
Melihat bawahannya terluka parah, Treant tingkat gold maju ke depan.
Melihat sosok Jotaro yang siap untuk bertarung kapan saja, makhluk itu merasa marah. Sebuah lengan tebal sekuat baja langsung berayun dengan kecepatan luar biasa.
BANG!
Sosok Jotaro langsung terhempas mundur beberapa meter. Alasan kenapa dia bisa bertahan sedangkan Arthur tidak karena kesiapan mereka berdua. Jotaro siap menerima pukulan, sedangkan Arthur sangat santai bahkan tidak memiliki pemikiran untuk menyerang atau bertahan.
Saat itu, suara lelaki tua yang dipenuhi kemarahan terdengar.
“Manusia ... merusak alam, berburu tanpa henti, merusak keseimbangan. Manusia ... harus dimusnahkan!”
Tangan dengan lima cakar tajam langsung melesat ke arah Jotaro. Pada saat pria itu hendak menghindar, sebuab bayangan hitam melesat secepat kilat.
“TEBANG!”
CRASH!
Di depan tatapan terkejut Jotaro dan para Treant, sosok Arthur mendarat dengan ringan. Saat itu juga, tangan tetua Treant langsung terputus. Mereka semua langsung menoleh ke arah pemuda yang memikul sebuah kapak hitam raksasa. Bahkan Jotaro yang sudah cukup lama bersama Arthur belum pernah melihat senjata yang dibawa olehnya.
“Sudah ku duga. Di balik kulit kayu, bagian dalam memang memiliki aroma luar biasa.”
Arthur menyeringai. Dia memikul kapak di bahu kanan sambil mengelus dagu dengan tangan kiri. Pemuda itu menatap ke arah para Treant dengan tatapan penuh ‘kasih sayang’. Benar-benar tidak bisa berpaling, apalagi membiarkan mereka pergi.
“Astaga ... kenapa kalian semua terpana? Juga, kenapa kamu melepas bajumu, Joe? Itu akan berdampak buruk pada perkembangan Lily. Seharusnya kamu malu!”
“...”
Suasana masih begitu sunyi. Melihat para Treant yang tampak takut, tetapi tidak menutupi ekspresi penuh kebencian di wajah mereka, Arthur mengangkat bahu.
“Itu tidak terlalu penting. Daripada hanya diam ...” Arthur menunjuk ke arah para Treant dengan kapak raksasa di tangannya. “Bagaimana kalau kita lanjutkan acara menebang pohonnya?”
Sebelum Arthur bergerak, sosok Lily berjalan ke arahnya. Gadis itu kemudian memegangi pakaiannya lalu menariknya beberapa kali.
“Arthur, Arthur ... para Tri-pohon itu berkata kalau manusia jahat?” Lily menatap pemuda itu dengan ekspresi bingung.
“Hah? Manusia jahat? Bukankah itu sudah pasti?”
Arthur memiringkan kepalanya. Melihat ke arah Lily yang bingung, dia mulai menjelaskan.
__ADS_1
“Meski tidak semuanya jahat, tetapi banyak manusia yang seperti itu. Merusak sesuatu demi profit, keuntungan bagi diri mereka sendiri. Bahkan, terkadang aku tanpa sadar melakukan hal seperti itu.
Meski begitu, hal tersebut sebenarnya masih bisa diatur. Contohnya, saat ini banyak manusia yang masih suka merusak hutan dan melakukan perburuan besar-besaran. Pohon di hutan sebenarnya bisa saja dimanfaatkan, tetapi kita juga harus tahu pohon mana yang bisa ditebang. Selain itu, jika melakukan penebangan skala besar, lebih baik melakukan penanaman ulang.
Sedangkan untuk binatang, agak sulit. Paling mudah, buat larangan perburuan beberapa binatang yang sudah langka. Untuk binatang yang tidak langka, hanya binatang dewasa yang boleh diburu. Yang masih muda, dan betina yang sedang hamil harus ditinggalkan agar mereka bisa terus berkembang.
Bukannya manusia tidak boleh berburu binatang atau menebang pohon. Kucing boleh mamakan tikus, kenapa manusia tidak boleh berburu? Bukankah sudah biasa bagi sesama makhluk hidup untuk saling memangsa. Namun, sebagai manusia, kita juga punya pemikiran.
Kita boleh melakukan sesuatu, tetapi tidak secara berlebihan. Karena apapun yang berlebihan sama sekali tidak baik.”
Arthur berbicara dengan ekspresi serius, benar-benar seperti seorang guru yang mengajar muridnya. Saat itu, dia baru sadar kalau Jotaro dan para Treant sedang menatapnya. Menyadari sesuatu, pemuda itu langsung menyimpan kapaknya lalu berjalan menuju ke arah para Treant dengan senyum ramah di wajahnya.
“Apakah manusia di tempat ini mulai melakukan perburuan berlebihan dan membakar hutan? Apakah kalian merasa kalau rumah, tempat inggal kalian terancam rusak? Apakah kalian bingung harus melakukan apa karena takut kultivator kuat datang untuk memusnahkan kalian padahal hanya ingin melindungi rumah?”
“I-Itu benar,” jawab tetua Treant yang tampak ragu ketika melihat tangannya terpotong.
Lily memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung. Sementara sudut bibir Jotaro berkedut hebat. Pria itu merasa Arthur benar-benar mirip pedagang di pasar yang sedang melakukan promo, bahkan sedikit mirip dengan penipu.
