
Acara makan malam yang penuh dengan kebahagiaan yang bercampur dengan segala macam jenis kolesterol akhirnya berakhir saat Maminya Albar pamit pulang duluan.
Maminya Albar sepertinya memang benar-benar kelelahan, dan saat ini ia ingin berendam air hangat sebelum nanti pergi tidur.
"Kamu mau tidur di rumah Mami atau rumah sendiri Al?"
Tanya Mami pada Albar.
"Tidur di rumah sendiri saja Mam, lagi pengin ngobrol sama Bang Fajar."
Kata Albar.
"Ah juragan ayam itu?"
Mami ingat Albar pernah bercerita soal Fajar.
"Tidak diajak dia makan malam? Kasihan udah di Jakarta, ajakin muter-muter."
Ujar Mami.
Albar nyengir, karena membayangkan Fajar diputar-putar macam gangsing.
"Iya, nanti diputar-putar sampe pusing."
Sahut Albar asal seperti biasa.
Mami kemudian keluar dari cafe menuju mobil pribadinya yang kini telah tampak sang driver menjemput.
"Apa kamu saja Flo yang tidur di rumah Bu Dhe?"
Tanya Mami.
"Iya Bu Dhe, nanti Flo ke tempat Bu Dhe kalau cafe sudah tutup,"
"Bener lho ya."
Mami Albar mencubit pipi Flo, membuat Indra di sebelah Flo jadi senyum-senyum.
Dan Mami Albar menabok lengan Indra,
__ADS_1
"Tenang, nanti Bu Dhe paksa Mami Papi Flo kasih restu, yang penting yang sayang sama Flo ya."
Ujar Mami nya Albar.
Indra tampak mantuk-mantuk mengiyakan.
"Ciyeeee... ciyeeee..."
Albar menggoda keduanya,
"Apa sih,"
Flo menarik rambut Albar yang sedang agak gondrong, meskipun tentu saja, Flo tak bisa menyembunyikan rona merah pipinya karena malu sekaligus senang.
Ah mimpi apa sebetulnya ia, karena tiba-tiba ia dan Indra dipertemukan dalam satu meja lalu langsung ketemu Maminya Albar.
"Mami pulang dulu ya, kalian rehat, besok sore saja kita pergi ke Tasik, Mami mau ketemu Nyonya Zia dulu."
Kata Mami.
"Ya Mam."
Jawab Albar.
"Pulang sekarang kan Bal?"
Tanya Albar.
Haiiish... Mendengar Albar masih saja memanggil Balqis dengan Bal membuat Flo mendesis, ia juga menabok lengan Albar.
"Panggil yang bener kek."
Ujar Flo pada Albar yang nyengir ke arahnya.
"Kenapa emangnya? Yang punya nama aja santai."
"Ya kamu sih Qis, mau aja dipanggil Bal."
Kata Flo, membuat Balqis tertawa kecil.
__ADS_1
"Ya kan daripada Qis, nanti dikira aku minta kan tidak bakal mau dia."
Seloroh Albar membuat Balqis jadi terpaksa mencubit pinggang Albar.
Albar tertawa sambil menghindar cubitan tangan Balqis lagi.
"Heran, orang nggak jelas begitu pernah jadi idola ya Qis,"
Kata Flo membuat Balqis tertawa, begitu juga Indra yang jadi ikut tertawa.
Albar menatap langit malam ini yang terlihat cukup terang karena sinar bulan purnama.
Ya, purnama yang telah bulat sempurna, begitu tampak indah dipandang mata.
Albar lantas memanggil Balqis karena mereka harus pulang.
"Eti sekalian ajakin pulang tidak?"
Tanya Albar pada Balqis.
Tampak Balqis menatap Flo sebagai majikan Eti.
Flo menggeleng,
"Biar Eti nginap di sini saja ya sampai besok nemenin Lisa, soalnya ini aku pengin nginap di rumah Bu Dhe."
Ujar Flo.
"Kamu serius mau tidur di rumah Mami?"
Tanya Albar,
"Iya,"
Flo mengangguk.
"Ya udah deh, kebeneran buat nemenin Mami."
"Iya mau ngobrol sesama perempuan."
__ADS_1
Kata Flo, membuat Albar langsung ciye ciye lagi pada Flo dan Indra.
**---------------**