Terjebak Cinta Sang Idol

Terjebak Cinta Sang Idol
148. Sepupu Absurd


__ADS_3

Jumat sore, Albar terlihat keluar dari kamar dengan ransel hitamnya.


Mami masih belum pulang, hari ini katanya ada beberapa pemegang saham yang harus ditemui.


Kepala pelayan rumah Mami Albar di Perth menyambut Albar yang baru turun dari tangga.


"Tuan muda akan berangkat sekarang?"


Tanya kepala pelayan.


Albar mengangguk.


"Nanti sampein Mami saja, Albar ke Indonesia hari ini."


Kata Albar.


Kepala pelayan itu mengangguk.


Albar kemudian berjalan keluar dari rumahnya yang seperti istana.


Ia menuju mobil yang telah disiapkan sang driver untuk mengantar ke bandara.


Sambil berjalan ke arah mobil, Albar berusaha menghubungi Flo.


Ia butuh dijemput Pardi yang sekarang sudah ikut Flo lagi.


Albar masuk mobil, tapi panggilannya pada Flo belum ada respon.


"Hadeeeh ke mana tuh bocah."


Gumam Albar.


Sang driver yang akan mengantar Albar ke bandara menyusul masuk ke dalam mobil, duduk di belakang kemudi dan bersiap membawa mobilnya meluncur ke bandara.


Albar kembali menelfon Flo...


Hingga...


Meooong...


Meoooong...


Meoong...


Ramai berisik suara kucing meang meong.


Albar mengerutkan kening.


Apa nih?


Flo di makan kucing?


Batin Albar.


(Ya kali Flo kayak ikan cue)


"Apa Bar?"


Terdengar tiba-tiba suara Flo.


"Bentar aku keluar dulu."


Kata Flo lagi.


Albar makin heran.


Apa sih dia? Lagi apa?


Flo yang sedang bersama Indra di panti kucing milik cat lovers di mana Indra bergabung terlihat bergegas keluar dari bangunan panti kucing.


Lalu...


"Apa Bar?"


Tanya Flo lagi akhirnya, setelah keluar dari dalam gedung panti.

__ADS_1


"Kamu lagi di mana sih? Kenapa banyak suara kucing."


Albar penasaran.


"Udah, nanti aja bahasnya, kamu nelfon ada apa?"


Tanya Flo lagi.


"Aku ke Indonesia sekarang."


Kata Albar.


"Lah ini kan masih jumat, kata kamu ke sini Minggu."


Ujar Flo kaget.


Aduh gimana nih, nanti Albar nanya mana pacar Flo bagaimana? Kalau Flo ngaku Indra trus Albar tanya ke Indra tapi Indranya nggak Seiya sekata dengan Flo gimana?


"Mami yang berangkat Minggu, aku hari ini."


Kata Albar.


"Nah kamu udah bilang Balqis?"


Tanya Flo lagi.


"Jangan bilang dulu, nanti saja sabtu pagi aku ke sana buat kejutan."


"Gila ya kamu mah, mau bikin anak orang jantungan apa bagaimana?"


Omel Flo.


Albar tertawa.


"Jantungan karena bahagia tuh nggak apa kali Flo."


Ujar Albar.


Haiiish... Flo mendesis.


"Nanti bilang ke Pardi, aku dijemput ya, trus aku nginep di apartemen kamu malam ini."


Kata Albar.


Flo tambah puyeng.


Ini anak emang bakat bikin orang repot. Batin Flo.


"Pardi lagi pulang kampung, kemarin baru aja berangkat."


Kata Flo.


"Ah pantesan aku hubungi nggak nyahut nyahut, kirain lagi kamu suruh kerja rodi."


Ujar Albar.


"Sialan, emang aku penjajah apa, kampretlah."


Kata Flo.


Tepat saat Flo bilang kampret, dari belakang terdengar suara...


"Siapa yang kampret?"


Flo otomatis menoleh.


Tampak Indra mendekati Flo sambil gendong Luni.


Flo nyengir ke arah Indra.


Sementara Albar yang mendengar suara Cowok tentu saja langsung heboh.


"Heh Flo, kamu pacaran sama pemilik pet shop?"


Suara Albar di sana begitu berisik, sampai Flo ingin banting hp nya.

__ADS_1


"Saudaraku yang di Perth, yang dulu artis."


Kata Flo pada Indra sambil nunjuk hp nya.


Indra mesem kalem.


"Terusin aja ngobrolnya Flo, aku ke depan duluan ya."


Kata Indra.


Flo akhirnya mendekatkan hp nya lagi ke telinga.


"Flooo... Hey... Kamu lagi pacaran?"


Albar masih berisik.


Flo tepuk jidat.


Kadang rasanya sulit percaya kalau Albar ini satu keluarga dengannya, dia benar-benar manusia berisik.


"Diem ikh, berisiklaaaaah."


kesal Flo.


Albar terdengar tertawa jauh di sana.


"Ngapa kamu ngakak?"


Omel Flo lagi.


"Kamu ternyata pacaran sama orang petshop. Nanti aku harus kenalan."


Ujar Albar.


"Emangnya kenapa kalau sama orang petshop."


Kesal Flo.


"Ya ngga apa, cuma kaget aja kamu kan dulu anti banget sama binatang, mungkin memang ini takdir biar kamu bisa belajar menyayangi mahluk lain."


Kata Albar.


"Iya nanti aku akan sayang sama mahluk lain, termasuk sayang sama si manis jembatan ancol."


Kata Flo.


Albar tertawa lagi.


"Kamu urusin urusanmu saja, cari baju buat nanti acara sama Balqis saja, malah rempongin urusanku."


"Ya kan sambil menyelam main air."


Kata Albar.


Flo tepuk jidat lagi.


Dasar Albar. Batin Flo kesal tapi herannya tak pernah bisa benar-benar marah jika pada Albar.


"Nanti aku yang jemput, jam berapa sampai?"


Tanya Flo.


"Kalau ngga ada halangan paling jam tujuh nyampe. Kamu siap-siap deh."


Kata Albar akhirnya.


"Ya baiklah, nanti aku jemput."


Ujar Flo.


"Siiip, nanti aku traktir makan."


Ujar Albar.


"Nggak usah, aku punya cafe sendiri."

__ADS_1


Sahut Flo.


**------------**


__ADS_2