
Balqis dan teman-temannya serta Teh Inggit, Teh Nurul, sampai Navie, semua duduk lesehan di atas karpet ruangan sambil menghadap TV.
Mereka tampak menikmati acara yang tengah diadakan salah satu perusahaan terkemuka yang tengah meresmikan salah satu usaha hotelnya.
"Eh itu Albar."
Eti histeris melihat Albar yang masih duduk di kursi tamu tersorot kamera, sementara di panggung tampak dua perempuan tengah membawakan lagu yang tentu saja generasi Balqis tidak tahu itu lagu apa.
"Aaaah jadi pengin di sana ya, kayaknya rame banget, eh yang hadir kayaknya kelihatan ya orang-orang perlente semua."
Kata Eti.
"Itu Albar duduk satu meja sama Emak-Emak siapa sih, cantik banget, buset ya kayak Syahrini, cetar membahana badai."
Ujar Po.
"Mana? Mana?"
Eti yang tadi hanya fokus pada Albarnya jadi tidak sadar Albar duduk dengan siapa.
"Ya udah ngga kelihatan lah, makanya mata dipake, jangan pake jengkol."
Seloroh Po.
Eti langsung narik jilbab Po.
"Iiikh kalian mah berisik, rusuh."
Dinda menaboki keduanya.
"Hahaha... Dinda nih kalo marah udah kayak Emak aku deh."
Kata Eti.
"Hahaha... Sialan."
Dinda tertawa tapi sambil menabok Eti lagi.
Balqis sendiri hanya senyum-senyum saja melihat kelakuan teman-temannya.
Di luar hujan masih turun, tak begitu deras untungnya, jadi sinyal masih cukup bagus.
"Nah anget-anget ini buat teman nonton Albar."
Tiba-tiba Wa Icih muncul dari pintu belakang dan membawa dua piring berisi lumpia dan goreng pisang.
"Asiiiik..."
Semua menyambut senang.
Tak lama di layar kaca terlihat Albar diminta naik ke atas panggung. Ia begitu tampan dan mempesona dengan senyumnya.
Para tamu yang hadir bertepuk tangan, begitu juga di rumah Balqis, semua tepuk tangan seolah menonton langsung di tempat.
Albar tampak memberikan sambutan sebentar, mengucap terimakasih kepada Tuan Zion yang memberikannya kesempatan untuk tampil lagi setelah peristiwa yang kurang mengenakkan, lalu ia juga meminta maaf bilamana nanti penampilannya dirasa kurang maksimal mengingat ini adalah kali pertama Albar tampil lagi.
"Ngga apa Albaaaaar, pokoknya i love uuuuu fuuuuuul."
Kata Eti.
"Whooooiii sadar whoooi... Ini ada bininya."
Po menjitak kepala Eti.
"Hahahaha... Maap maap Qis, tenang aku cuma ngepens aja."
Kata Eti pada Balqis yang hanya tertawa.
Ia tahu jika urusan hati Eti sebetulnya ada satu yang sangat ia sukai. Ah tentu saja, Ridwan, sang ketua OSIS di sekolah mereka.
Ketua OSIS yang hafidz Qur'an itu sudah Eti taksir sejak dua tahun lalu, tapi ya itulah, dia hanya berani menjadi pengagum rahasia cowok sholeh itu.
Mereka fokus pada Albar lagi yang kini akan bersiap menyanyikan satu lagu pembuka.
__ADS_1
"Lagu ini saya pilih karena saya ingin tujukan untuk seseorang yang merubah banyak hal dalam diri saya."
Kata Albar Harrys sambil tersenyum. Gemuruh tepuk tangan terdengar di sepenjuru ruangan.
"Adera Ega, Lebih Indah, untuk kamu Balqis'ku, dan untuk kalian semua yang telah mendapatkan pasangan terbaik. Semoga kita semua selalu bahagia dalam cinta."
Kembali semua bertepuk tangan, termasuk Flo dari sebelah Mami Albar yang terlihat tetap berusaha tersenyum meskipun jelas sekali rasanya masam.
Tapi Flo tampaknya memang tak mau peduli, dan tak ingin peduli dengan sikap Mami Albar. Ia jelas berada di pihak Albar seutuhnya.
"Gas pol Broooo..."
Kata Flo membuat Mami Albar melirik Flo sedikit kesal.
Sementara di rumah Balqis sendiri tentu saja semua langsung menggoda Balqis begitu Albar menyebut BALQIS'KU...
