Terjebak Cinta Sang Idol

Terjebak Cinta Sang Idol
107. Drive Me Crazy


__ADS_3

Albar akhirnya mengantar Flo ke cafenya yang memang letaknya tak begitu jauh dari rumah Beni.


"Wih beneran ternyata cafe kamu rame ya."


Puji Albar begitu ia memarkirkan mobilnya dan melihat parkiran di cafe Flo penuh.


"Makanya aku daftar magang langsung diterima Bang."


Kata Eti dari tempatnya.


Albar tertawa.


"Ati-ati tapi kerja dengan Flo, kadang kalau sudah kumat cerewetnya, wah petasan aja tobat."


Kata Albar membuat Flo meninju lengan Albar.


"Cerewet kalau yang kerja kayak kamulah, udah nggak disiplin, di bilangin malah balas marah. Untung saja nggak aku racunin makanannya."


Kata Flo membuat semua tertawa lagi.


"Diracun dikira aku tikus kali."


Albar geleng-geleng kepala.


Mereka kemudian turun dari mobil bersama, tepat ketika dari beberapa masjid mulai terdengar suara Adzan berkumandang.


"Di kota besar gini mah, jam maghrib juga pada tetep nongkrong ya, coba di kampung, udah kayak apa berisiknya Emak, yang dibilang nanti pulangnya diikutin wewe gombelah, sampe nanti ditaksir jin lah."


Ujar Eti saat mereka masuk ke cafe Flo dan terlihat suasana Cafe yang masih ramai pengunjung.


"Cafe mu ada live music juga Flo?"


Tanya Albar begitu masuk dan melihat panggung untuk pertunjukan musik.


Flo mengangguk.


"Kan aku sudah cerita."


Ujar Flo.


Albar mengangguk.


"Iya kamu kayaknya pernah cerita, cuma belum fokus saja pas itu."


Sahut Albar seraya terus mengayunkan langkah mengikuti Flo yang melewati beberapa meja pelanggan yang menatap Albar.


Mereka kemudian diajak Flo ke lantai atas, sama sebagaimana saat pertama kali Balqis datang.


"Kapan-kapan bikinin aku jadwal tampil Flo, cukup buat cafe mu saja, ngobatin kangen manggung."


Ujar Albar.


Flo tergelak.


"Beres, nanti aku atur."


Kata Flo.


Mereka semua baru sampai di lantai atas, ketika terdengar seorang pelayan Flo yang tengah sibuk bicara di telfon.


"Ya jelas dong aku marah, yang kamu urusin terus cuma kucing, gimana aku ngga marah!!"


Kata pelayan itu pada hp nya.


"Pokoknya kita putus, titik!! Dan ngga usah hubungi aku lagi!!"


Ujar si pelayan itu.


Dia mematikan hp nya dan menonaktifkannya. Pelayan itu menangis tanpa tahu jika Flo dan Albar serta yang lain ada di sana menonton dirinya.


"Cewek tuh apa selalu begitu? Kalo marah kayak Naga, tapi begitu udahan nangis bae."


Gumam Albar membuat semua sontak menatap protes, apalagi Balqis.


"Cowok saja yang suka pada seenaknya. Suka ngomong sayang tapi hobi banget nyakitin."


Kesal Balqis.


"Termasuk suka menghilang tanpa kabar, pergi tanpa pamit, ya kan Qis?"


Tambah Flo, membuat Albar jadi terbatuk karena disindir keduanya.

__ADS_1


Balqis tampak mengangguk.


"Coba saja kalau begitu lagi, aku akan sama cowok lain saja, yang benar-benar sayang."


Kata Balqis dengan melirik Albar lalu mengikuti Flo berjalan menuju tempat duduk.


"Heey, Bal, bagaimana bisa kamu ngomong lebih baik sama cowok lain, haiiish..."


Albar mendesis lalu bergegas menyusul mereka.


Melihat kedatangan atasan dan rombongan teman-temannya, si pelayan yang tadinya sedang menangis jadi terkejut dan segera menyeka air matanya.


Ia terlihat membungkuk pada Flo dan pada yang lain.


"Maafkan saya Nona, saya sungguh tidak melihat anda datang."


Kata si pelayan itu dengan suara tertahan karena berusaha untuk tidak menangis lagi.


Flo menghela nafas.


"Kalau sedang tak sehat ngga usah dipaksa kerja, toh aku ngga akan motong gajian kamu."


Kata Flo.


Pelayan itu terlihat malu, ia pun segera mengangguk dan ijin pulang saja.


Flo tentu saja mengijinkan.


"Ya pulanglah lalu istirahat."


Kata Flo.


Pelayan itu mengangguk, ia kemudian bergegas beranjak dari sana.


