
"Maaf ya, semua hanya bisa disiapkan seadanya, tapi ini benar-benar telah kami usahakan semaksimal yang kami bisa Nyonya,"
Kata Wak Icih pada Maminya Albar yang tampak duduk dengan anggun macam burung merak,
Mami Albar menyunggingkan senyumannya yang semanis madu asli,
"Ini juga sudah luar biasa kok Wak Icih, saya bahkan tidak menyangka jika sampai mendapat sambutan seistimewa hari ini, terimakasih banyak,"
Kata Mami Albar,
Wak Icih sekeluarga, pun juga orang-orang yang telah turut serta menyukseskan persiapan menyambut kedatangan Balqis dan Albar berserta rombongan pun seketika langsung terlihat lega bahkan juga bersyukur karena sang tamu istimewa ternyata tak kecewa dengan semua yang telah mereka usahakan,
Selanjutnya, Mami Albar kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya ke kampung halaman Aki,
Selain ingin ziarah ke makam Aki, karena bagaimanapun Aki lah yang telah membesarkan Balqis selama ini, Balqis juga ingin meminta doa restu pada keluarga Wak Icih yang baginya tentu adalah keluarganya pula,
Wak Icih yang merasa dianggap keluarga oleh Balqis, yang tak dilupakan begitu saja meskipun Balqis sebentar lagi akan menjadi isteri dari seorang mantan idol yang juga bukan orang sembarangan, tentu saja langsung terharu biru hijau merah kuning dan ungu,
"Terimakasih selama ini telah begitu baik pada Akis ya Wak,"
__ADS_1
Kata Balqis yang kemudian diberikan waktu oleh Mami Albar untuk menyampaikan satu dua patah kata,
Balqis tak lupa sungkem pada Wak Icih, yang baginya tentu kini seperti pengganti Aki, orangtua nya sendiri,
Meski pun Balqis kini telah mengenal keluarga aslinya yang dari ayah ibu kandungnya, namun tetap saja, keterikatan batin Balqis jauh lebih dekat dengan keluarga Aki di Tasik yang telah bersamanya sejak kecil dulu,
Wak Icih menangis, Balqis juga sama,
Semua jadi ikut meneteskan air mata,
"Maafkan Balqis ya Wak, jika Balqis selama tinggal di sini sering merepotkan Uwak, sering salah bicara, atau bahkan ada banyak kelakuan Balqis yang Uwak sekeluarga tidak berkenan,"
"Aduh, tidak Akis, sama sekali tidak ada yang demikian, kamu anak yang baik, penurut, sholihah, pokoknya paket komplit dan istimewa tiada cela,"
Kata Uwak seraya mengelus kepala Balqis,
Balqis menangis penuh haru, terasa sekali kasih sayang yang diberikan oleh keluarga Uwak adalah kasih sayang yang tulus dari hati yang paling dalam,
Setelah acara sungkem, maka Mami Albar pun menyampaikan apa yang menjadi inti dari kedatangannya pula, yang di mana pastinya adalah mengundang keluarga Tasik agar turut hadir dalam acara utama pernikahan Albar dan Balqis,
__ADS_1
Mami Albar menyampaikan pula jika nanti semuanya akan difasilitasi oleh pihak Maminya Albar, dari transportasi, hingga tempat menginap yang pastinya adalah di hotel bintang di ibu kota,
"Kami tentu akan datang, hari bahagia Akis tentu kami harus ikut menjadi saksi,"
Kata Suami Wak Icih yang disambut senyum bahagia semuanya,
"Siapapun yang ingin datang, silahkan ya, saya sangat bahagia jika semua menyempatkan diri hadir,"
Kata Mami Albar, membuat semua yang ada di sana pun senyumnya semakin lebar dan memanjang bagai sungai serayu,
Setelah acara ramah tamah yang cukup lama, akhirnya sampailah mereka pada acara menikmati jamuan makan yang sudah ditunggu Fajar sejak pertama turun dari mobil,
Meski di tempat makan yang sempat mereka singgahi sempat makan banyak, tapi karena mereka setelah makan masih harus melanjutkan perjalanan beberapa jam lagi, akhirnya perut pun jadi terasa kembali keroncongan,
"Sikaaat..."
Kata Fajar penuh semangat, yang lansung kena tabok Ibunya.
**--------------**
__ADS_1