Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Laporan kesehatan Stella


__ADS_3

Ketika kelas selesai, Stella segera membereskan bukunya dan akan langsung pergi menuju parkiran untuk berbicara dengan Kendra, tatapan dingin di mata Kendra siang tadi masih terus berada di pikirannya.


Itu membuatnya merasakan sedikit pusing, jadi Stella ingin memperjelas semuanya. Dia tidak bisa mempercayai bahwa Kendra akan terus mengabaikannya tanpa alasan yang jelas.


Ketika dia melangkah keluar kelas, Stella di tahan oleh seorang teman kelasnya, pemimpin kelas. Stella melihatnya dan berkata; “Apakah masih ada hal lain lagi? Bel pulang sudah berbunyi.”


Pemimpin kelas melihatnya dan balik melihat selembar kertas dalam dokumen dan berkata; “Laporan pemeriksaan kesehatan milikmu, kapan kau akan memberinya padaku?”


Stella tertegun, dia sampai lupa mengurus hal ini karena sibuk memikirkan Kendra terus. Sekarang bagaimana dia akan melakukannnya? Dulu biasanya dia akan menggunakan laporan Vivian, tapi sekarang gadis itu sudah menjadi Alpha.


“Aku...Aku belum memiliki waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Apa tidak bisa menggunakan yang sebelumnya dulu, aku yakin tidak ada yang berubah.”


“Kalau begitu baiklah,” pemimpin kelas pergi setelah berbicara. Stella kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke parkiran, Di sepanjang koridor sudah sedikit ramai.


Ketika dia tiba di parkiran dia melihat Kendra berbicara dengan Vivian dan dua Alpha lainnya. Stella menghampiri mereka dan langsung memeluk lengan Kendra. Ini tentu saja membuat Kendra terkejut, dia melihat ke Stella lalu balik melihat tengahnya dan berkata; “Lepaskan.”


Stella mengernyit dan menatap Kendra dengan mata anak anjingnya, “Tidak mau! Ken mengapa kau mengabaikan aku belakangan ini?”


“Aku sibuk,” dua kata dengan lancar keluar dari bibir Kendra. Stella kemudian berpikir lagi, sibuk apa, bahkan untuk membalas pesannya juga sudah tidak ada waktu?


“Apakah kau memiliki banyak urusan? Kau bahkan tidak membaca pesanku.”


“Sudah aku bilang, aku sibuk dan tidak sempat memegang ponsel.”


“Tapi kau sibuk apa? Tidak biasanya kau seperti ini.”


Kendra mengernyit dan berteriak dalam hatinya mengapa aku harus melapor padamu apa yang sedang aku lakukan? Siapa kau sehingga aku harus terus memberi kabar?

__ADS_1


Vivian melihat hal ini dan berpikir bahwa Stella sungguh karakter yang malang, mencintai seseorang yang bahkan tidak pernah menganggapnya lebih dari saudara perempuan.


Pada awalnya Stella merasa hubungan mereka sudah akan kembali seperti semula ketika dia mengunjungi rumah Leonard dan bernostalgia dengan Tuan tua, tetapi apa yang dia pikirkan ternyata jauh dari kenyataan.


Bahkan setelah hari itu, Kendra tidak memperdulikannya. Jika dulu saat dia merengek, Kendra akan datang dan memberikan apa yang dia mau, sekarang saat dia melakukan hal yang sama Kendra memunggunginya.


Tidak berniat untuk. seolah, bahkan ketika hari siklus panas Vivian datang, Stella pulang di antar oleh supir pribadi keluarga Leonard, karena Kendra langsung berlari masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.


Tidak ingin di ganggu.


Mendengar perkataan Stella, Kendra menghela napasnya lalu berkata padanya; “Stella, usiamu sudah dewasa. Jangan terus merengek seperti anak kecil.”


“Anak kecil....Ken, jadi selama ini kau menganggap aku Seperti anak kecil? Apa kau menjauh karena jengah dengan sikapku? Aku bisa merubahnya, jadi tolong jangan abaikan aku lagi.”


Kalimat lirih itu terdengar di telinga ketiga Alpha lainnya, Liam yang sejak tadi diam menatap keduanya, langsung saja berpikir dan berteriak senang dalam hatinya memuji kehadiran Vivian sebagai giok pengusir hal buruk untuk Kendra..


