Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Kerja Paksa


__ADS_3

“Cih! Benar-benar penindasan.”


Melihat Arima dengan mudah menangkis serangannya, Arthur tidak bisa tidak mengeluh. Pemuda itu kemudian melirik ke arah Jotaro yang telah dijatuhkan oleh Chikuwa. Ekspresinya langsung berubah buruk, bahkan mulai menggerutu dalam hati.


‘Chikuwa? Bukankah itu nama yang cocok untuk hewan peliharaan lucu? Chikuwa? Serigala Langit? Belum lagi bulunya berwarna emas dan bisa mengendalikan petir aneh?


Caramu memberi nama agak keterlaluan, Bung!’


Arima melihat ekspresi buruk di wajah Arthur sambil mengelus dagu. Meski ekspresi Arthur tampak buruk, tetapi sama sekali tidak ada jejak ketakutan di wajahnya.


“Kamu benar-benar menarik. Kamu bahkan tidak ketakutan ketika berhadapan dengan lawan yang sangat kuat?”


Arthur benar-benar kehilangan kata-kata ketika mendengar ucapan Arima. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pria malas dan tampak sembrono itu masih bisa begitu sombong, benar-benar pamer soal kekuatannya. Pemuda memutar matanya, merasa kalau pamer sama sekali tidak cocok dengan gaya Arima.


“Apa-apaan dengan mata itu?” Sudut bibir Arima berkedut.


“Aku bahkan tidak takut dipukuli oleh Pak Tua yang mengaku sebagai kultivator terbaik itu. Kenapa aku harus takut kepada muridnya?”


“...”


Arima terdiam sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. Dia kemudian bertepuk tangan dengan puas. Pria itu memandang Arthur dengan ekspresi puas di wajahnya. Menunjuk ke arah pemuda itu, dia kembali berkata.


“Kamu benar-benar cocok bergabung dengan kami, Arthur! Jadi ... aduh! Hentikan itu, Tsubaki! Tidak bisakah kamu memberiku wajah di depan juniorku?”


Tsubaki yang sedari tadi diam berdiri di depan Arima lalu menendang tulang kering pria itu berkali-kali dengan sepatu indahnya. Dia sama sekali tidak membalas, tetapi ekspresi marah jelas tampak di wajah gadis itu.


Melihat ke arah Arima yang kehilangan momentumnya ketika terus ditendang oleh gadis pendek itu, sudut bibir Arthur berkedut. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pria kuat semacam itu ternyata sama sekali tidak tampak bermartabat. Bahkan terlihat kurang dalam wibawa!


“Sudah aku bilang jangan menggangguku saat bertarung, Bodoh. Tidak mau bekerja, tidak mau mencari informasi, tidak mau membuat laporan ... sungguh ketua divisi tidak berguna.


Kamu sama sekali tidak berniat menerima orang lain, malah menyuruhku melakukan semua tugas. Berhenti bersikap sok keren, Pria Tidak Berguna.”

__ADS_1


“...”


Arthur merasa bingung. Meski tahu kalau Tsubaki tampaknya marah, tetapi nada bicaranya yang begitu monoton dan ekspresinya yang datar sama sekali tidak cocok dengan penampilan orang yang marah. Belum lagi, dia sama sekali tidak menyangka kalau seniornya ternyata seburuk itu.


“Bisakah kamu berhenti menatapku dengan cara seperti itu? Selain itu, sebagai junior baik dari Dojo Naga atau divisi baru, kamu harus menghormati seniormu!”


“Aku sama sekali tidak berkata kalau aku akan bergabung, kan?”


“Hah?!” Arima tercengang. Dia kemudian menggaruk kepalanya sambil berkata. “Apakah kamu masih tidak melihat posisimu, Nak? Mau atau tidak, kamu akan bergabung dengan kelompok kami.


Lagipula, itu adalah perintah pamimpin. Juga, ada terlalu banyak keuntungan yang tidak akan merugikanmu. Misalnya ...”


Arima melirik ke arah Tsubaki. Gadis pendek itu menatapnya dengan ekspresi tidak puas, tetapi masih menjelaskan karena tahu ketua divisi sembrono ini sama sekali tidak menghafal peraturan.


“Berbeda dengan sekte-sekte yang terikat dengan peraturan, kami lebih bebas. Kami juga tidak berburu makhluk-makhluk jahat dengan alasan suci seperti ingin membuat dunia lebih baik atau semacamnya. Sebaliknya, kami bekerja seperti tentara bayaran yang mendapatkan imbalan setelah menyelesaikan misi.


