Terjebak Cinta Sang Idol

Terjebak Cinta Sang Idol
132. Mr Dan Mrs Bucin


__ADS_3

"Nggak, aku menentang perjodohan itu, bilang ke Mami kamu dan Mami aku Bar, bilang kalau aku sudah punya calon sendiri, titik..."


Albar ternganga mendengar jawaban Flo saat ia memberi kabar jika Mami Flo dan Mami Albar berkoalisi untuk menjodohkan Flo dan anak teman Mami Albar.


"Aku serius Bar, pokoknya gimana caranya kamu harus menghentikan ide aneh itu. Gila apa aku musti di jodohkan, dikira aku Siti Nurbaya apa?"


Flo mengomel di seberang sana membuat Albar semakin tertawa.


"Okey... okey... kamu jelas bukan Siti Nurbaya dong Flo, kamu Siti Nurkomodo."


Albar terpingkal.


"Sialan, kamu tuh Kadal."


Kesal Flo.


Albar yang dasar jahil mengganti panggilan suaranya menjadi panggilan video, jelas saja Flo langsung menolak, bisa runyam kalau Albar sampai tahu Flo dandan ala gadis sholikhah.


"Wheeeiii ngapa ditolak?"


Albar langsung protes kirim voice note.


Flo membalas hanya dengan stiker boneka menendang temannya.



Albar tertawa puas karena berhasil menjahili Flo.


Ah Albar tampak merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan bahagia.


Senyumnya terus merekah, mungkin jika saat ini Albar ada di lapangan atau di kebun, maka akan banyak lebah dan kupu-kupu nemplok di wajah Albar.


Jika semua berjalan sesuai rencana, Albar akan ke Jakarta lagi bulan depan, ia akan mematangkan lamarannya pada keluarga Balqis dari pihak keluarga orangtua kandung dan juga keluarga Tasik yang selama ini sudah menemani Balqis dari kecil hingga dewasa.


Albar kemudian bangun dari posisinya, ia berjalan ke meja belajarnya, membuka laptop dan langsung berselancar di internet.


Yah, pastinya, Albar sebagai anak jaman now yang kekinian ingin langsung mencari ide konsep untuk pernikahannya nanti.


Bukan hanya itu, Albar juga mencari designer yang akan ia pilih untuk menggarap busana pernikahannya dan lain sebagainya.


Albar cekikikan sendiri saat ia mulai merasa sudah gila, padahal tanggal menikahnya saja belum jelas, tapi dia sudah heboh sendiri.


Haiiish... Albar getok kepalanya, otaknya geser entah berapa senti sekarang.


Flo sendiri setelah telfonan dengan Albar langsung memilih mandi, setelah mandi gadis tomboi yang hari ini kesambet tiba-tiba berpenampilan feminim itupun keluar dari kamar membawa nasi berkat dan mencari Lisa.


Lisa yang semula sedang asik ngobrol di dekat meja bar cafe flo dengan bartender di sana langsung ngibrit begitu mendengar namanya dipanggil.


"Ya Nona, siap, ada apa?"


Tanya Lisa.


"Kamu nanti bawa pulang nih nasi berkat."


Kata Flo.


"Lha, kok dikasihkan ke saya?"


Tanya Lisa membulatkan matanya.


"Ya masa aku kasih Nobita."


Sahut Flo asal saja, lalu naik lagi ke lantai atas.

__ADS_1


Ckckck...


Lisa berdecak menatap bos mudanya itu kemudian menghilang di ujung anak tangga.


Pasti ini berkaitan dengan laki-laki ganteng kemarin, siapa namanya, Candra, Rendra, Indra atau siapa lupa. Lisa garuk kepalanya.


"Eh paan tuh?"


Pelayan lain yang mulai bersiap akan menutup kafe melihat Lisa memeluk nasi berkat tampak melongok.


"Udah sana kerjain tugas."


Lisa mendorong jauh-jauh temannya itu sambil berjalan menuju ruang ganti untuk siap-siap pulang.


**------------------**


Bang Zul masih terbengong-bengong di tempatnya manakala Balqis bertanya pada Bang Zul kapan akan pindah sepenuhnya ke rumah Albar.


Mereka semua memang berkumpul kembali di ruang TV setelah sholat Isya.