Flo dan Balqis serta yang lain mengambil tempat duduk seperti saat Balqis datang bersama Bang Zul.


Namun baru juga Flo akan menghubungi ruang pelayan, tiba-tiba pelayan yang tadi menangis dan sudah ijin pulang itu tiba-tiba kembali ke tempat Balqis dan yang lain berada.


"Ngg..."


Pelayan itu terlihat ragu, ia melihat Flo dan yang lain, lalu kemudian matanya berakhir menatap Albar.


"Maaf mengganggu lagi, ini Albar Harrys kan?"


Albar yang baru akan mengambil tempat duduk dekat Balqis jadi menunda untuk duduk.


"Ya, ada apa?"


Tanya Albar.


Dan...


"Aaaaaaaa... Albaaaar."


Pelayan itu menghambur memeluk Albar, membuat semuanya otomatis kaget, apalagi Balqis sampai berdiri karena melihat adegan pelukan yang bahkan ia sendiri melakukannya setelah begitu lama tak saling bertemu saja.


Albar yang melihat Balqis begitu kesal malah tambah meledek.


"Ah ya, sudah tidak apa-apa jika ada yang membuatmu sedih, selama ada Bang Albar semua gadis tak boleh sedih hanya karena laki-laki tak berguna."


Ujar Albar.


"Ya ngga berguna laki-laki yang bisa berpelukan dengan perempuan manapun!!"


Kesal Balqis.


Eti dan Po segera berdiri dan menarik pelayan itu agar menjauhi Albar karena sebentar lagi Balqis pasti akan meledak.


Flo geleng-geleng kepala melihat kelakuan sepupunya, ia tahu jika Albar main-main.


"Lepaaaas, kamu ngga tahu apa itu calon suami orang!!"


Kesal Eti menarik pelayan cewek yang terus saja menempel pada Albar, sementara Balqis yang kesal bergegas meninggalkan tempat duduknya.


"Aku sholat duluan Kak Flo."


Ujar Balqis tanpa melihat ke arah Albar.


"Intan, lepas!!"


Kata Flo akhirnya pada pelayannya.

__ADS_1


Suara Flo yang tinggi membuat pelayan cewek itu langsung melepaskan pelukannya pada Albar, apalagi Albar juga mendorongnya agar menjauh begitu melihat Balqis marah beneran.


Albar mengejar Balqis yang menuju kamar di mana untuk istirahat Flo.


"Albar, tanda tangan dan foto dulu."


Kata Intan, tapi Albar mana peduli lagi, ia tadi hanya main-main saja.


"Intan, sudah sana pulang, nanti tanda tangannya aku mintain."


Kata Flo.


"Tapi Nona."


"Pulang sekarang! Atau aku pecat!!"


Tegas Flo jadi kesal.


Suruh pulang aja susah, apalagi suruh nyisirin bulu Beruang Kutub.


Pelayan Flo akhirnya buru-buru pergi, ia jelas takut dipecat hanya karena berburu tanda tangan dan foto bersama idol yang sudah setahun tak terlihat lagi.


"Jadi fans jangan norak, kayak aku dong."


Kata Eti saat pelayan bernama Intan itu menjauh.


Po melirik Eti.


"Enggak norak apa, gelas bekas minum Albar aja kamu foto dibilang nggak norak."


Seloroh Eti.


Eti yang mendengarnya jadi menarik jilbab Po.


"Jiiaaah kamu kepo banget."


Po tertawa.


Flo dan Dinda saling pandang lalu hanya mampu menggelengkan kepala.


Albar sendiri terlihat mengejar Balqis hingga kamar di mana biasanya untuk istirahat Flo jika ada di cafe nya.


"Bal, aku cuma bercanda, jangan ngambek beneran, jangan marah beneran."


Ujar Albar.


Balqis menatap Albar dengan cemberut.


"Coba saja satu kali lagi, aku serius akan sama cowok lain saja!!"


Kata Balqis.


Albar membulatkan matanya.


"Coba ulangi."


Albar mendekati Balqis.


Balqis yang melihat Albar berjalan semakin masuk ke dalam dan mendekatinya jadi gugup.


"Albar, jangan masuk, stop di situ!!"


Kata Balqis.


"Ulangi kata-kata tadi, coba."


Kata Albar.


"Albar, pergi ikh."


Balqis gugup setengah mati.


Albar menatap Balqis dengan tajam dan terus mendekat.


Balqis yang ketakutan melihat ke arah pintu kamar mandi dan langsung lari terbirit-birit ke sana.


Balqis masuk ke kamar mandi dan segera mengunci pintunya.


Albar tertawa terpingkal-pingkal karena sukses mengerjai Balqis.


Gadis polos itu, membuat Albar sungguh jadi gila.

__ADS_1


**--------------**


.


__ADS_2