Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Kendra [Kau Milikku]


__ADS_3

Ulang tahun Kendra jatuh pada hari Minggu, berbeda dengan perayaan Ulang tahun ke tujuh belas dengan perayaan pesta yang megah, Ulang tahun ke sembilan belas hanya di lakukan secara privasi. Tidak semua orang bisa ikut serta, pesta ulangtahun ke 19 ini dikhususkan untuk teman-teman terdekat saja atau anggota kelas.


Sama seperti yang di lakukan oleh Kendra hari ini, para pelayan sudah menyiapkannya dari pagi tadi, Tuan tua membiarkan Kendra menguasai rumah untuk semalam, jadi dia memutuskan untuk menginap di hotel.


Rumah menjadi hak milik Kendra dalam semalam, Kendra hanya mengundang Teman sekelasnya dan juga juga beberapa orang dari kelas omega dan kedua temannya dari universitas.


“Tuan muda, seseorang mencari anda,” Seorang pelayan berkata pada Kendra.


"Siapa?”


“Tuan muda Dean,” Pelayan langsung pamit setelah bicara.


Kendra menghela napasnya ketika dia teringat kembali pada omega laki-laki yang mengincar Vivian, namanya mirip dengan nama teman Kendra yang sudah di universitas, bedanya Dean teman Kendra seorang Beta.


Kendra keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga, Dean sudah duduk di ruang tamu, tumben sekali anak ini tahu sopan santun, biasanya juga mereka langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya.


“Kau sudah datang?”


“Ada apa? Kau datang sendiri?”


“Ya, Leon masih memiliki urusan di kampus. Dia katanya akan menyusul.”


Kendra lalu mengangguk dan ikut duduk di sofa. Dean melihatnya dan menemukan bahwa permukaan kulit Kendra sedikit memerah, wajahnya juga agak pucat. Dean hanya mengangguk dan mengingat perkataan Leon.


Pada saat Alpha memasuki usia sembilan belas tahun, perasaan untuk menyerang targetnya akan semakin besar, area gigi dimana taring mereka akan memanjang dan siap untuk menandai pasangannya.


Dean melihat Kendra dan bertanya; “Apa kau baik-baik saja? sebaiknya istirahat jika memang merasa kurang baik, kau harus menahan gigi taring mu.”


“Aku tahu, aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir.”


“Kalau begitu katakan padaku jika kau butuh sesuatu, tidak ada seorangpun di rumah sekarang dan aku adalah Beta, tidak tahu mengurus Alpha yang memasuki siklus liar.”


“Aku tak apa, pergilah ke taman belakang. aku akan menyusul nanti setelah melakukan suntik.”


Dean mengangguk dan pergi ke taman belakang rumah Kendra, Disana sudah ada banyak teman-teman Kendra dari kelas Alpha di sekolah. Dean ikut bergabung dengan anak-anak itu.

__ADS_1


Sementara teman-teman Kendra sudah berkumpul, Kendra Kembali ke kamarnya dan mengambil Inhibitor untuk dia gunakan. Kendra melihat keluar jendela lalu tersenyum tipis.


Aku tidak sangkah perasaan liar akan sampai puncak pada usia ini, uh aku berharap bisa menahannya sampai acara ini selesai atau setidaknya aku tidak melakukan hal yang buruk nanti.


Suara mobil yang datang membuat Kendra tersadar dari lamunannya, dari lantai dua kamarnya, dia melihat rombongan Vivian datang. Matanya langsung terbuka lebar ketika melihat Vivian.


Gadis itu tumben sekali mengikat rambutnya, Pakaiannya santai tentu saja karena acara ini bukan acara besar-besaran, jadi tidak harus menggunakan jas dan dress. Kendra menatap lurus pada leher area belakang Vivian, taringnya kembali gatal ingin menggigit sesuatu.


Sial!


Vivian yang baru saja turun dari mobil tiba-tiba menyentuh leher belakangnya. Dia merasa merinding entah karena apa, Setelahnya Vivian mengikuti Mario dan Nila. Di taman belakang, mereka bertemu dengan Liam, tentu saja di sampingnya ada Kesya.


Vivian melihat tangan Kesya menggenggam erat tangan Liam, kepanasan menunduk karena merasa dia terus di perhatikan oleh beberapa Alpha dari kelas Alpha.


“Jangan khawatir, aku akan menjagamu. Tetap saja berdiri di sampingku atau bergabunglah dengan Vivian dan Nila.”


“Tidak apa, Ayo ikut denganku. Aku Beta, aku tidak akan melakukan apapun,” Dean bicara dan mengulurkan tangannya.