Balqis menjelaskan beberapa pesan dari Albar soal tugas Bang Zul selama bekerja di tempat Albar itu, termasuk juga jumlah gaji bulanan dari Albar.


Ya, gaji bulanan yang akhirnya membuat Bang Zul terbengong-bengong, begitu juga dengan Po dan Eti.


"Qis, kamu ngga salah nyebut sepuluh juta? Satu juta mungkin Qis, masa baru masuk sepuluh juta."


Po masih belum begitu percaya dengan apa yang ia dengar.


Tentu saja jumlah itu menurut Po dan yang lain sangat besar.


Balqis tertawa kecil.


"Ya tadinya aku juga mikirnya Albar salah ketik, tapi ternyata memang segitu."


Eti dan Po melongo, untuk meyakinkan mereka Balqis men screenshot chat Albar soal gaji pertama untuk Bang Zul dan mengirimkannya di grup chat mereka.


Eti, Po langsung melihatnya dan memberikannya ke Bang Zul juga.


"Jadi sepuluh juta itu cuma jaga malam gantiin Pak Wagiman, dan juga jadi supir karena Bang Pardi akan kembali di tempat Nona Flo?"


Tanya Bang Zul.


Balqis mengangguk.


"Eti kalau mau belajar mobil juga boleh pakai mobil yang kecil, yang matic, nanti diajari Bang Zul sekalian, Po dan Dinda juga."


Kata Balqis.


"Kamu nggak belajar Qis?"


Tanya Bang Zul.


Balqis tampak tersenyum saja mendengar pertanyaan Bang Zul.


"Aqis nggak boleh belajar mobil, Albar bisa bayar supir sepuluh orang lebih kalau mau, khusus buat antar Balqis, Nyonya besar pantang bawa mobil sendiri, nanti kelihatan nggak sanggup bayar supir."


Kata Eti membuat Balqis menimpuknya dengan bantal sofa dan semuanya tertawa.


Bang Zul mantuk-mantuk.


"Tapi memang bener sih Qis, memang kalau orang udah tajir di atas rata-rata nggak ada yang bawa mobil sendiri, mereka pasti pakai supir."


Kata Bang Zul.

__ADS_1


"Nah kan apa aku bilang."


Eti cekikikan.


"Ya sudah, makasih banget ya Qis, sampaikan ke Albar, aku benar-benar berterimakasih untuk kesempatan kerjanya dan juga gajian yang sebanyak itu. Aku jadi nggak usah khawatir biayain Po sampai lulusan nanti, sekalian juga buat ngirimin orangtua di kampung."


Kata Bang Zul terharu.


Balqis mengangguk.


"Sama-sama Bang, nanti Aqis pasti akan sampaikan ke Albar, besok Bang Zul langsung pindah saja dari kontrakan ke sini, jadi tidak usah bolak-balik dan juga hemat pengeluaran, kita makan dan tinggal sama-sama di sini sebagai keluarga besar."


Ujar Balqis.


"Dinda ke mana sih?"


Eti celingak-celinguk sambil berdiri.


"Aku mau bikin salad, kalian mau nggak?"


Tanya Eti.


"Iya dong Et, banyakin melonnya."


Kata Po langsung.


"Dinda tadi lagi telfonan dengan Bang Fajar lagi, kayaknya minta dicarikan burung dan ikan sekalian kalau Bang Fajar lusa datang."


Ujar Balqis yang kemudian meraih remote TV untuk mengganti channel TV.


"Buat apa sih burung sama ikan?"


Tanya Po sambil menata bantal sofa di atas karpet dan dia tampak rebahan di sana.


"Untuk nanti di lepaskan di hutan dan danau kampus."


Jawab Balqis.


"Ooh, ada kegiatan begitu juga?"


Tanya Po.


Balqis mengangguk.


Balqis baru akan mengganti channel lagi saat hp nya ada pesan masuk.


Balqis segera meraihnya dan terlihat Albar yang mengirim pesan gambar gaun pengantin.



[Bagus nggak? Pasti bagus kalau kamu nanti pakai]


Balqis seketika tertawa melihat pesan Albar.


"Eh apaan sih Qis?"


Po penasaran, ia jadi bangun dan mendekati Balqis untuk melongok ke layar hp Balqis.


"Ya Allah, si bucin."


Po jadi ikut tertawa.


**---------------**

__ADS_1


__ADS_2