
Di acara jamuan makan malam yang bukan hanya dihadiri keluarga pemilik perusahaan raksasa Alpha Centauri, jamuan makan malam itu juga dihadiri pemilik perusahaan Takashi dari Jepang.
Pengusaha asal Jepang yang terkenal sangat dermawan itu juga mengajak serta putri-putrinya dan juga putra menantunya.
Albar dari tempat duduknya yang terpisah dari para pembesar, tampak menatap acara ramah tamah para pengusaha dan keluarganya itu.
Sejenak ia menghela nafas. Terbayang rasanya bilamana ia mengikuti jejak kedua orangtuanya menjadi pengusaha juga, itu berarti ia juga akan menjalani kehidupan yang tak jauh berbeda dengan Tuan Zion.
Sanggupkah aku? Batin Albar.
Asik merenungi kehidupannya sendiri membuat Albar tak sadar jika Flo mendatanginya dan memberikan secarik kertas yang berisi tulisan tangan Nona Eva di mana ada beberapa lagu yang masuk list untuk dibawakan Albar, termasuk lagu debut Albar, ah satu-satunya single milik Albar Harrys sebagai penyanyi. Hehe...
Baris pertama yang merupakan request dari si pemilik acara adalah lagu lama dari Ronan Keating, berjudul When You Say Nothing At All.
Setelah Flo kemudian juga memberikan kertas berisi request pula pada bagian pengiring musik dan sepertinya semua oke, Albar baru naik panggung dan tampak memberi salam pada semuanya.
Bersamaan dengan itu pelayan membawakan hidangan Appetizer untuk para hadirin.
Semua yang hadir di jamuan makan malam itu telah berada di tempat duduk mereka, menatap Albar yang kini seolah menjadi pusat mata mereka memandang.
Albar kemudian sedikit membuka penampilannya dengan ucapan selamat malam dan bla bla bla yang lain.
Baru setelah itu ia masuk pada intinya di mana ia akan menyanyikan lagu lama milik Ronan Keating sesuai request dari Nona Eva.
"Sesungguhnya bagi pria, kehadiran seorang perempuan baik di sisinya, yang mencintai dan menerima sisi pria apa adanya adalah sebuah berkah. Tanpa banyak katapun, pria bisa merasakan cinta perempuan yang tulus untuknya, semoga semua berbahagia dengan pasangan masing-masing."
Kata Albar Harrys mengawali lagunya, membuat semua bertepuk tangan, terutama para pria-pria tampan di sana.
Musik pengiring terdengar mengalun merdu. Albar kemudian menyanyikan lagu pertamanya.
🎶 Its amazing how you can speak right to my heart...
Without saying a word you can light up the dark...
Try a i may i can never explain...
What i hear whe you don't say a thing...
The smile on your face let's me know that you need me...
There's a truth in your eyes saying you'll never leave me...
The touch of your hand says you'll catch me, wherever i fall...
You sat it best, when you say nothing at all...
Albar kemudian turun dari panggung kecil yang ada di ruangan, ia berjalan menuju meja di mana Nona Zizi, Nona Eva dan Tuan Muda Ali serta putra putri pengusaha Jepang duduk berkumpul melingkari meja.
Albar mengarahkan mic pada Nona Zizi, putri Tuan Zion yang dengan cepat langsung memindahkannya pada seorang perempuan muda yang tengah hamil di sebelahnya.
Perempuan itu matanya membulat lalu kemudian tersenyum malu-malu menyambut mic yang diberikan padanya.
Laki-laki tampan yang duduk di sebelah perempuan cantik yang sedang hamil itu tampak tersenyum dan juga mengelus punggung perempuan itu dengan lembut.
Perempuan muda itupun akhirnya berdiri, Albar Harrys tersenyum di sampingnya, menunggu perempuan itu mau menyanyikan bait selanjutnya mengikuti musik...
🎶All day long i can hear people talking out loud...
__ADS_1
Albar mengajak semua tepuk tangan begitu perempuan itu menyanyi dan suaranya merdu sekali, semuapun serentak bertepuk tangan.
Perempuan muda cantik itu kembali tersenyum-senyum malu...
🎶But when you hold me near...
You drown out the crowd...
