
Berjalan di jalan setapak dikelilingi pepohonan rimbun, Arthur bersenandung lembut. Hanya saja, kabut yang semakin tebal membuat visi pemuda itu dipersempit. Dia tidak bisa tidak menghela napas dan mengeluh.
“Apakah tidak ada medan lain selain hutan berkabut? Kenapa mereka sama sekali tidak kreatif?”
Jika dipikirkan baik-baik, kebanyakan tempat berbahaya di wilayah kerajaan Arthur berada saat ini memang merupakan hutan dan pegunungan berkabut. Namun berbeda dengan dia, orang lain sama sekali tidak memikirkan hal tersebut. Lagipula, mereka lebih memikirkan hal-hal mengerikan dan mengancam nyawa dari berbagai tempat berbahaya semacam itu. Sebaliknya, dia malah berpikir tentang kondisi alam dan mengeluh kalau hal semacam itu tidak kreatif.
Cara mereka berpikir jelas jauh berbeda!
Setelah berjalan cukup jauh, barulah pemuda itu merasakan suatu kejanggalan. Selain pepohonan lebat dan kabut, dia bahkan tidak bisa melihat serangga atau binatang lain. Hal tersebut jelas sangat aneh. Melihat vegetasi subur di sekitar, seharusnya tempat ini tidak kekurangan binatang.
“Ini …”
Ekspresi terkejut tampak di wajag Arthur, tetapi segera berubah menjadi lebih lega.
“Untung saja aku membawa bahan makanan. Tidak perlu berburu, jadi semuanya baik-baik saja.”
Jika orang lain sekarang sedang bersama dengan Arthur, mereka pasti sudah mengeluh karena pemuda itu sama sekali tidak begitu memperhatikan berbagai kemungkinan bahaya lain. Hanya memikirkan tentang makanan dan begitu tidak peka.
Pada saat itu, Arthur tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
Jika ada orang di sana, mereka semua jelas terkejut karena tidak dapat menemukan keberadaan pemuda itu di mana-mana.
Sementara itu, Arthur tiba-tiba muncul dalam sebuah ruang putih. Ruang tersebuh sangat aneh karena selain tanah dengan luas 100 x 100 meter, hanya ada warna putih. Lebih anehnya lagi, jika Arthur berada di pinggir area tersebut, dia akan menyentuh penghalang transparan. Dia juga tidak bisa naik ke langit lebih dari 50 meter atau menggali tanah lebih dari 50 meter karena seperti dijebak dalam pulau terapung dalam gelembung transparan yang melayang dalam ketiadaan.
Ini adalah ruang hidum yang dibuat oleh koi putih.
Sebelumnya, ruang tersebut hanyalah sebuah pulau terapung gersang. Namun setelah Arthur mengembangkan tingkat Yin-Yang Koi, ruang itu menjadi lebih luas. Ditambah dengan banyak harta dari berbagai atribut yang dia dapatkan dari Sekte Pilar Surgawi, sekarang tempat itu sudah bisa dianggap sebagai ruang hidup yang sebenarnya. Sama sekali tidak kekurangan sumber air dan unsur lainnya.
__ADS_1
Dalam ruang tersebut, hampir 50 x 50 meter ruang telah Arthur tanami dengan berbagai tanaman berharga serta herbal. Ada juga sebuah danau kecil dengan ukuran 10 x 10 meter di tengah ruangan. Melihat tempat luas yang tersisa dan tampak kosong, pemuda itu menghela napas panjang.
“Akan lebih baik jika aku memelihara binatang di ruang ini.”
Sebelumnya Arthur sudah pernah mencoba untuk memelihara binatang. Jika itu binatang biasa, mereka akan berhasil hidup. Namun jika binatang khusus yang dianggap monster atau binatang khusus, mereka sulit hidup karena perbedaan lingkungan.
Arthur belum pernah memelihara monster, tetapi dia sempat mencoba memelihara ikan langka yang hanya muncul di musim dingin. Hasilnya? Setelah bertahan beberapa waktu, mereka mati karena tidak bisa menyesuaikan kondisi.
Sedangkan untuk memelihara binatang biasa? Arthur jelas enggan menerimanya!
“Putih, jika kamu berhasil menembus ke tingkat golden, ruang ini akan kembali meluas?”
“Ruang itu akan menjadi lebih luas, setidaknya menjadi 250 x 250 meter, Tuan.”
