
"Assalamualaikuuuuuuum..."
Terdengar suara para bala kurawa Balqis di luar rumah.
"Waalaikumsalam."
Balqis menjawab berbarengan dengan Albar.
Ya, saat Flo sampai sengaja pergi mengajak Wa Icih agar meninggalkan Balqis dan Albar berdua, maka munculah yang ketiga di antara mereka, dan yang muncul juga bertiga.
Maka setan pun tak jadi berada di antara keduanya karena terlalu ramai.
Tampak Dinda, Eti dan Po muncul dari pintu depan yang dua hari ini dibiarkan terbuka lebar, mereka masing-masing membawa semangka dan melon.
"Kalian habis panen semangka?"
Tanya Albar begitu Dinda, Eti dan Po masuk dengan semangka dan melon.
"Bukan panen, kita menjarah."
Sahut Eti.
"Haiish."
Albar mendesis ingin jitak kepala Eti.
Dinda, Eti dan Po kemudian meletakkan dua semangka dan satu melon di meja makan belakang.
"Biar nanti aja dipotong."
Kata Dinda.
Mereka kemudian bergabung duduk bersama Balqis dan Albar.
"Wa Icih ke mana Qis?"
Tanya Dinda celingak celinguk.
"Tadi pergi sama Kak Flo, katanya mau beli Nuget."
Kata Balqis.
"Hmm... Jadi kalian berdua-duaan dari tadi? Mencurigakan."
Eti menatap Balqis dan Albar dengan penuh selidik, membuat Albar menarik jilbab Eti.
"Masih sekolah otak udah XXXXXXX."
Kata Albar.
Dinda dan Po jadi tertawa.
Sementara Balqis nyengir saja.
"Eh Bar, kamu hutang sama aku."
Eti tampak mengeluarkan hp nya dari tas.
"Hutang apa?"
Albar malah jadi bingung.
"Hutang foto sama tandatangan lah, gila apa aku tu salah satu fans berani mati, cepet pokoknya harus foto sepuluh kali dan semuanya ditandatangani."
Eti mengeluarkan buku-buku, wadah hp, wadah pensil, tas juga harus ditandangani, jilbab juga, sampai sapu tangan, ciput, sarung bantal yang sengaja ia bawa dari rumah sejak pagi tadi karena memang sudah direncanakan akan mampir rumah Balqis, poster, kalender duduk gambar Albar sampai mie instan yang Albar jadi bintang iklannya.
"Buseeeeet."
Po menggeleng-gelengkan kepala.
Albar apalagi.
"Ngga sekalian meja kursi sampai centong nasi juga Et?"
Tanya Albar.
"Ya kalo tadi bisa dibawa semua juga aku bawa, sekalian anak kambing Bapakku juga kalo bisa mah tadi aku bawa biar kamu kasih tanda tangan lebaran haji nanti harganya tiga kali lipat."
__ADS_1
Kata Eti sambil memberikan spidol permanen snowman warna hitam ukuran besar.
Jiaaaah...
Albar menerima spidol itu.
"Kamu tandatangan, trus aku foto-foto."
Kata Eti setengah memaksa.
Balqis jadi tergugu melihat kelakuan Eti.
Ini fans garis keras akhirnya malah membully idolanya.
"Memangnya Albar beneran mau pulang ke Jakarta besok, makanya Kak Flo ke sini?"
Tanya Dinda.
Balqis memandang ke arah Dinda sambil mengangguk.
Eti yang baru mengajak Albar selfi dua kali lalu foto dengan latar Albar sibuk tandatangan semua benda bawaan Eti tampak menabok Albar.
"Aduh... Kamu ini sebetulnya fans apa haters sih Et."
Albar tak yakin malah jadinya Eti adalah fans.
"Lha kamu ngga lihat tuh, tuh, tuh, semua gambar kamu, makan mie instan juga yang kamu bintang iklannya, malah ngga percaya aku adalah fans."
Omel Eti.
"Ya kamu malah lebih pantas jadi haters, naboknya juga udah kayak nabok kasur."
Kesal Albar.
