
“Kita memang terlalu cepat bahagia, Bos!”
Melihat beberapa sosok muncul, Jotaro tersenyum masam.
Penampilan mereka mirip dengan roh jahat pertama. Memiliki wujud seperti penduduk desa tetapi dengan tubuh lebih besar. Selain itu, sebagian tubuh mereka busuk. Mereka juga membawa berbagai senjata aneh seperti pisau, sabit, bahkan cangkul yang penuh dengan karat.
Sedangkan untuk kekuatan mereka sendiri, hampir semuanya berada di awal tingkat silver. Ada juga beberapa yang berada di tingkat silver bintang 6-7 yang membuat Jotaro agak kerepotan.
“Sepertinya kamu harus mempertimbangkan saranku untuk belajar menggunakan senjata, Joe.”
Arthur berkata dengan nada setengah bercanda. Jelas, dalam pertempuran grup semacam ini Jotaro kurang diuntungkan. Belum lagi elemen dan juga jenis teknik yang digunakan oleh Jotaro sendiri kurang cocok untuk berhadapan dengan roh jahat.
Lebih cocok untuk melawan manusia atau monster!
“Kalau begitu lain kali akan kupikirkan baik-baik, Bos.”
“Ya ...”
Melihat sosok roh jahat yang langsung menerjang ke arahnya sambil mengangkat pisau daging berkarat, Arthur langsung melesat maju lalu melompat. Melewati sisi kanan roh jahat tersebut, Arthur langsung memenggal lehernya dengan pedang yang diselimuti api hitam.
Ketika mendarat, Arthur kembali berkata.
“Senang kamu mau mempertimbangkannya.”
Melihat salah satu rekan mereka dihabisi, roh-roh jahat tersebut langsung membuat lolongan aneh. Mereka semua langsung bergegas ke arah Arthur dengan wajah ganas. Beberapa juga menuju ke arah Jotaro.
“Sepertinya kalian marah.”
Mengatakan itu, Arthur langsung menyarungkan pedangnya. Saat itu, dia langsung menghirup napas dalam-dalam sambil berkata.
“Black Imoogi Style bentuk ke empat ...”
Pada saat belasan makhluk mengelilingnya, Arthur langsung menghunus pedangnya dengan cepat.
“Sang Ular Melingkari Pilar!”
Sosok Black Imoogi besar yang terbentuk dari api hitam langsung membuka mulutnya. Berputar-putar di sekitar Arthur dengan kecepatan luar biasa, seperti tornado hitam yang membakar apapun di sekitarnya.
Dalam sekejap beberapa roh jahat yang ada di sekitar Arthur langsung dibakar menjadi abu. Melihat banyak roh jahat di kejauhan yang menatapnya dengan mata merah tetapi tidak berani mendekat, pemuda itu menyarungkan pedangnya dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
Sementara itu, Jotaro sendiri juga berhasil menghabisis beberapa roh jahat. Hanya saja, penampilannya tampak berantakan jika dibandingkan dengan Arthur. Selain compang-camping, tubuh pria itu dipenuhi dengan cipratan darah hitam beraroma busuk.
“Jika terus seperti ini, seharusnya kita bisa-“
BANG!
Sosok Arthur langsung terhempas mundur belasan meter. Dia berhasil menangkis serangan menyelinap, tetapi masih merasa marah karena hampir saja kepalanya meledak.
“Itu membuat tanganku sedikit mati rasa. Selain itu ... serangan menyelinap itu buruk, Bung!”
Arthur menyeringai sambil menahan emosinya.
Di kejauhan, tampak sosok setinggi empat meter dengan pakaian seperti tentara kuno. Wajahnya tidak jelas karena tertutup topeng, tetapi dia membawa sebuah tombak besar di tangannya. Selain itu ...
Makhluk tersebut berada di tingkat gold bintang 3!
“Meski levelmu lebih rendah dibandingkan Ground Dragon. Entah kenapa, aku merasa kalau kamu benar-benar merepotkan.”
Swoosh! BANG!
Keduanya melesat, dua senjata berayun lalu bertabrakan dengan keras. Saat itu juga, ledakan keras tercipta dan kepulan asap menyebar di mana-mana. Keduanya langsung terpental mundur beberapa meter. Namun ekspresi Arthur berubah ketika melihat beberapa bola api yang melesat ke arahnya.
“ENYAH!”
BANG!
