Terjebak Cinta Sang Idol

Terjebak Cinta Sang Idol
150. Menjemput Albar


__ADS_3

"Ya, dengan Lisa asisten Nona Flora dari cafe Flora di sini, apa ada yang bisa saya banting?"


Lisa menjawabkan panggilan Indra pada hp Flo.


"Ngg... Nona Flo apakah ada? Saya ada pentung, eh penting."


Sahut Indra.


Lisa menatap Flo yang ikut mendengarkan panggilan telfon Indra yang di load speaker.


Flo memberikan isyarat agar Lisa mengatakan Flo sedang tanggung.


"Ah ya, ada Tuan, tapi Nona Flo sedang tanggung, ada apa ya?"


Tanya Lisa.


"Ooh lagi tanggung ya? Apa sangat mendesak hingga tak bisa menjawab telfon?"


Tanya Indra pula.


Flo geleng-geleng, ia memang sengaja begitu supaya terlihat tak terlalu bucin.


Lalu...


"Ngg Tidak Tuan, ini soalnya Nona Flo baru saja masuk toilet, dia sepertinya sedang mulaaaas sekali."


Kata Lisa.


Dan tentu saja Flo langsung histeris.


"Hei kenapa begitu? Apa tidak ada yang lebih elit, kenap malah mulas?"


Lisa langsung kena omelan maut bos nya.


Lisa jadi keder.


Lha kan alasan tanggung yang paling tak memungkinkan jawab telfon cuma kebelet BAB.


Sementara Indra yang jadi mendengar suara Flo akhirnya malah tertawa.


"Aduh ada-ada saja, sudah... sudah... saya tahu Nona Flo ada di situ, tolong sampaikan saya di depan cafe."


Kata Indra akhirnya.


Flo tambah membulatkan matanya.


Apaaaaa?


Di depan cafe?

__ADS_1


Flo akhirnya menyambar hp nya dari Lisa.


Mematikan hp itu cepat.


"Lisa, kamu jangan pulang dulu sebelum aku sampai lagi di sini, mengerti? Jagain Luni."


Kata Flo yang kemudian langsung panik lari menuju keluar cafe.


Lisa geleng-geleng kepala jadinya melihat kelakuan bosnya.


Lisa tahu sebenarnya Nona Flo menyukai Bang Indra, begitu juga sebaliknya.


Lisa pikir orang tajir kalau jatuh cinta tidak aneh, ternyata malah lebih aneh-aneh. Lisa cengar-cengir melihat Flo yang keluar dari cafe untuk menemui Indra.


Flo melongo melihat Indra yang ternyata menelfon sudah berdiri di depan cafe, ia tampak sangat kece badai tornado.


"A... Aku tidak tahu kalau acara cat lovers hari ini."


Kata Flo.


"Di grup kan tadi ada yang share."


Sahut Indra.


"Oh iyakah?"


Flo langsung gugup karena ketahuan ia belum melihat isi grup cat lovers nya.


Selain supaya Flo terlihat benar-benar bagiana dari manusia pecinta kucing, Flo juga ingin memata-matai barangkali Indra ternyata memiliki gebetan sesama pecinta kucing yang tergabung dalam grup.


Atau juga minimal, Flo jaga-jaga, siapa tahu di dalam komunitas manusia pecinta kucing itu ada gadis atau janda di sana yang tertarik pada Duda ganteng bernama Indra itu.


"Tapi... saudaraku sebentar lagi akan tiba di bandara, dia baru pulang hari ini dari Perth."


Kata Flo akhirnya.


"Ngg... Ya itulah sebabnya, aku belum ada waktu melihat postingan teman-teman di grup kita."


Flo beralasan lagi.


"Jadi saudara Flo mau datang?"


Tanya Indra.


Flo mengangguk.


"Ya, dia pulang mendadak, jadi ya begitulah, tapi memang sudah biasa sih kalau dia mah merepotkan."


Kata Flo lagi.

__ADS_1


Indra jadi tersenyum.


"Kalau begitu, aku antar saja bagaimana? Nanti sepulang kita jemput saudara Flo, kita bisa langsung ke tempat acara."


Ujar Indra.


Flo yang mendengarnya tentu saja rasanya ingin langsung merayap naik di tugu monas.


Mimpi apa aku?


Begitu akan menjemput Albar, tiba-tiba Indra datang dan menawarkan jasa mengantar.


"Ap... Apa tidak merepotkan?"


Flo basa-basi, pura-pura bertanya seolah ia sungguh-sungguh tak enak meskipun sebetulnya hati kecilnya berharap jika Indra akan bilang, aku justeru ingin mengantarmu ke manapun kamu ingin pergi.


Mau ke mall? Mau ke kebun binatang? Ke sawah? ke hutan? Ke pantai? Ke bulan? ke luar galaksi bima sakti?


Flo menatap Indra yang tersenyum manis, semanis kolak bulan Ramadhan.


"Tidak apa Flo, ayuk aku antar, sekalian aku juga ingin kenal saudara kamu, boleh kan?"


Hmmm...


Apa ini?


Apa ini kode?


Apa ini tanda-tanda?


Flo langsung jadi GR seketika.


"Ah yah tentu, kamu tidak akan menyesal berkenalan dengan saudaraku, meskipun dia agak pekok, tapi dia anak yang baik."


Kata Flo.


Indra mengangguk.


Flo akhirnya memberikan kunci mobilnya pada Indra yang kemudian diajak Flo menuju salah satu mobil milik Flo .


Indra mengikuti Flo, membuka kunci, dan kemudian membukakan pintu mobil untuk Flo.


Flo tersenyum sambil mengangguk kecil mendapatkan perlakuan begitu manis dari Indra.


Yah Flo...


Flo yang tomboi, Flo yang begitu terbiasa mandiri, Flo yang selama ini terkesan cuek, pada akhirnya ia pun tetap memiliki sisi perempuannya, yang tak bisa menolak perlakuan manis laki-laki yang ia sukai.


Setelah memastikan Flo duduk di dalam mobil dengan nyaman, Indra segera menyusul masuk, duduk di belakang kemudi di samping Flo dan siap menjemput impian, eh menjemput Albar Harris si saudara Flo yang sebentar lagi akan tiba di Indonesia.

__ADS_1


**--------------**


__ADS_2