Kendra menatap Stella lagi, dan berkata; “Kita sudah bukan anak kecil lagi, ada banyak hal yang akan membuat kita sibuk sendiri. Aku tidak bisa terus berada di sampingmu, dan kau juga tidak harus terus terikat padaku.”


Apakah ini sebuah bentuk penolakan? Stella menggeleng tidak ingin mempercayainya, dia bahkan belum pernah menyatakan perasaannya pada Kendra, mana bisa dia mendapatkan penolakan seperti ini.


Stella tidak akan menerimanya, lalu dia berpura-pura tersenyum dan berkata lagi; “Baik, aku mengerti. Tapi apakah kau bisa mengantarku pulang? Aku tidak membawa kendaraan dan ponselku tertinggal di kamar.”


“Maaf aku sibuk, kau bisa pulang menggunakan ojek saja.”


Stella terkejut, Kendra menyuruhnya untuk naik ojek? Yang benar saja, selama ini Stella hanya menaiki roda empat tidak pernah menaiki roda dua selain sepeda. Lalu Stella melirik ke Vivian dan bertanya; “Apakah kalian juga?”


Vivian yang di tatap oleh Stella kemudian berkata; “Iya, kami memang sedang sibuk. Ada tugas kelompok untuk nilai akhir nanti jadi kami harus mempersiapkannya sejak dini.”

__ADS_1


Kemudian Stella berkata; “Boleh aku ikut dengan kalian?”


Kemudian Stella mendengar ketiga Alpha pria itu menjawab tidak dengan berbarengan. Stella tertegun, mengapa mereka bisa jadi kompak? Lalu Stella kembali mendengar Vivian berkata; “Kak, kau tidak bisa ikut dengan kami. Kakak Omega, tidak baik seorang Omega berada di tengah-tengah Alpha.”


Itu benar, berdasarkan pengetahuan yang di dapatkan oleh Vivian dari dunia ini seorang Omega ada baiknya menjaga jarak dari kelompok Alpha. Jika seorang Omega berada di tengah-tengah Alpha itu bisa memberikan efek pada siklus panas mereka.


Vivian berkata lagi, “Aku akan menghubungi rumah agar Kakak di jemput supir.”


Setelah Vivian mengatakan itu, merekapun masuk ke kendaraan masing-masing dan pergi meninggalkan sekolah. Kendra bersama motornya, Liam gabung bersama dengan mobil Vivian. Kendra mengikuti mobil itu dari belakang.


Di dalam mobil, Liam tiba-tiba menuju Vivian dengan berkata; “Ini semau karena kehadiran Vivian, kau bagaikan giok keberuntungan bagi kami.”


Mario yang sedang menyetir bertanya; “Apa maksudnya?”


Liam berkata; “Sebenarnya aku sudah lama mencoba menyadarkan Kendra tentang Stella yang sebenarnya tetapi dia sama sekali tidak mempercayai aku. Dia hanya mempercayai apa yang dia lihat.”


Mendengar perkataan ini membuat Vivian tiba-tiba berpikir lagi bagaimana bisa karakter antagonis ini sebenarnya adalah seorang protagonis yang bersembunyi?


Vivian bertanya pada Liam; “Apakah kau sudah lama mengenal mereka berdua?”


“Kami teman sekolah sejak kecil. Kami selalu berada di kelas yang berbeda, barulah di sekolah menengah ini aku sekelas dengan Kendra.”


“Lalu soal Stella, bagaimana kau bisa tahu?”


“Itu cerita yang panjang, yang jelas aku tidak sengaja mendengar ibunya berkata bahwa laporan kesehatannya selalu menggunakan hasil dari laporan kesehatan saudaranya.”


Mendengar ini Vivian tidak kaget, kemudian dia berpikir jika saja pemilik tubuh asli masih disini, akan seperti apa keterkejutan yang dia miliki setelah mendengar kebenaran ini? Karena itulah, setelah masuk sekolah, setiap kali ada pemeriksaan bulanan, Vivian (pemilik tubuh asli) dan Stella akan selalu memiliki jadwal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2