Vivian memperhatikan Pemuda yang baru saja mengulurkan tangannya pada Kesya, Liam melihat Vivian yang mengernyit seperti orang kebingungan lalu, dia berkata; “Dia Dean, seorang Beta. teman Ken.”


Vivian dan Mario tentu saja langsung mengambil piring mereka dan mulai mencicipi hidangan yang di sediakan. Secara diam-diam sambil menahan taringnya yang gatal mau menggigit, dia juga memperhatikan gerak Vivian.


Dean menyadari kondisi Kendra, jadi dia bertanya; “Apa kau baik-baik saja? wajahmu lebih merah dari sore tadi.”


Kendra melihatnya namun tidak menjawab dengan kata, melainkan dengan gelengan kepala. Dean menghela napas kemudian dia mengambil ponselnya dan mengubungi Leon untuk bertanya tentang siklus liar Aloha.


“Kau sungguh baik-baik saja kan? Aku merasa kau terus melirik gadis tukang makan itu”


“Gadis itu milikku,” Kendra bicara dengan gigi yang masih tertutup rapat.


“Hah! apa katamu? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.”


"..." aku tidak peduli kau mengetahuinya atau tidak, ini juga bukan urusanmu kan. Mata Kendra kemudian kembali melirik pada vivian, kali ini dia fokus pada Delima Vivian yang sedang mengunyah puding susu strawbery.


Delimanya sudah merah dan sepertinya sudah siap panen. Kendra menggeleng dan mencoba untuk mengendalikan dirinya sendiri, dia berkata; “Aku akan ke kamar, aku serahkan urusan tamu yang ada. Aku butuh istirahat.”

__ADS_1


“Pergilah, aku rasa akan bahaya jika kau tetap disini, apa lagi masih ada beberapa omega yang tinggal.”


Setelah Kendra pergi, Leon datang dan langsung membantu Dean mengurus para tamu Kendra. Jam sekarang memang sudah mulai larut, 21.30 malam. Liam sudah pamit lebih dulu untuk mengantar Kesya pulang.


“Ayo Vivi, kita juga harus pulang,besok sekolah,” Nila mengajaknya, namun Vivian hanya diam untuk sesaat sebelum dia bicara.


“Tunggu saja aku di mobil, aku harus ke toilet.”


“Kalau begitu cepatlah, aku sudah mengantuk "


Vivian tidak menjawab, melainkan dia langsung menghampiri seorang pelayan dan bertanya tentang letak toilet. Vivian buru-buru berlari dan ingin segera menyelesaikan urusannya.


Suara dari kamar mandi terdengar di telinga Kendra, mungkin karena dia sedang berada dalam fase liar di usia yang pas 19 tahun, pendengarannya menjadi lebih tajam dan penciumannya juga jadi lebih sensitif.


Pada saat vivian keluar dari toilet di lantai bawah, dia jadi terkejut karena melihat Kendra dengan tampang buruk berdiri di dekat tangga, Vivian tidak tahu apa yang terjadi pada Kendra. Jadi dia mendekat dan mengucapkan selamat ulang tahun lalu berpamitan untuk pulang.


Akan tetapi Vivian tidak menyangkah tangannya di tarik sehingga dia menabrak perisai Kendra, kemudian sekali putar tubuh vivian berbalik sehingga Kendra sekarang berada di belakang Vivian.


“Taktik 03; Alpha mengajak pasangannya untuk makan malam bersama, kebetulan masuk ke siklus liar, lalu gigit belakang leher pasanganmu. Selamat aku berhasil mendapatkan pasanganku,” Kendra berbisik tepat di telinga vivian.


Arght!!!


Teriak Vivian tiba-tiba dengan mata membulat, rasa sakit menjalar di tubuhnya karena taring Kendra menancap tepat di belakang lehernya, Vivian tidak dapat berkata apa-apa atau melawan karena sebelum dia melakukan itu, Vivian sudah tidak sadarkan diri, karena tidak kuat menahan rasa sakit dari belakang lehernya.


Dia sudah diberi Tanda!


Vivian pingsan di dalam pelukan Kendra, Kendra menatap wajah Vivian, dia menyentuh kulit wajah Vivian dan berkata; “Maaf aku tidak bisa menunggumu hingga berusia delapan belas tahun di akhir tahun ini, tidak ada hari yang pas selain hari siklus liar ku.”


Aku tidak peduli dengan respon kedua kakek tua itu, karena mulai sekarang kau milikku.


...°°°...


...Gak nyangka udah 100 Chapter aja...


...Hehe, maaf yah kalau masih banyak Typo yang bertebaran ...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga selalu sehat dan jangan lupa untuk terus tersenyum dan selalu bersyukur....


__ADS_2