Sosok Arthur langsung terhempas puluhan meter. Ketika bangkit, dia melihat ke arah ksatria lalu ke arah sosok lain. Sosok wanita tinggi berambut hitam panjang dengan gaun merah. Penampilannya agak tidak nyaman dilihat karena hampir sebagian tubuhnya membusuk. Meski begitu ...
Makhluk tersebut juga berada di tingkat gold bintang 3!
“Cih! Sepertinya firasatku masih sangat baik. Kalian berdua ... benar-benar merepotkan.”
Arthur meludahkan sesuap darah. Setelah itu, dia langsung bergegas maju menuju ke arah keduanya. Tujuannya sangat jelas, wanita berpakaian merah yang bisa menggunakan sihir api.
SWOOSH! KLANG!
Ketika hendak menebas, Arthur langsung ditahan oleh sosok roh jahat dengan pakaian ksatria. Pemuda itu langsung memutar tubuhnya di udara lalu menendang ksatria tersebut. Dia kemudian maju untuk menebas sosok roh jahat berpakaian merah, tetapi langsung disambut dengan dua cambuk api yang melesat ke arahnya.
BANG!
__ADS_1
Sosok Arthur langsung melompat mundur. Ketika mendarat, dia langsung dikerumuni oleh banyak roh jahat tingkat silver. Menarik napas dalam-dalam, sekali lagi dia berteriak marah.
“ENYAH!”
SWOOSH!
Bilah api hitam seperti bulan sabit langsung memotong beberapa roh jahat di sekitarnya. Saat itu juga, dia mulai mengambil ancang-ancang lalu menebas dengan ganas.
Slash! Slash! Slash!
Arthur langsung memotong banyak roh jahat dengan pedangnya. Hanya saja, pemuda itu sama sekali tidak tampak puas. Saat melihat sosok roh jahat ksatria bergegas ke arahnya dengan tombak yang diselimuti putarang angin hitam, dia langsung merasakan firasat buruk.
Arthur langsung melompat tinggi dan menebas dengan seluruh kekuarannya.
“Black Imoogi Style bentuk pertama ... Tabrakan Sang Ular!”
Melihat ular yang terbuat dari api hitam melesat ke arahnya, roh jahat dengan penampilan seperti kesatria langsung melemparkan tombaknya. Saat itu juga, beberapa bola api merah ditembakkan di sekitar tombak. Api langsung bergabung dengan pusaran angin, membentuk pusaran api ganas yang langsung bertabrakan dengan Black Imoogi.
BLARRR!!
Ledakan keras tercipta, asap tebal langsung membumbung tinggi. Setelah mendarat, Arthur tiba-tiba berbalik lalu lari.
Melihat apa yang dilakukan oleh Arthur, Jotaro yang sedang menghadapi beberapa roh jahat langsung tercengang. Dia benar-benar tidak menyangka kalau ketua divisi 10 dari Garden of Death memilih untuk melarikan diri.
Pria itu langsung menghanjar dan menendang roh jahat di sekitarnya. Dia kemudian memutar tubuhnya, langsung berlari menyusul ke arah Arthur pergi.
Pada awalnya, Jotaro berpikir Arthur memilih untuk melarikan diri. Namun pemikiran itu berubah ketika melihat pemuda itu tidak berlari ke arah pintu keluar desa, malah pergi menuju ke pusat desa.
Melihat ekspresi Arthur yang berubah ketika mendekat ke pusat desa, sudut bibir Jotaro berkedut. Rasanya, ketua divisi 10 itu malah mirip dengan bandit yang menyerang desa. Lebih jahat dibandingkan dengan dirinya.
Tubuh Arthur diselimuti dengan energi qi hitam. Setelah itu, dia langsung melesat dengan kecepatan luar biasa. Tampak seperti ular ganas yang melesat untuk menggigit mangsanya. Benar-benar meninggalkan Jotaro dan roh-roh jahat di kejauhan.
Melihat rumah kepala desa di kejauhan, gerakan Arthur menjadi lebih cepat. Dia langsung melesat maju dan menendang pintu depan rumah sampai hancur berkeping-keping.
BLARR!!
Ketika berhenti dan asap mulai menyebar, Arthur melihat sosok gadis kecil yang tampak seperti boneka berdiri di tengah ruang kosong sambil membawa sebuah payung merah.
Memiliki seringai jahat di wajahnya, Arthur mencengkeram erat pedangnya sambil berkata.
__ADS_1
“KE-TE-MU!”
>> Bersambung.