Bisa dibilang, kami adalah sekelompok kecil elit. Meski hanya kelompok dengan jumlah sedikit, setiap ketua dan wakil ketua divisi setidaknya memiliki tingkat gold. Itu sudah minimal. Pada kenyataan, ketua divisi satu sampai divisi enam adalah kultivator tingkat platinum.


Selain itu, pemimpin juga sangat murah hati. Bukan hanya memberi bayaran tinggi dalam setiap misi, tetapi beliau juga selalu memberi banyak bonus. Entah itu barang atau informasi. Bisa dibilang, bergabung dengan kelompok kami sama sekali tidak merugikan. Bahkan ...


Banyak orang yang ingin bergabung dengan kelompok tapi ditolak!


Semua orang juga sangat terkejut ketika pemimpin ingin membuka divisi ke sepuluh dan mengundang rookie seperti dirimu untuk masuk sebagai ketua divisi. Aku pun sempat berpikiran sama dengan orang-orang itu. Namun semuanya berubah sejak aku melihatmu dengan mataku sendiri.”


“Okay ... itu benar-benar meyakinkan. Masalahnya, kenapa kamu hanya menunjukkan kelebihannya? Katakan yang seujujurnya. Tidak mungkin semua anggota bisa mendapatkan perlakuan semacam itu secara gratis, kan?


Lihat saja pria itu! Daripada tampak bahagia, dia malah terlihat seperti korban kerja paksa!”


Arthur langsung mengangkat alisnya. Pemuda tersebut sama sekali tidak mudah percaya dengan bujukan semacam itu. Pasti ada yang salah dan dia harus mengetahuinya.


“Siapa yang kamu sebut dengan korban kerja paksa!”

__ADS_1


Arima tidak bisa tidak mengeluh. Dia kemudian menggaruk kepalanya dengan ekspresi kesal. Setelah beberapa saat, barulah pria itu melanjutkan.


“Kamu tahu, semakin banyak yang didapat, semakin tinggi resikonya. Memang kelompok kami memiliki banyak kelebihan, tetapi kalau boleh jujur ... tugas kami memang berbahaya.


Apakah kamu tahu? Berbeda dengan divisi lain, Divisi 6 hanya memiliki 3 anggota. Oleh karena itu, beban kerja kami terlalu berlebihan. Dikirim ke sana-sini untuk memburu banyak hal.


Aku bahkan tidak bisa tidur nyeyak!”


“EH? Kenapa? Apakah kalian tidak boleh merekrut anggota divisi secara acak?” tanya Arthur.


“Tidak juga. Selain wakil ketua divisi yang harus mendapatkan persetujuan ketua divisi lain, sisanya lebih bebas.” Tsubaki menggelengkan kepalanya. “Dia memang sengaja tidak merekrut anggota dan akhirnya membebani divisi kami.”


“Kenapa kalian tidak menerima anggota?” tanya Arthur.


“Jangan lihat penampilannya yang ceroboh. Arima sebenarnya cukup baik karena dia tidak ingin melihat anggotanya mati satu per satu.” Tsubaki langsung menatap tepat ke mata Arthur. “Kamu seharusnya tahu, tidak banyak orang yang bisa berkultivasi. Bahkan jika ada yang bisa berkultivasi, yang memiliki bakat lebih jarang lagi. Kematian di garis depan ... itu sudah sangat biasa.”


“Lalu kamu menyuruhku untuk bergabung lalu mati?” Sudut bibir Arthur berkedut.


“Selama tidak ceroboh, kamu pasti baik-baik saja.”


“Maaf, aku benar-benar tidak ingin terikat! Ya ... sebelumnya aku ingin mengatakan itu, tapi kalian pasti tidak akan membiarkannya, kan?” Arthur tersenyum masam.


“Jika kamu menolak, aku terpaksa memukulimu sampai kamu menyerah.” Arima mengangkat bahu. “Sebenarnya kamu tidak perlu khawatir. Kamu masih bebas melakukan apa saja. Hanya saja, kamu harus mematuhi beberapa peraturan seperti melakukan pertemuan wajib, memberi bantuan darurat, dan beberapa hal lain.”


Meski Arthur cukup egois, dia tidaklah bodoh. Pemuda itu jelas tahu apa yang menguntungkan atau tidak. Jelas, bergabung dengan organisasi mencurigakan itu berbahaya, tetapi keuntungannya juga besar.


Selain itu, bahkan jika mengeluarkan Gluttony dan Yin-Yang Koi, Arthur masih belum yakin bisa mengalahkan Arima. Dia merasa pria itu sama sekali tidak sederhana. Pada akhirnya pemuda itu menghela napas panjang lalu berkata.


“Jadi ... apa yang harus aku lakukan?”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2