Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Waktunya Bekerja


__ADS_3

Duduk berhadapan dengan raja, Arthur tampak begitu tenang.


Pemuda itu memasang wajah dingin. Dia jelas tidak menyukai cara orang-orang menjilat, dan membenci orang-orang munafik yang tidak berguna dalam mengurus kerajaan seperti mereka. Suka otak untuk bermain kata-kata daripada mencoba memecahkan masalah.


“Aku sama sekali tidak datang untuk jalan-jalan. Selain itu, daripada menangis dan mengeluh, lebih baik kalian mencoba mencoba menyelamatkan para korban serangan iblis.


Langsung saja, katakan padaku semua informasi terperinci. Berhenti menunda dan kali ini ... beri kami informasi yang jelas dan berguna!”


“LANCANG!”


Orang di belakang raja langsung berteriak marah.


BANG!


Arthur langsung membanting telapak tangannya ke atas meja di depannya. Meja langsung diledakkan menjadi serpihan tidak terhitung, beberapa mengenai dan melukai raja. Namun, pria itu sama sekali tidak menjerit atau mengeluh kesakitan. Hanya duduk diam di tempatnya.


Arthur melirik ke arah pria di belakang raja lalu berkata dengan nada dingin.


“Lancang? Siapa yang menurutmu lancang, hah?!”


“Kalian sudah kami bayar dengan harga mahal, tetapi masih tidak berguna dan-“


BRUAK!


Arthur muncul di samping raja lalu membanting pria itu ke tanah sampai wajahnya bersimbah darah dan beberapa tulangnya retak.


“Sadar diri, Bodoh. Jika bukan karena kecerobohan dan keserakahan kalian, semua tidak akan menjadi seperti ini.


Bayaran mahal? Uang kalian jelas kurang dari separuhnya. Sekarang katakan padaku, berapa banyak iblis dan monster tingkat gold ke atas di pihak musuh? Satu platinum dan 10 gold?”


Arthur langsung menginjak dada pria itu sampai retak lalu melanjutkan.


“Apakah otak kalian rusak dan tidak bisa menghitung karena sering memasang pajak tinggi dan korupsi jatah rakyat?”


“Sudah cukup, Tuan Arthur. Biarkan dia pergi. Maafkan kesalahannya untukku.”


Akhirnya raja angkat bicara. Mendengar itu, Arthur mendengus dingin lalu menendang pria itu keluar dari ruangan. Dia kemudian kembali duduk di tempatnya, memandang raja yang baru saja berbicara.


“Kerajaan kami baru saja berkabung karena kehilangan ayah dan juga pasukannya. Kerajaan juga mengalami bencana seperti ini. Jika ada yang menyinggung anda, tolong dimengerti.”

__ADS_1


“Lain kali jangan menggunakan orang sombong dan tidak stabil seperti itu. Aku tidak membahas hal-hal ini. Juga, tidak perlu membicarakan kesengsaraan kalian kepadaku karena itu tidak akan merubah apa-apa.


Katakan padaku, Raja. Apakah keempat iblis tingkat gold memang menyerang kerajaan atau hanya sebagian dari mereka? Katakan segala sesuatu yang kamu ketahui.”


“Baik.”


Raja mengangguk ringan. Dia menatap ke arah Arthur dengan ekspresi pucat dan agak lesu di wajahnya.


“Seperti informasi yang kalian dapatkan, ada empat makhluk yang melarikan diri ke selatan lalu menyerang kerajaan kami. Mereka adalah 1 jenderal iblis dan 3 monster tingkat gold.


Jenderal iblis yang bergerak ke selatan adalah iblis kelelawar. Meski belum melihatnya secara langsung, dilaporkan kalau dia memiliki penampilan seperti manusia, tetapi dengan sepasang sayap kelelawar di punggungnya. Dia ahli dalam mengendalikan angin, racun, dan darah.


Ada monster yang kami tidak ketahui namanya. Penampilannya seperti burung bangkai raksasa. Kemampuannya juga tidak diketahui. Namun, makhluk itu sering muncul untuk mengambil orang-orang untuk dijadikan mangsa.


Ada juga monster yang saya ketahui dari buku ayah. Jika tidak salah, namanya Buaya Hitam Berpunggung Emas. Tubuhnya sangat besar dan memiliki pertahanan sangat kuat. Dia membuat kekacauan di jalur utama perairan kerajaan.


Terakhir, ada monster dengan bentuk seperti banteng raksasa. Tubuhnya tidak kalah besar dari Buaya Hitam Berpunggung Emas. Makhluk itu bahkan lebih berbahaya dan ganas karena menghancurkan beberapa kota di perbatasan.”


“...”


Mendengar itu, Arthur mengelus dagu. Dia kemudian mendengar raja mulai menjelaskan di mana makhluk-makhluk itu muncul terakhir kali dan kemungkin besar akan pergi ke arah mana.


