
Hari berlalu begitu cepat, hingga hari H pernikahan Balqis dan Albar akhirnya pun tiba,
Pesta pernikahan yang cetar membahana menggelegar seluruh alam semesta raya pun digelar di salah satu hotel termewah di Jakarta, yang tentu saja para tamu undangannya adalah dari semua kalangan,
Dari yang super kaya, yang kaya, yang agak kaya, yang baru kaya, yang pura-pura kaya, sampai yang biasa saja, pokoknya kali ini Maminya Albar pada akhirnya memutuskan merubah seluruh tatanan hidup dan pandangannya,
Ia yang dulu biasanya selalu eksklusip dan eksekutip, sekarang berusaha untuk tidak lagi sekaku itu,
Bagaimanapun kedatangan Balqis dalam keluarganya dengan seluruh peristiwa yang mengawali takdir mereka dipersatukan memaksa Mami nya Albar harus merubah haluan dirinya dalam segala hal,
Apalagi...
Mami tampak menatap Albar, putra satu-satunya yang tampan rupawan bagai rembulan yang bersinar di malam yang terang itu kini sudah semakin tampan dengan setelan baju adat Sunda yang dipilih untuk acara akad nikahnya,
Mami matanya berkaca-kaca, rasanya nyaris tak percaya anak bandel itu kini akan menikah dan memilih akan menjadi laki-laki yang bertanggungjawab atas diri Balqis seumur hidupnya,
Tok... tok... tok...
Terdengar ketukan di pintu kamar hotel dari luar, yang tak lama kemudian pintu itu terbuka dan terlihat Flo yang masuk,
"Sudah siap, cepet,"
Kata Flo pada Albar yang menoleh ke arahnya, begitu juga Mami dan yang membantu Albar menyiapkan diri dalam balutan busana adaT Sunda nya,
"Tunggu, sebentar lagi, jantungku mau lepas,"
Ujar Albar,
Flo menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya dan menghampiri Mami nya Albar,
Tampak Flo hari ini begitu cantik, bahkan Mami Albar juga sampai pangling melihat keponakannya,
"Cantik kamu Flo, baru sadar kalau kamu itu perempuan,"
Kata Mami membuat Flo langsung mengerucutkan bibirnya,
Albar yang ingin tertawa langsung ditabok sang perias,
"Jangan tertawa, nanti jantungnya lepas beneran,"
__ADS_1
Kata si perias yang terlihat sosoknya begitu macho tapi suaranya kemayu,
"Sudah Al, jangan buang-buang waktu, ayok,"
Mami mendekati sang putra, yang lantas menggandengnya untuk keluar dari kamar hotel diiringi Flo,
Di luar kamar tampak keluarga Albar yang termasuk Mami nya Flo dan juga saudara Flo terlihat telah siap mengiring,
Wajah-wajah orang kaya yang sebagiannya merupakan sosok-sosok keturunan Indo benar-benar bening dipandang mata,
"Weh, bintang kita hari ini siap melepas masa lajang, jangan lupa lempar bunga,"
Kata salah satu saudara Albar yang rambutnya gondrong namun terlihat rapi karena diikat ke belakang,
Albar melirik Flo di dekatnya,
"Aku akan lemparkan ke Flo, biar dia kayak hari ini terus,"
Ujar Albar mengulum senyum, yang membuat semua langsung menyambut setuju, dan Flo jadi malu,
"Indra gimana? Dateng kan?"
"Hmm jadi namanya Indra,"
Kata Maminya Flo,
"Maaam,"
Flo menatap Maminya dengan lemas, rasanya ia ingin sekali menginjak kaki Albar andai ia tidak ingat Balqis,
Bagaimanapun, jika kaki Albar sampai bengkak dan gagal acara, yang kasihan pastinya Balqis, bukan? Hihihi...
Dan kemudian Mami Albar pun segera meminta semua bersiap, karena waktu akad nikah akan segera di laksanakan,
...****************...
"Qis, selamat ya, sekali lagi selamat,"
Kata Dinda memeluk Balqis dari samping kanannya, sedangkan Po juga ikut memeluk Balqis dari samping kiri Balqis,
__ADS_1
Balqis tampak sudah cantik berbalut busana adat sunda juga, ia duduk di sisi tempat tidur salah satu kamar hotel yang memang telah disiapkan untuk Balqis,
Gadis itu matanya tampak berkaca-kaca, degup jantungnya semakin bertambah kencang setiap detiknya,
"Sebentar lagi kamu akan resmi jadi Nyonya Albar, isteri sang idol,"
Kata Po,
Balqis menyunggingkan senyuman,
Ah yah, Po benar, isteri dari sang idol.
Sungguh, Balqis sampai saat ini terkadang masih merasa ini hanyalah seperti mimpi saja,
Ia bisa bertemu Albar di rumah Aki, lalu akhirnya terjebak cintanya, dan kini akhirnya mereka menikah,
"Kamu mulai sekarang akan terus bahagia Qis, aku berdoa selalu untukmu,"
Kata Dinda,
"Ya, benar, kamu akan bahagia terus Qis, aku juga sama seperti Dinda, berharap dan mendoakan yang terbaik untuk kamu Qis,"
Tambah Po,
Balqis tampak mengangguk sambil tersenyum,
"Terimakasih teman-teman, aku sangat beruntung memiliki kalian, buatku kalian jelas bukan hanya teman, tapi juga saudara,"
Ujar Balqis,
Dinda dan Po pun mengeratkan pelukan mereka,
Bertepatan dengan itu, Eti dan Teh Inggit tampak masuk ke dalam kamar hotel di mana Balqis berada,
"Albar dan keluarga sudah sampai di tempat akad nikah, bersiaplah Qis,"
Kata Eti,
Balqis pun mengangguk, ia kemudian berdiri dibantu Po dan Dinda untuk bersiap keluar dari kamar hotel untuk menuju tempat acara dilangsungkan.
__ADS_1
...****************...