Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Kekuatan Divisi 10


__ADS_3

Beberapa jam kemudian.


“Ya ... itu lumayan mengasyikkan.”


Duduk di atas batu, Arthur melirik ke arah lima orang yang bersimbah darah. Tidak mati, tetapi benar-benar sekarat. Selain banyak luka bakar di permukaan kulit, sebagian besar tulang mereka patah. Meski tidak mati, mereka merasa sangat kesakitan.


Di atas batu, Arthur menulis sesuatu, sejenis kontrak khusus yang sangat langka. Jenis yang hanya didapatkan dari beberapa sekte besar seperti Sekte Pilar Surgawi.


Selesai menulis kontrak, Arthur langsung menunjukkannya ke arah orang-orang. Pemuda itu kemudian berkata.


“Jika tidak ingin mati dan klan kalian berakhir di sini, lebih baik tanda tangani kontrak ini.”


“Jangan bodoh,” ucap Hidetoshi dengan suara pelan yang nyaris tidak terdengar. “Kamu pikir kami mudah tertipu? Kami tidak akan menjadi peliharaanmu! Kami, Klan Kitajima memiliki harga diri!”


“Hah?! Apa yang kamu katakan, Pak Tua?”


Arthur memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung. Setelah beberapa saat, dia baru bereaksi.


“Tampaknya kalian salah sangka. Sebenarnya, alasan kenapa aku tidak ingin membunuh kalian hanya karena tidak ingin menodai nama Divisi 10. Lagipula, aku ini masih anak magang yang diawasi oleh banyak senior, tahu?


Isi kontrak ini adalah tindakan pencegahan. Kita akan menandatangi kontrak jiwa. Di satu sisi, aku tidak akan menyerang atau menyakiti anggota Klan Kitajima jika mereka tidak menyerang duluan. Di sisi lain, kalian semua juga menyetujui kalau kalian tidak akan membuat masalah bagiku dan orang-orangku. Bukan hanya kalian, tetapi seluruh Klan Kitajima. Tindakan itu termasuk menyewa kultivator, pembunuh bayaran, atau menjebak dengan makhluk-makhluk jahat.


Itulah alasan kenapa gulungannya panjang. Aku membuatnya secara mendetail sehingga kalian tidak memiliki celah. Bukankah aku baik?


Maksudku, kalian datang mengganggu, tetapi aku tidak membunuh kalian. Bahkan aku mengeluarkan benda berharga seperti ini. Sungguh, kalian benar-benar buta jika tidak melihatku sebagai orang baik.”


“...”


Mendengar ucapan Arthur, Hidetoshi langsung batuk darah karena marah. Baginya, jika pemuda itu benar-benar baik, dia seharusnya segera menyelesaikan mereka dan tidak banyak bermain. Bukan hanya tidak segera menyelesaikan mereka, pemuda itu malah menggunakan mereka sebagai samsak hidup.


Ditendang, dibanting, ditinju, dipukul dengan siku atau lutut ... mereka benar-benar menjadi bahan praktik Arthur dalam mengkombinasikan beberapa skill dan seni bela diri dari dunia sebelumnya.


Benar-benar merasa ingin mati saja!


“Apakah ucapanmu itu benar?”


“Aku bersumpah kalau ini benar. Isi dari kontrak adalah tindakan pencegahan agar kita tidak lagi bermusuhan!

__ADS_1


Jangan merasa marah. Kalian sendiri yang mencoba mengganggu, bahkan membunuh aku dan bawahanku, kan? Itu yang pantas kalian dapatkan. Masih untung, aku tidak membunuh kalian.


Mungkin, aku juga bisa membuat kalian cacat, lalu memusnahkan klan kalian sehingga kalian hanya bisa menyesalinya seumur hidup. Dibandingkan cara seperti itu, aku masih baik, kan?”


Tubuh kelima orang itu gemetar. Arthur mengatakan hal tersebut, berarti pemikiran itu terlintas dalam benaknya. Membayangkan keluarga, keturunan, dan rekan-rekannya dibantai, mereka semua langsung pucat.


Saat kelima orang termenung, sosok Lily tiba-tiba muncul. Gadis kecil itu melayang turun dari langit dengan payung terbuka, lalu mendarat di dekat Arthur. Dia kemudian berkata kepada pemuda tersebut dengan wajah penuh rasa bersalah.


“Arthur, Arthur ... aku tidak sengaja membakar empat orang yang mengejarku. Bagaimana ini?”


Mendengar itu, tubuh kelima orang menggigil. Meski mereka tahu seberapa kuat Lily. Namun dampak membayangkan gadis kecil yang tampak lemah itu membunuh empat orang dengan mudah membuat mereka menggigil.


“Tidak apa-apa. Mereka adalah orang jahat yang mencoba menyakitimu. Jadi menyerang mereka balik bukanlah suatu kesalahan.”


Arthur mengelus kepala Lily dengan lembut, berkata dengan senyum santai di wajahnya. Dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada kelima pemimpin Klan Kitajima.