Try as the may, the can never defy...
Whats been said betweeen your heart and mine🎶
"Terimakasih..."
Albar tersenyum dan membungkukkan tubuhnya sedikit memberi salam.
Lalu Albar menerima mic dari perempuan muda itu lagi, dan berjalan ke arah panggung kembali seraya menyanyikan reff lagu when you say nothing at all.
🎶The smile on your face let's me know that you need me...
There's a truth in your eyes saying you'll never leave me...
The touch of your hand says you'll catch me, wherever i fall...
You say it best, when you say nothing at all...🎶
**-----------**
Pukul sembilan malam, acara pengajian di rumah Aki seperti biasa telah selesai, semua warga yang hadir telah pulang ke rumah masing-masing.
Berhubung ini malam Sabtu, maka Dinda, Eti dan Po menginap di rumah Aki untuk menemani Balqis.
Sungguh Balqis merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka, dan tentu saja setelah juga merasa beruntung memiliki keluarga Wa Icih yang perhatian padanya.
Ah Balqis rasanya tak ingin kehilangan semua keberuntungan ini.
Jika mereka tahu Balqis hanyalah anak angkat Mang Kus, masihkah Balqis akan tetap diperhatikan seperti ini? Balqis jadi sedih memikirkannya.
"Eh Qis kita tidurnya di kamar Albar saja yuk di loteng, kan jadi bisa tidur berempat."
Kata Eti.
"Huuu kamu mah emang dasar penasaran saja sama kamar Albar."
Kata Po menyahut.
"Tapi ide bagus sih."
Tambah Po lagi.
"Hahaha... Dasar."
Eti menarik ujung belakang jilbab Po.
Dinda dan Balqis juga jadi tertawa.
"Sudah malam kalian istirahat saja, biar ini Teh Inggit dan Teh Anis dan Teh Nurul yang bereskan. Emak juga Mak, pulang saja istirahat."
__ADS_1
Kata Teh Inggit.
Wa Icih yang memang sedang sedikit tak enak badan akhirnya menurut, ia pun pamit pada Balqis untuk pulang ke rumah yang hanya selang beberapa rumah dari rumah Aki.
Sementara Balqis akhirnya bersama ketiga temannya naik ke loteng yang sempat menjadi kamar Albar.
Kamar loteng dari kayu yang sederhana, dengan ukuran 3x3 meter persegi, kasur yang digelar di bawah, kipas angin dan meja pendek di dekat jendela kecil.
Satu koper ada di pojok ruangan, sepertinya koper Albar yang sengaja ditinggalkan di sana.
"Albar udah berencana balik lagi kayaknya, sampai koper ditinggalin."
Kata Eti mendekati koper milik sang idola.
"Foto ah."
Kata Eti pula.
"Jiaaaah... Koper aja diajak foto, ngefans apa gila."
Komen Po.
"Iih kamu mah, biarin sih, toh ngga ganggu kamu."
Ujar Dinda.
Po tertawa.
Balqis sendiri yang baru sadar Albar meninggalkan kopernya di kamar loteng hatinya mendadak jadi berbunga-bunga.
Bunga mawar, bunga melati, bunga anggrek, bunga kenanga, bunga sepatu, sampai bunga kantil.
Pokoknya bunga-bunga.
Balqis duduk di lantai kayu loteng kamar Albar, saat kemudian hp nya bergetar.
Pesan baru masuk yang dipikir dari Albar itu membuat Balqis cepat meraih hp nya dan...
Semua kepo di dekat Balqis melihat hp Balqis.
Pesan dari Flo, bukan hanya satu, tapi lima pesan yang semuanya adalah video saat Albar tampil di sebuah acara.
Albar menyanyikan lagu untuk orang-orang yang tampaknya sedang makan malam atau apa Balqis dan teman-temannya tak paham acara-acara orang penting.
"Waaaaa kereen, minta videonyaaaa."
Eti jelas saja langsung teriak pertama.
"Aku juga."
Po tak mau ketinggalan.
"Aku juga ah Qis."
Kata Dinda malu-malu koceng.
"Hmmm... Enak aja, ini hak milik Aqis."
__ADS_1
Balqis jadi tertawa melihat mereka manyun.
**---------**