebut jelas membuat ayam raksasa itu terkejut.
“Kena kau!”
Arthur tersenyum puas saat dia mendarat ke tanah dan menarik tali dengan kuat sehingga makhluk yang berlari dengan cepat itu tercekik, tersandung, lalu jatuh berguling-guling di tanah dengan keras.
CRASH!
Saat itu, Arthur terkejut ketika melihat tali kuat di tangannya benar-benar putus. Dia tidak memperhatikan apa yang terjadi, tetapi yang jelas … cockatrice benar-benar melesat menjauh untuk melarikan diri.
“HEY! TUNGGU!”
Arthur jelas terkejut dengan langkah yang diambil oleh makhluk itu secara tiba-tiba. Menggertakkan gigi, dia langsung bergegas maju menyusul ayam raksasa itu.
Setelah terus mengikuti cockatrice masuk ke dalam lembah, pemuda itu tiba-tiba terhenti ketika melihat ke arah kejauhan.
Jauh dalam hutan lebat, tampak area cukup luas tanpa pepohonan. Di sana, tampak sebuah bangunan berdiri. Melihat bangunan tersebut, Arthur langsung menyadari kalau rumor yang dia dapatkan memang benar.
Ternyata ada orang yang tinggal di hutan ini!
__ADS_1
>> Bersambung.