“Jadi ... bagaimana menurut kalian? Lakukan, atau tidak?”


Mendengar itu, empat orang yang terbaring di tempat-tempat berbeda melirik ke arah Hidetoshi. Meski bukan kepala klan, tetapi orang itu adalah yang paling tua dan berpengalaman di antara mereka. Pada akhirnya, keempat orang itu memilih untuk menyerahkan keputusan kepadanya.


Merasakan beban berat karena diminta memilih, Hidetoshi menggertakkan gigi. Meski merasa marah, dia masih berkata.


“Bagus!”


Arthur bertepuk tangan. Dengan senyum di wajahnya, pemuda itu berkata.


“Kalimat ‘kebenaran ditulis oleh pemenang’ tampaknya benar. Ya ... meski aku tidak pernah merasa kalau tindakanku salah. Lagipula, aku tidak memulainya, kan?


Astaga. Seandainya saja kalian tidak serakah, mencari informasi lebih dalam, dan merencanakan semuanya lebih teliti, semuanya seharusnya tidak berakhir dengan cara seperti ini. Di satu sisi, mungkin kalian bisa saja menjebak dan membunuhku dengan harga mahal. Di sisi lain, kalian bisa merelakan keserakahan, mungkin kita bisa bertemu dan menjadi teman di masa depan.


Hanya saja, nasi telah menjadi bubur. Semua sudah terjadi, jadi kita tidak perlu membahasnya.”


Mendengar ucapan Arthur, kelima orang itu memutar mata mereka. Jelas mereka tidak ingin membahasnya, tetapi pemuda itu sengaja berkata, tampaknya sengaja mengolok-olok dan mengejek kebodohan mereka.


“Biar kami menandatanginya! Selesaikan semua ini!”


Mendengar itu, Arthur tersenyum. Dia kemudian mendekati Hidetoshi, menyuruhnya memberi cap darah sambil bersumpah. Namun ketika melihat tulisan dalam kontrak, lelaki tua itu linglung.

__ADS_1


“Ini???”


“Salah satu bahasa dari tempatku berasal.”


Arthur tersenyum ramah. Tempat dia berasal adalah bumi. Dia tidak menggunakan kanji atau bahasa latin, sebaliknya, pemuda itu menulisnya dengan bahasa Rusia. Benar-benar membuat Hidetoshi tercengang.


“Salah satu?”


“Ya. Haruskah aku menjelaskan isinya lagi?”


Merasakan tatapan penuh dengan ancaman dari Arthur, lelaki tua itu akhirnya menggelengkan kepalanya. Pemuda itu sebelumnya bersumpah kalau isi gulungan kontrak itu adalah perjanjian damai. Jika orang itu melanggar sumpah, hal tersebut bisa mengganggu kultivasi. Jadi, akhirnya dia memilih untuk membuat janji.


Setelah Hidetoshi, Arthur meminta empat orang lain memberi cap darah lalu membuat sumpah.


Selesai mendapatkan lima cap darah dan sumpah, Arthur sendiri melakukan cap darah lalu bersumpah. Kemudian, mereka berenam merasakan rantai tak terlihat tiba-tiba mengikat mereka, lalu perasaan tersebut menghilang beberapa saat kemudian. Dengan begitu, kontrak pun akhirnya berhasil dibuat.


Melihat gulungan di tangannya, Arthur menyeringai puas. Dia kemudian meletakkan salinan yang muncul di sebelah Hidetoshi. Pemuda itu kemudian melakukan apa yang tidak mereka berlima sangka.


Arthur langsung mengambil cincin ruang miliki Hidetoshi. Bukan hanya cincin ruang, dia juga mengambil beberapa benda yang tampaknya berharga.


“A-Apa yang kamu lakukan?”


“Hah?! Bukankah itu sudah pasti? Aku sedang mengambil jarahan. Mungkin lebih tepatnya mengambil kompensasi.


Kalian menyerangku tanpa pikir panjang, jadi sebagai tindakan balasan, aku memukuli kalian dan merampas harta kalian. Itu adil, bukan? Sebelum berangkat, kalian paling-paling juga berpikir kalau dunia berjalan mengikuti yang kuat. Aku yang masih muda dan bodoh patut diberi pelajaran, dan hasilnya ...


Aku yang memberi kalian pelajaran berharga agar tidak meremehkan siapa saja.”


Setelah mengambil cincin ruang dan barang-barang berharga, Arthur melirik ke arah kelima orang yang tertekan. Dia kemudian bangkit sambil berkata.


“Dengan begini, kalian pasti akan mengingat jelas kekuatan Divisi 10.”


Arthur berbalik lalu berkata kepada Lily dengan senyum di wajahnya.


“Waktunya untuk pergi, Lily.”


“Ya!”

__ADS_1


Gadis yang tampak seperti boneka itu mengangguk. Dia segera mengikuti Arthur dengan langkah kecilnya. Beberapa saat kemudian, mereka pun akhirnya menghilang di kejauhan.


>> Bersambung.


__ADS_2