Terjebak Cinta Sang Idol

Terjebak Cinta Sang Idol
167. Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Albar dan Balqis terlihat duduk berdampingan mendengarkan orang dari EO menjelaskan konsep acara mereka nanti.


Beberapa lagu pengiring dan juga nama penyanyi yang diusulkan terlihat direvisi oleh Albar.


Albar meneguk air mineral botolnya yang masih tersisa separo hingga habis, lelah sudah rasanya tubuhnya seharian berada di sana.


Meskipun hanya rapat kecil untuk membicarakan konsep acara yang tak berapa lama lagi diselenggarakan, tapi nyatanya waktu yang dibutuhkan ternyata tak cukup satu dua jam saja.


Albar melirik jam tangan mewahnya yang kini menunjukkan angka lima sore, di luar sana hujan turun mengguyur cukup deras.


"Jadi kita sudah fix ya, acara akan tetap berada di dalam gedung dengan konsep seperti pesta kebun, jadi kita buat macam ada di taman tapi sebetulnya di dalam gedung. Karena ya kita tahu bahwa saat ini kita tidak bisa memprediksi secara pasti hari H akan hujan atau tidak."


Kata si pemimpin rapat.


Mami sendiri tampak sibuk sendiri bolak balik menerima telfon.


Dari yang marah-marah karena ada kesalahan surat, ada yang marah karena pembayaran apa itu telat, pokoknya dia sibuk sendiri.


"Oke, yang jelas, penyanyi sama lagunya itu tadi yang aku revisi ya Mas."


Kata Albar.


"Oh oke Tuan."


Pihak EO langsung menyanggupi.


Albar menoleh ke arah Balqis yang sejak rapat dimulai hanya diam menyimak saja.


"Tidak ada yang ingin kamu protes atau misal ada keinginan kamu untuk dekorasi atau apa?"


Tanya Albar pada Balqis.


Tampak Balqis menggeleng.


"Aku ikut saja, semuanya bagus."


Kata Balqis.


Albar nyengir.


"Makanan, tidak ada yang ingin diganti? Mumpung menu belum masuk ke pihak Chatering."


Kata Albar lagi.


"Eeeh itu kue pengantin minta yang paling bagus, yang nuansanya gold."


Kata Mami tiba-tiba nimbrung, setelah baru saja menerima telfon yang entah keberapa puluh kali di hari ini.


Mami duduk di samping Balqis.


"Ya kan Balqis?"


Mami ke arah Balqis.


Albar yang ada di samping kanan Balqis tampak menghela nafas.


"Mam, yang benar saja kuenya nuansa gold, pestanya saja nuansanya putih dan perak."


Kata Albar.


"Lho kok jadi perak, perasaan tadi gold."


Kata Mami asal.

__ADS_1


"Mami dari tadi tidak menyimak, asal banget nih Mami."


Albar geleng-geleng kepala.


"Ooo bukan gold ya, berarti tadi Mami dengar kata gold itu bahas apa."


"Ya mana Albar tahu."


"Ah kamu mah bikin Mami jadi pusing."


"Jiaaah malah aku yang salah."


Albar mengurut keningnya.


Balqis nyengir melihat keduanya dari pertama bertemu rusuh terus.


"Ya sudah, nanti pokoknya itu apalah diurusin yang terbaik, semua-muanya pokoknya minta yang paling terbaik."


Kata Mami.


"Siap Nyonya."


Mami lalu berdiri.


"Udah yuk kita saatnya menyiksa Flo."


Kata Mami mengajak Albar dan Balqis.


"Bilang Al ke Flo, jangan lupa pacarnya, Mami ingin kenalan."


Kata Mami pula.


Albar cekikikan.


"Oo kamu kenal?"


Tanya Mami.


Albar mengangguk.


"Sama Balqis semua juga udah kenal."


Sahut Albar.


"Eeeh... Udah kenalan sama Balqis juga, bagaimana orangnya Qis?"


Mami menggandeng Balqis sambil mengajak Balqis bergosip tentang pacar Flo, keduanya berjalan menuju parkiran.


Albar sibuk berbalas pesan dengan Flo.


[Ini pasti kerjaan kamu kan Bar, udah jelas kamu tuh aslinya haters aku banget]


Tulis Flo.


[Haters gimana, hahaha... Justeru aku melakukannya biar kamu dan Indra cepat dapat restu dari Mami, kalau Mamiku kasih restu udah pasti Mami kamu langsung ACC juga]


Balas Albar.


[Ya kira-kira dong Bar, ini mah namanya serangan mendadak, parah sih emang kamu tuh sama Mami kamu juga sama aja]


Albar tertawa terpingkal-pingkal membaca pesan Flo yang marah-marah sambil kirim gambar pisau banyak sekali.


**----------------**

__ADS_1


Hingga, tak terlalu lama untuk sampai di cafe Flo dari tempat EO yang mengurus pernikahan Albar.


Mobil Albar memasuki pelataran Flora Cafe, dan tampak langsung Flo menyambut kedatangan kakak Maminya itu dengan perasaan campur aduk.


"Kamu lumayan cantik sekarang ada rambutnya."


Kata Mami Albar komen begitu melihat Flo sekarang rambutnya sedikit panjang.


"Efek punya pacar ya?"


Goda Maminya Albar.


Flo jadi mengurut keningnya meskipun tak bisa menahan senyum.


"Baguslah, daripada rambutmu cepak terus kayak anak sakit panas."


Kata Mami.


"Yeee Bu Dhe nih, udah paling bisa bangetlah kalau bully Flo."


Ujar Flo pura-pura ngambek, membuat Mami Albar terkekeh-kekeh.


Albar dan Balqis berjalan di belakang Flo dan Mami, mereka bicara soal rencana besok ke Tasikmalaya dan juga rencana akan menemui wali nikah Balqis sepulang dari Tasik saja.


"Qiiiis..."


Eti yang baru selesai menyajikan pesanan tamu tampak berjalan menghampiri Balqis dan Albar.


"Dinda kok bilang besok katanya mau pada ke Tasik, beneran?"


Tanya Eti.


Balqis mengangguk.


"Iya Et."


"Eh aku ikutla pulaang, nginep berapa hari?"


Tanya Eti.


"Dua hari juga udah balik ke Jakarta."


Jawab Balqis.


"Ikut aja biar rame."


Kata Albar.


Eti yang mendengar tentu saja tersenyum senang.


"Wiiiiih idolakuuuu emang toopppp."


Eti mengacungkan jempolnya.


"Ya jelas lah aku top, masa aku beng beng."


Kata Albar.


Eti menabok lengan Albar sambil tertawa.


Balqis hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya.


Idola dan fans yang sama-sama tidak jelas.

__ADS_1


**--------------**


__ADS_2