Terjebak Cinta Sang Idol

Terjebak Cinta Sang Idol
159. Menua Bersamamu


__ADS_3

"Albaaar, satu lagu lagiiii..."


Beberapa pengunjung yang sepertinya merupakan fans Albar akhirnya heboh karena tanpa sengaja seperti jadi temu kangen dengan sang idola.


Albar yang sebetulnya sudah ingin turun panggung karena ingin bicara banyak dengan Balqis akhirnya terpaksa menuruti kemauan pengunjung cafe Flo yang makin ramai.


Tentu saja, penampilan Albar yang langsung di jadikan status di akun media sosial pengunjung serta pelayan cafe Flo membuat teman-teman mereka akhirnya jadi ikut berdatangan.


Flo tentu merasa ini adalah berkah dan anugrah, sementara Albar merasa ini adalah pemerasan. Hihihi...


Balqis yang duduk di tempatnya menikmati setiap lagu yang dibawakan Albar senyumnya terus tampak merekah.


Ini adalah kali pertama Balqis melihat Albar tampil secara langsung, dan baginya penampilan Albar sangat mengagumkan.


Padahal Albar sudah lama tak tampil di atas panggung, tapi petikan gitar dan suaranya masih sangat bagus.


"Baiklah, lagu ini akan saya nyanyikan sebagai lagu penutup penampilan saya hari ini. Sebuah lagu dari Virgoun lagi, yang menurut saya adalah salah satu lagu dari negri kita yang bagus dari lirik, musik dan lain sebagainya."


Albar membenahi duduknya di atas kursi yang ia gunakan di atas panggung.


"Virgoun, Surat Cinta Untuk Starla, saya persembahkan lagu ini untuk kalian semua, dan yang teristimewa, Balqis, wanita pertama dan terakhir saya di dunia."


Tepuk tangan pun bergemuruh kembali memenuhi seluruh ruangan cafe.


Eti, Po dan Dinda bercie cie ke arah Balqis yang terlihat semakin tersenyum merekah.


"Albaaaar kereeeeeeeen... Hidup Albaaaaaar Haarrryyyyyyyys... Hiduuuup Albaaaaar... Bravoooo... Bravoooo..."


Teriak Eti.

__ADS_1


Tampaknya sebagai fans garis keras Eti masih cukup menghayati perannya saat ini.


Semua jadi cengar-cengir melihat kelakuan Eti.


Albar di atas panggung tampak mulai memetik gitarnya kembali.


"Telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia... karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu...


aku pernah berpikir tentang hidupku tanpa ada dirimu, dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini,aku selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu, tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi...


bila habis sudah waktu ini tak lagi berpijak pada dunia... telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu... Dan telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia... karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu."


Balqis tanpa terasa air matanya menetes di pipi. Rasanya ia begitu menghayati setiap lirik lagu milik Virgoun yang dinyanyikan Albar.


Lagu cinta yang sangat indah...


Yah...


Kurang dan lebih bukan lagi menjadi soal, karena pasangan adalah hadir untuk saling melengkapi satu sama lain.


Menua bersama, hingga salah satu menghembuskan nafas terakhir lebih dulu, mengantar kepergiannya hingga liang lahat, dan berdoa sampai dirinya juga menutup mata.


Balqis menyeka air matanya.


"I love u, Balqis. I Love u semua yang hadir di sini."


Terdengar Albar menutup penampilannya.


Sang idola itu turun dari kursi tempat ia satu jam ini tampil di atas panggung.

__ADS_1


Albar membungkuk memberi salam, disambut tepuk tangan meriah dari yang hadir.


Semua ikut berdiri, termasuk Flo yang berdiri dan mengacungkan dua ibu jarinya untuk Albar.


Sejak sekian tahun mereka pernah bersama di industri hiburan, menemani Albar manggung dari satu kota ke kota lain, baru kali ini Flo merasa Albar bernyanyi dari hatinya, dan hasilnya memang luar biasa...


Albar lantas turun dari panggung dengan tetap diiringi jeprat jepret kamera dan juga kesibukan pengunjung mengabadikan Albar dengan video.


Albar melenggang ke arah meja Balqis, mengulurkan tangannya, dan menggandeng Balqis untuk pergi dari sana agar bisa pindah ke lantai atas.


Balqis tertunduk berusaha menyembunyikan wajahnya karena tak biasa menjadi pusat perhatian sebegitu ramainya.


Albar melindungi Balqis dengan sigap, dibantu para pelayan cafe Flo yang memberikan jalan agar para pengunjung yang masih ingin foto dengan Albar tak mengganggu, Albar akhirnya bisa sampai ke anak tangga cafe untuk naik ke lantai atas.


"Sori keadaannya jadi seheboh ini."


Kata Albar sambil menahan tawa.


Balqis tersenyum.


"Tidak apa-apa, aku justeru senang melihatmu ternyata masih sangat dicintai para fansmu Albar."


Kata Balqis.


Albar tersenyum.


"Tapi cinta mereka tak lebih penting dari cinta Balqis."


Ujar Albar gombal, membuat Balqis rasanya ingin naik UFO bersama Othor keliling galaksi Bimasakti.

__ADS_1


**--------------**


__ADS_2