Koi putih berenang di udara sekitar Arthur. Selain koi putih, koi hitam juga melakukan hal yang sama. Keduanya jelas memiliki kemampuan yang berhubungan dengan ruang. Dibandingkan dengan Arthur yang berhasil menembus tingkat golden hanya dalam 100 hari dan dianggap sebagai monster oleh Shigekuni, Yin-Yang Koi sedikit lebih buruk. Saat ini, mereka berada di tingkat silver bintang 9, sudah sangat kuat untuk menyingkirkan banyak makhluk.
Sama seperti koi putih, ruang hampa yang dimiliki koi hitam sekarang juga telah mencapai 100 x 100 x 100 meter. Sangat luas dibandingkan dengan cincin penyimpanan yang meski memiliki volume ruang kecil, tetapi berharga sangat mahal.
Pada tingkat bronze, ruang mereka meningkat dari 3, 5, 7, lalu 10 meter. Pada tingkat silver, ruang mereka meningkat lagi menjadi 25, 50, 75, lalu 100 meter. Dengan melihat itu saja, Arthur bisa membayangkan seberapa luas ruang hidup di masa depan. Bisa dibilang, ruang tersebut benar-benar bisa menjadi sebuah dunia kecil yang mandiri.
“Alangkah baiknya jika aku bisa menangkap binatang ajaib dan memelihara mereka.”
“Apakah anda tidak puas dengan kami, Tuan?”
Suara gadis kecil yang kecewa terdengar di telinga Arthur. Dia kemudian melihat ke arah Yin-Yang Koi yang sedih lalu tertawa.
“Tentu saja aku sangat puas. Meski hubungan kita sebagai master-pet, tetapi aku melihat kalian sebagai teman sekaligus keluarga. Juga, maksudku membesarkan hewan ajaib bukan untuk menjadi rekan bertarung atau semacamnya.
__ADS_1
Aku ingin membesarkan mereka sebagai bahan. Seperti orang-orang biasa yang memelihara ayam, bebek, sapi, dan sejenisnya. Lagipula, aku tidak mungkin memakan kalian, bukan?”
Mendengar itu, Yin-Yang Koi langsung berenang di sekitar Arthur dengan gembira. Meski cerdas, pemikiran mereka jelas masih sangat sederhana seperti anak-anak. Perkataan Arthur langsung menghibur keduanya.
“Tuan, Tuan, Tuan!”
“Ada apa?” Arthur memiringkan kepalanya.
“Kenapa kamu tidak memelihara sapi sebelumnya?”
Mendengar pertanyaan itu, Arthur tertegun. Dia langsung mengingat sosok Minotaur yang dianggap sebagai penjaga hutan, tetapi dipukuli olehnya. Pemuda itu kemudian melihat ke arah Yin-Yang Koi yang menatapnya dengan penasaran.
“Tubuhnya jelas memiliki bentuk seperti manusia! Aku merasa tidak nyaman untuk memakannya! Jika itu binatang lain, aku pasti tidak akan melepaskannya.”
Arthur tidak bisa tidak menghela napas panjang. Dia jelas merasa agak enggan untuk melepaskan makhluk itu. Namun memikirkannya memakan organ yang mirip dengan manusia, dia merasa agak ngeri.
Tentu saja, bagaimana pemuda itu ingin memotong dan mencoba kaki sapi itu sebelumnya tidak dihitung.
Arthur kemudian berjalan-jalan di sekitar kebunnya untuk melihat banyak tanaman ajaib yang tumbuh subur. Pada saat sampai di sudut, dia melihat lebih dari dua puluh jenis pohon bunga dari jenis berbeda dengan ekspresi serius. Selain berencana mengumpulkan binatang ajaib, dia juga ingin menanam 100 bunga untuk membuat the khusus. Namun sekarang dia baru mencapai ¼ jalan. Meski bukan tanaman khusus, mereka cukup sulit dikumpulkan. Hal tersebut membuatnya merasa agak tidak berdaya.
“Tampaknya setelah menangkap ayam, aku harus pergi ke bagian lain dari kerajaan. Bunga di wilayah ini sudah dikumpulkan. Tinggal pergi ke toko bunga tiga wilayah lain, lalu pergi mencari beberapa yang lebih langka, setelah itu …
Mari berlatih untuk membuat teh terbaik.”
Memikirkan rencana indah ke depannya, pemuda itu tersenyum. Tampaknya merasa cukup senang dan puas datang ke dunia ini karena banyak hal yang bisa dia pelajari.
>> Bersambung.
__ADS_1