“Jadi, kalian ingin aku menghabisi iblis kelelawar itu terlebih dahulu?”


“Ya.” Raja mengangguk berat.


“Iblis kelelawar jelas yang paling cerdas di antara keempat lawan. Kalian takut akan pembalasan makhluk itu, jadi ingin makhluk itu segera dibereskan. Ya ... bisa dimengerti.”


Arthur berkata dengan nada penuh sarkasme. Pemuda itu kemudian bergumam pelan.


“Itu berarti, rute terbaik yang harus dilalui adalah iblis kelelawar, burung bangkai, banteng, dan buaya.”


Setelah beberapa saat, Arthur langsung berdiri. Dia tidak lagi berniat tinggal lebih lama di tempat itu. Lagipula, alasan kenapa pemuda itu datang hanya untuk mendapatkan informasi terperinci agar kejadian seperti sebelumnya tidak terjadi lagi.


“Terima kasih atas informasinya. Kalau begitu, aku pergi.”


Arthur langsung berbalik pergi, membuat banyak orang merasa lega. Lagipula, orang itu datang dan pergi seperti badai. Benar-benar membuat banyak orang di kastil merasa tidak nyaman.


Keluar dari ruang pertemuan, Arthur langsung menghampiri Jotaro dan Lily yang berada di ruang tamu. Melihat keduanya hanya diam dan suasana begitu sunyi, dia berkata.

__ADS_1


“Waktunya bekerja, Teman-teman.”


***


Satu hari kemudian.


Di sebuah kota perdagangan di perbatasan kerajaan, tampak banyak orang yang berlarian dengan ekspresi panik di wajah mereka.


Kota Goldengrass adalah kota paling makmur sekaligus paling besar di kerajaan ini. Tidak seperti kota lain yang biasanya dikuasai oleh para bangsawan, meski tanah ini juga milik bangsawan, tetapi mereka tidak menjadi penguasa mutlak di tempat ini.


Di tempat ini, empat pedagang besar memiliki kekuasaan lebih dibandingkan tuan kota. Mereka mengendalikan perekonomian kota. Keempat orang memiliki pasukan tersendiri, terdiri dari kultivator yang mereka latih sejak kecil.


Meski bukan pemilik bakat luar biasa seperti sekte-sekte itu, tetapi mereka masih jauh lebih baik dibandingkan dengan dengan orang biasa.


Pada saat-saat normal, kultivator tingkat bronze sudah dianggap hebat oleh orang-orang biasa. Namun ketika menghadapi bencana besar seperti serangan makhluk di atas level gold, mereka sama sekali tidak berguna.


Seperti sekarang. Meski empat pedagang besar terkenal akan kekuatan mereka. Saat ini, mereka sama sekali tidak bisa menghadapi ancaman dari iblis yang menginvasi kota.


Di atas kota, tampak sosok hitam yang melayang tinggi di langit. Di sekitarnya, tampak jutaan kelelawar hitam dengan mata merah darah.


Makhluk yang mengendalikan para kelelawar adalah sosok humanoid, tetapi benar-benar berbeda dari vampir dalam cerita-cerita. Makhluk itu tidak memiliki paras tampan atau cantik, rambut perak atau emas berkilau, apalagi mata indah.


Sebaliknya, makhluk itu memiliki tubuh seperti manusia tetapi lebih kurus dan bungkuk. Tangannya sangat panjang, penuh dengan cakar-cakar tajam. Kepalanya mirip kelelawar asli, tetapi dengan rambut panjang berantakan.


Dia memakai jubah hitam compang-camping. Selain itu, makhluk tersebut juga memiliki sepasang sayap kelelawar besar di punggungnya.


“Terus berlarian. Teruslah berlarian karena kalian tidak akan pernah bisa melarikan diri bahkan jika mencoba sekuat tenaga.”


Suara serak dan dalam menggema di seluruh kota, membuat banyak orang ketakutan. Mereka semua panik karena telah mengetahui apa yang iblis itu lakukan pada desa-desa dan kota kecil di sekitar. Banyak anak-anak dan wanita menangis, membuat makhluk itu tertawa terbahak-bahak.


“Apakah kalian tahu, manusia? Dari atas sini, kalian terlihat sangat kecil seperti semut. Benar-benar lemah dan bisa diinjak sampai mati kapan saja. Kalian benar-benar tampak seperti ...”


“Sampah. Ya ... aku cukup setuju dengan pendapatmu.”


Suara lain menyela. Saat itu, iblis kelelawar langsung terkejut. Dia langsung menoleh ke arah tertentu dan melihat tiga orang yang berdiri di atas pedang terbang di kejauhan. Apa yang membuatnya semakin terkejut adalah sosok pemuda tampan yang tersenyum ramah sambil melambaikan tangannya.


“Yo! Apakah aku membuatmu terkejut, Manusia Kalong?”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2