"Ya habis, ngapain kamu mau pulang Bar? Kamu mau ninggalin Balqis? Tega banget Balqis lagi sedih malah kamu pergi, kamu cowok macam apa sih, ngga banget deh, aku sebagai fans kecewa sama kamu Bar, harusnya sebagai cowok yang baik, apalagi selama ini Balqis sudah berbuat banyak buat kamu, jangan dong pergi ninggalin dia begitu saja, kamu tuh punya hati enggak sebenernya, Balqis kan ngga punya siapa-siapa lagi selain kami sahabat dia yang unyu-unyu sedunia nan fana ini, juga sekarang harusnya di tambah kamu Bar, cobalah lebih se..."
Albar membekap mulut Eti.
"Udah cukup, kamu mau ngomong terus saingan sama suara jualan tahu bulat."
Ujar Albar.
"Aku ngga apa kok Albar pulang, kan dia memang harus kerja, sudah ada kesempatan baik untuk kembali ke dunia hiburan, sudah seharusnya Albar jangan menyia-nyiakan."
Kata Balqis membela Albar.
Tampak Albar melepaskan tangannya dari mulut Eti, dan menatap Balqis.
"Jadi kamu mau balik aktif lagi jadi artis? Kasus yang model hamil itu gimana?"
Tanya Po.
"Sudah beres, dia mengakui kalo cuma pengin numpang popularitas saja, nanti kita akan ada jadwal konferensi pers untuk meluruskan masalah itu."
Kata Albar.
"Wah baguslah, selamat Albar."
Kata Po.
Albar mengangguk.
"Nanti setelah balik aktif jadi artis lupa deh sama kampung ini dan kita semua."
Sindir Dinda pada Albar, karena mengingat Balqis waktu curhat kemarin mempermasalahkan ia takut jika nanti Albar pulang akan lupa dengannya, padahal semua orang tahunya Balqis akan dengan Albar.
"Ya enggaklah Nda, aku ngga akan lupain kampung ini, apalagi kalian semua, pokoknya semua yang ada di kampung ini terlalu indah untuk dilupakan."
Kata Albar.
"Wah kayak lagu Slank."
Kata Po.
"Terutama Balqis ya Bar."
Eti mendorong lengan Albar.
__ADS_1
Albar menatap Balqis dari posisinya.
"Tentu saja, aku udah bilang sama Balqis, kalo dia mau menerima aku, setelah lulus sekolah, nikah aja sama aku."
Kata Albar membuat semua sontak berciye-ciye pada Balqis.
Balqis jadi melempar Albar dengan kacang kulit.
"Apa banget coba."
Wajah Balqis kini terlihat bersemu kemerahan saking malunya.
Bersamaan dengan itu Flo dan Wa Icih masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum."
Flo dan Wa Icih pulang membawa banyak hasil buruan.
"Nah kebeneran ada banyak bala kurawa ini suruh goreng aja Wa."
Kata Flo.
"Waaaah tega niaaaan."
Eti dan Po kompak.
Wa Icih jadi tertawa.
"Kayaknya mau hujan, Wa pulang sebentar mau masang ember di dapur yang bocor."
Kata Wa Icih.
"Oh iya Wa."
Kata Flo dan Albar.
"Udah sini aku aja yang goreng."
Dinda berdiri sambil meraih kresek berisi NuGet dan juga kentang yang siap goreng.
"Aku bantuin deh.".
Kata Po akhirnya.
Flo sendiri duduk di samping Balqis, melihat Albar yang sibuk tandatangan di beberapa barang milik Eti.
"Proyek borongan?"
Tanya Flo setengah tertawa.
"Iya ini fans rasa haters."
Kata Albar membuat Eti tertawa bahagia.
"Masih bagus enggak aku kasih tahu Anak-anak di sekolahku yang pada nge fans kamu, coba kalau aku kasih tahu, mereka pasti berjubel di rumah ini."
Albar akhirnya menyelesaikan misi tanda tangannya pada semua barang yang dibawa Eti.
Eti tersenyum senang.
"Nanti pokoknya, kalau main film lagi, aku bantu promosi dong."
Kata Eti.
Albar menjitak kepala Eti.
"Aduh."
Eti mengusap kepalanya.
"Ternyata keras, kirain kenyal."
Kata Albar.
"Jiaaaah kamu pikir kepalaku Bakso."
Kata Eti membuat semua jadi terbahak.
__ADS_1
**-----------**