Terjebak Cinta Sang Idol

Terjebak Cinta Sang Idol
158. Bukti


__ADS_3

"Lho bukannya itu Albar Harrys?"


"Ah iya itu Albar."


"Bener kan itu Albar."


"Hah Albar."


"Albaaaaaar..."


"Albaaaaaar..."


"Albaaaaaaaaaaaaar..."


Suasana cafe Flo pun seketika langsung ramai macam pasar wage Bumiayu.


Bukan hanya para pengunjung lain yang heboh berisik dan mulai sibuk mengambil foto Albar, merekam bahkan maju ke depan untuk bersalaman.


Melainkan juga Fajar pastinya, yang telah lama ingin kembali bertemu dengan Albar.


"Baaaar... May meeeeen..."


Fajar menyebut nama Albar dengan penuh semangat, bahkan nyaris melompat saking senangnya.


Sementara Albar yang tadinya akan turun untuk menemui Balqis, kini turun dari panggung pun jadi tak bisa karena banyak pengunjung cewek minta foto dan tandatangan.


Flo geleng-geleng kepala.


Tidak menyangka ternyata Albar masih cukup diminati di saat ia sudah vakum cukup lama dari dunia hiburan.


"Kak... kak Flo, ben... benarkah itu Albar?"


Balqis yang syok melihat Albar kini ada di panggung cafe suaranya terbata-bata.


Flo tersenyum ke arah Balqis, yang kini teman-temannya juga menatap ke arah Balqis seolah ikut merasakan kagetnya Balqis dengan kehadiran Albar yang tiba-tiba sudah ada di sana.


"Maaf Qis, tadinya Albar ingin kasih kejutan dia pulang mau nemuin kamu di rumah, tapi biar adil, jadi kak Flo bikin kalian sama-sama terkejut saja, itu Albar juga tidak tahu kamu akan ke sini, hahahaha..."


Flo tertawa, yang kemudian disambut tawa yang lain juga.


"Sadis ikh kak Flo mah, Balqis sama Albar sama-sama mau pingsan itu."


Kata Eti.


Balqis yang mendengar jadi tertawa meski ia benar-benar malu sekaligus masih berusaha meredakan syok dalam dirinya.


Beberapa pelayan cafe membantu Albar menenangkan para pengunjung yang terus meringsek ingin berfoto dan salaman serta minta tandatangan.


Setelah keadaan lebih terkendali, barulah Albar akhirnya permisi sebentar untuk menuju meja di mana Balqis duduk bersama Flo dan juga teman-temannya.


"Ciyeeeee Aqiiiiiis."


Eti dan Po langsung menggoda Balqis manakala Albar akhirnya mendekat.


Balqis menatap Albar yang tersenyum sangat manis.


Andai boleh, ingin sebetulnya Balqis lari dan memeluk Albar sekarang.


Menangis bila perlu sampai hatinya puas dan lega.

__ADS_1


Sungguh sepanjang hari kemarin hingga beberapa waktu tadi, Balqis masih begitu mencemaskan keadaan Albar.


Tapi...


Apa ini?


Yang dicemaskan justeru kini berdiri di depannya, dan...


"Aku pulang."


Kata Albar seraya mengulurkan tangannya ke arah Balqis dan membuat semuanya berciye ciye...


Balqis wajahnya merona merah, berdiri dan mendekati Albar yang mengusap kepala Balqis dengan lembut.


"Maaf, bikin kamu kaget, aku juga sama Qis, ini ulah si usil."


Kata Albar yang lantas memandang ke arah Flo yang asik terpingkal di atas tempat duduknya.


Balqis tersenyum,


"Bar, aku juga datang Bar."


Fajar yang tak mau dikacangi terdengar bersuara, memaksa Albar menoleh ke arahnya.


"Wedeeeeh, Jur, kamu masih di Jakarta."


Albar tampak tersenyum lebar melihat Fajar yang dengan semangat menghampirinya lalu bersalaman dengan erat.


"Kamu makin tampan saja Bar, dibagi sedikit kek buat aku."


Ujar Fajar membuat semuanya tertawa.


"Nanti habis tampil duduk di lantai atas saja."


Kata Albar pada Balqis.


"Whei, ingat di lantai atas tetap ada CCTV."


Ujar Flo, membuat Albar menjitak kepalanya.


"Kamu pikir kami mau apa?"


Memancing tawa yang lain lagi, dan Flo jelas makin terpingkal.


Tak peduli bagaimana Balqis kini wajahnya sudah merah seperti stroberi.


Albar berjalan ke arah panggung, meraih gitarnya, dan...


"Oke, karena saat ini ada kekasih saya, yang mana juga calon isteri saya, maka saya akan menyanyikan satu lagu dari Virgoun, untuk dia yang paling istimewa."


Albar memetik gitarnya...


Tepuk tangan bergemuruh, Balqis di tempatnya matanya mulai berkaca-kaca.


"Bukti, Virgoun..."


Albar memulai petikan gitarnya membuka awal lagu.


🎶Memenangkan hatiku bukanlah

__ADS_1


satu hal yang mudah


Kau berhasil membuatku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu bukanlah satu hal yang mudah


Namun sedetikpun kau tak pernah berpaling dariku


Beruntungnya aku...


dimiliki kamu...


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati..


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi..


Tentang terang dan gelapnya hidup ini...


Kaulah bentuk terindah...


Dari baiknya Tuhan padaku...


Waktu tak mengusaikan cantikmu...


Kau wanita terhebat bagiku...


Tolong kamu camkan itu... 🎶


"Semua..."


Albar mengajak semua menyanyikan reff nya...


🎶Beruntungnya aku...


dimiliki kamu...


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati..


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi..


Tentang terang dan gelapnya hidup ini...


Kaulah bentuk terindah...


Dari baiknya Tuhan padaku...


Waktu tak mengusaikan cantikmu...


Kau wanita terhebat bagiku...


Tolong kamu camkan itu... 🎶


Albar menatap Balqis dari panggung, senyumannya luruh bersama rasa cinta dan rindunya pada satu-satunya gadis yang mampu memiliki hatinya utuh.


**------------**

__ADS_1


__ADS_2