"Ciyeeeeeee.... Aqiiiiiis..."
Po dan Eti terus menggoda Balqis yang jadi menutupi wajahnya karena memerah menahan malu.
Albar terdengar mulai memainkan gitarnya, dan musik pengiring mulai terdengar...
...🎶Saat ku tenggelam dalam sendu...
...Waktu pun enggan untuk berlalu...
...Ku berjanji 'tuk menutup pintu hatiku...
...Entah untuk siapapun itu...
...Semakin kulihat masa lalu...
...Semakin hatiku tak menentu...
...Tetapi satu sinar terangi jiwaku...
...Saat ku melihat senyummu...
...Dan kau hadir merubah segalanya...
...Menjadi lebih indah...
...Kau bawa cintaku setinggi angkasa...
...Membuatku merasa sempurna...
...'Tuk menjalani hidup...
...Berdua denganmu selama-lamanya...
...Kaulah yang terbaik untukku...
...Kini ku ingin hentikan waktu...
...Bila kau ada di dekatku...
...Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku...
...'Kan ku petik satu untukmu 🎶...
...Dan kau hadir merubah segalanya...
...Menjadi lebih indah...
...Kau bawa cintaku setinggi angkasa...
...Membuatku merasa sempurna...
...'Tuk menjalani hidup...
...Berdua denganmu selama-lamanya...
...Kaulah yang terbaik untukku🎶...
__ADS_1
Tampak semua kembali tepuk tangan. Untuk ukuran penampilan pertama Albar setelah cukup lama vakum, penyanyi muda berbakat itu nyatanya masih sangat memukau penonton.
Caranya membawakan lagu dan menghidupkan suasana sangat ia kuasai. Belum lagi suara nya yang merdu saat menyanyikan lagu Adera itu sungguh pas hingga menciptakan suasana yang begitu asik.
"Semua..."
Albar mengajak semua menyanyikan Reff lagu Lebih Indah milik Adera itu.
...🎶Dan kau hadir merubah segalanya...
...Menjadi lebih indah...
...Kau bawa cintaku setinggi angkasa...
...Membuatku merasa sempurna...
...'Tuk menjalani hidup...
...Berdua denganmu selama-lamanya...
...Kaulah yang terbaik untukku🎶...
Terlihat dari bangku para tamu riuh kembali, terutama tamu-tamu undangan yang membawa putra-putri mereka, terlihat banyak dari mereka tak segan meringsek ke depan dan ikut bernyanyi serta berfoto, juga merekam penampilan Albar.
Eti dan Po juga ikut menyanyi, begitu juga Teh Inggit dan Teh Nurul.
Bersamaan dengan itu Bang Fajar tiba-tiba muncul, ia baru pulang mengantar semua nasi berkat.
"Eh aku ketinggalan nih kayaknya."
Kata Bang Fajar yang sambil membuka jas hujan nya di depan pintu rumah yang memang dibiarkan terbuka.
"Iya Bang, ayo cepet."
Kata Eti.
Dinda sendiri begitu melihat Bang Fajar datang dan tampak kedinginan langsung inisiatif berdiri dan pergi ke dapur untuk membuatkan minuman hangat.
"Itu Albar? Wah ganteng banget dia."
Bang Fajar ambil posisi paling depan.
"Yeeee... Pendatang baru duduk belakang laaaaah."
Semua jadi protes, Eti menarik Bang Fajar dari belakang hingga Bang Fajar terjungkal.
"Hahahaha..."
Semua tertawa.
Di TV kini tampak Albar akan masuk lagu kedua.
Para tamu diminta request lagu untuk dinyanyikan Albar.
"Yaaaaah aku pengin ke sanaaaaa."
Kata Eti.
"Lah kamu ke sana nanti satu gedung kamu buluk sendiri."
Seloroh Po.
"Enak aja buluk, sandal kamu yang buluk mah."
Eti menarik ujung jilbab Po lagi.
Hhhh... Balqis menghela nafas.
Iya juga benar kata Po, seandainya Balqis ada di sana, apakah juga akan terlihat buluk seperti kata Po?
Jelas mereka yang ada di sana adalah para borjuis, orang-orang kelas atas yang mainannya saham perusahaan, bahkan anak-anak muda yang ada di sana juga pasti sudah tahu soal bisnis orangtuanya.
Sementara Balqis? Ah Balqis ngurus usaha Ayam Aki saja tidak bisa. Batin Balqis ciut.
__ADS_1
**------------**