
Sore hari waktu setempat, di mana semua telah benar-benar siap grak, rombongan mobil sang idol akhirnya tiba di desa Aki,
Rombongan mobil-mobil mewah itupun menuju kediaman Aki uang sekarang telah dipasang tenda biru kombinasi silver yang cetar,
Janur yang telah dibentuk dengan sedemikian rupa terlihat mentul-mentul menyambut tamu yang datang,
Musik mengalun dengan gegap gempita menandakan rumah Aki kini tengah bersiap menjadi tempat hajatan,
"Mereka datang, mereka datang..."
Terdengar ramai orang bersuara berbarengan dengan berkumpulnya para warga di jalanan depan rumah Aki.
Rombongan mobil yang membawa Balqis dan Albar pun kini pelahan menepi dan akhirnya berhenti,
"Akiiiis..."
Wak Icih yang terlihat paling heboh sampai harus mengangkat ujung bawah gamisnya agar bisa berjalan cepat menghampiri Balqis yang pertama turun bersamaan dengan turunnya Albar.
Tampak Balqis tersenyum menatap Wak Icih dan semua yang ada di sana, mata Balqis bahkan sampai langsung berkaca-kaca saking terharunya mengingat mereka sebetulnya hanya saudara yang dipertemukan karena keadaan, namun sungguh Balqis merasa jika kasih mereka padanya benar-benar tulus,
Wak Icih tampak meraih tubuh Balqis yang menghambur lebih dulu ke arah Uwaknya dan memeluk tubuh perempuan paruh baya itu,
Maminya Albar tampak turun juga dari mobil, yang kemudian disusul Flo dan yang lain juga,
__ADS_1
Albar disalami sana sini macam masih jadi artis terkenal,
Auranya yang memancar seperti air mancur memang tak bisa dielakkan,
"Duh gantengnya sampai ubun-ubunku saja merinding,"
Kata salah satu emak setelah bersalaman dengan Albar yang langsung tepuk-tepuk lengan Albar,
Tampak Albar pun cengar-cengir dengan semangat,
"Duh aku pengin banget cucunya kayak nak Ambyar ini,"
Ujar salah satu Emak lain,
"Lah kok Ambyar sih, Albar, Nyiiiii... Albaaaar..."
"Ooh lebar..."
Kata si Emak lagi yang ternyata memang bolot,
Konon dia bolot karena dulunya hobi minum obat warung, akhirnya jadi bolot, wkwkwk...
"Aduh susah lah ngomong sama si Nyai, yang ada perut kita jadi begah karena ususnya penuh sama emosi,"
__ADS_1
Kesal para emak lain,
Mereka pun setelah sibuk menyalami Albar sang mantan idol yang gantengnya masih belum tergantikan meskipun zoro membuka topengnya, kini ganti menyalami Maminya Albar yang masih tampak jelita dengan balutan baju kelas dunia, tas kelas dunia, sepatu kelas dunia dan tata rambut yang juga kelas dunia,
Pokoknya semua yang nemplok di badan Maminya Albar adalah kelas dunia dalam berita,
"Cantik bener ya Maminya lebar,"
Emak bolot kembali bersuara, membuat banyak Emak lain jadi mendesis karena kesal mendengar si Emak salah sebut melulu,
Tapi berbeda dengan para Emak, Balqis malah jadi tertawa karena Albar namanya jadi ganti lebar,
Lebar macam lapangan bola,
Setelah acara salam-salaman yang melebihi acara salam-salamannya para semut, akhirnya Wak Icih pun mempersilahkan Maminya Albar dan rombongan masuk ke dalam rumahnya Aki yang telah ditata sedemikian rupa,
Keluarga Po, Eti, Dinda dan Fajar yang sejak awal juga ikut membantu persiapan menyambut tamu istimewa tampak saling temu kangen dengan anak-anak mereka.
Balqis yang begitu masuk ke dalam rumah Aki lagi setelah sekian lama pergi tampak tak kuat menahan air mata haru,
Rumah sederhana yang ia tempati sejak kecil dan tempat ia dibesarkan itu nyatanya menyimpan sangat banyak kenangan,
Ah Aki, andai Aki masih ada.
__ADS_1
Balqis berurai air mata.
**-----------------**