“Kalau begitu kalian bertemu dengan orang yang tepat.
Pada awalnya, aku berpikir kalian jahat karena membunuh orang dan menyerangku. Jadi, maaf jika aku memperlakukan kalian dengan agak kasar. Omong-omong, namaku Arthur. Menurutku, ada solusi yang tepat untuk kalian semua, yaitu pindah.”
“Bahkan jika kami ingin pindah, kemana kami harus pergi, Manusia? Sulit untuk menemukan tempat cocok untuk hidup. Selain itu, beberapa tempat cocok di pedalaman mustahil dicapai karena di sana banyak makhluk kuat yang mengancam keberadaan kami di sana.”
“Ck ck ck ... itulah kenapa aku bilang kalian beruntung bertemu denganku.”
Melihat para Treant memandangnya dengan ekspresi curiga, Arthur pura-pura batuk. Dia kemudian mengambil tangan tetua Treant yang putus sambil berkata.
“Aku akan meminta ini agar bisa mengelabui orang-orang.
Joe, bawa ini kembali ke desa. Laporkan kalau anak-anak bangsawan mati karena serangan Treant. Sedangkan para Treant ... berhasil dibereskan. Ah! Kamu juga ikut dengan Jotaro terlebih dahulu, Lily.”
Meski bingung ketika mendengar ucapan Arthur, Jotaro masih mengangguk berat. Sementara itu, Lily tampak enggan berpisah dengan Arthur. Setelah dibujuk beberapa saat, gadis itu akhirnya mau pergi.
Setelah mereka pergi, Arthur kemudian duduk di tanah tepat di depan para Treant.
“Sebenarnya aku memiliki tempat dimana kalian bisa tinggal. Itu tergantung apakah kalian mau pindah atau tidak. Masalahnya, ini menyangkut rahasia besar. Jadi hanya ada dua pilihan setelah kalian melihat tempat itu.
Tinggal dengan patuh, atau mati. Tentu saja, jika kalian tidak ingin pindah, kalian bisa pergi dari tempat ini. Aku sarankan untuk pergi ke lokasi lain karena kultivator lain mungkin tidak sebaik diriku.”
__ADS_1
Setelah ragu cukup lama, tetua Treant akhirnya berkata.
“Apakah ... Apakah kamu yakin tempat itu cocok untuk kami, Manusia?”
“Meski agak sempit, aku bersumpah kalau tempat itu mungkin tempat paling cocok dan aman bagi pertumbuhan kalian semua.”
Arthur berkata dengan nada penuh keyakinan. Saat itu, tetua Treant akhirnya berkata.
“Kalau begitu aku akan coba mempercayaimu, Manusia. Namun, jika sampai kamu menjebak kami. Kami tidak akan segan-segan bertarung habis-habisan sampai mati melawanmu.”
“Tenang saja, aku bukan tipe pembohong semacam itu. Kalau begitu, ulurkan tanganmu.”
Merasakan sedikit keraguan, tetua Treant akhirnya meraih tangan Arthur dengan tangan kirinya. Saat itu, dia merasa dunia berguncang, dan suara pemuda itu terdengar.
“Tenang dan jangan melawan. Kita akan segera tiba.”
Seketika, pemandangan tiba-tiba berubah menjadi sebuah lahan penuh dengan berbagai tanaman termasuk sayur dan pohon buah. Saat itu juga, tetua Treant merasakan energi tanah, energi air, dan energi angin yang sangat kaya di tempat itu.
“Tidak terlalu luas. Namun tempat ini cocok untuk kalian tinggali, bukan?”
“Ini ... dimana?”
“Bisa dibilang, ini adalah Demiplane milikku. Kalian bisa tinggal di sini dengan nyaman. Sebagai gantinya, aku memiliki permintaan.”
“Jangan mencoba meminta hal berlebihan, Manusia!”
“Tenang saja, aku hanya ingin kalian merawat tanaman dan ayam yang ada di sini dengan baik. Aku lihat, akar kalian bisa membuat tanah menjadi lebih gembur dan subur, bukan?
Selain itu, aku ingin melakukan pemangkasan cabang pada kalian setiap bulannya. Menurut penelitian, memangkas cabang berlebihan pada pohon bisa membuat pohon itu subur. Jadi, aku rasa teknik itu sangat cocok untuk kalian.
Bukan hanya membantuku, tetapi aku juga membantu kalian. Bukankah pilihan damai semacam ini lebih baik?”
Melihat ke arah Arthur yang memiliki senyum di wajahnya, tetua Treant merasa tersentuh. Dia belum pernah melihat orang sebaik itu kepada ras Treant seperti mereka. Dia merasa, mengikuti Arthur adalah pilihan paling tepat bagi keluarganya.
Tentu saja, tetua Treant tidak tahu. Di mata Arthur, mereka adalah koleksi berharga. Bukan hanya mendapat pekerja gratis untuk mengurus kebun dan peternakan, dia juga akan mendapatkan kayu kualitas baik untuk memanggang setiap bulan.
Tidak seperti membunuh untuk mendapatkan dalam jumlah tetap. Jika para Treant tinggal di Demiplane miliknya ...
Itu berarti dia memiliki stok kayu tanpa batas!
__ADS_1
Memikirkan itu saja membuat senyum di wajah Arthur menjadi semakin cerah. Benar-benar mau menerima para Treant yang takut kehilangan rumah dengan lapang dada.
>> Bersambung.