Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Vivian [Kau...]


__ADS_3

Kendra menenteng belanjaan mereka menaiki lift untuk bisa sampai di lantai tempat apartemen Vivian. Dirinya sama sekali tidak memiliki semangat, bukannya apa hanya saja dia agak tidak nyaman bersama dengan Kesya.


Tidak tahu bagaimana menjelaskannya, padahal Kesya adalah Omega perempuan, pasangan yang seharusnya bersama dengannya. Tapi untuk tertarik saja, sepertinya sudah hilang dalam diri Kendra.


Tentu, Kendra menyadari masalah ini. Karena dia tahu betul kalau dirinya sudah terkena Kelainan Istimewa, Mau bagaimana orang-orang menyembuhkannya, itu sama sekali tidak akan memberikan efek apapun.


Mengingat tentang pembicaraannya dengan sang kakek, Kendra menghela napas dengan berat. Ulang tahunnya memang tinggal sebentar lagi, tidak lebih dari dua bulan kedepan. Dan pastinya kakeknya akan terus memintanya untuk mencari Omega.


Bahkan jika itu Omega laki-laki, dia juga tidak akan mau. Dia hanya ingin bersama dengan Alpha perempuan yang sudah menarik perhatiannya selama ini. Di sampingnya Kesya jalan sambil menundukkan kepalanya, membuat Kendra semakin tidak nyaman saja.


“Apa kau bisa berjalan dengan benar? Apa yang kau lihat di bawah kakimu, lihatlah kedepan kau akan menabrak orang nanti.”


“Aku...Maaf, apa kau butuh bantuan ku?”


“Apa kau pikir aku Omega?”


Gluk!


Kesya memilih diam, jujur saja meskipun dia menyukai Kendra dan merupakan Alpha impiannya, dia juga memiliki rasa takut padanya. Kendra itu dominan, dan aura yang dia miliki menyeramkan untuknya.


Ibaratkan saja Kendra sebagai gajah dan dirinya sebagai semut kecil. Perbedaanya sangat jauh, strata sosial mereka juga berbeda jauh, Kendra lebih pantas bersama dengan gadis omega dari keluarga kaya raya, seperti Stella misalkan.


“Apa yang kau tunggu, cepat tekan belinya, Meski aku dominan, aku tidak mau membawa barang-barang dapur ini.”


Kesya menekan bel dan menunggu seseorang untuk membukanya, ketika mereka masuk kedalam apartemen Vivian sudah ramai, Liam dan Mario sudah ada, Sepertinya mereka ikut membolos karena sekarang masihlah pukul 10.45 pagi.


“kalian.terlalu lama.”


“Kau pikir mudah mencari bahan di pasar tradisional?"


“Kau menginjak pasar tradisional? Tidak ku sangkah.”


“Diam, kau Lia.”


“Aku Liam! bukan Lia dasar Keke!”


“Huh?”


Kendra kemudian mengabaikan Liam, tidak akan ada akhirnya jika dia berurusan lagi dengan Alpha satu ini. Setelah menyimpan belanjaan mereka di dapur, Kendra kemudian memilih duduk di dekat Chihuahua.


Kendra memperhatikan bahwa Vivian dan Nila sedang tidak berada di tempat, sehingga dia pun melirik ke Mario dan bertanya; “Dimana Vivi?”


“Dia sedang berkencan.”

__ADS_1


“Jangan sampai bulu kecil pendek ini mengenai wajahmu.”


[Apa salahku?]- Chihuahua mendengarnya tepat saat dia baru saja terbangun.


“Kau membangunkan sikecil.”


“Aku tidak peduli.”


Crakk!


Arght!


[Rasakan itu, cakar anjing.]


Chihuahua tertawa dengan mata berbinar sambil memandangi Kendra yang sudah kesakitan, dia baru saja mencetak cakar kecilnya pada pergelangan tangan Kendra.


Dia menjulurkan lidahnya lalu melompat menjauh dari Kendra, dia mendekati Kesya yang sedang mencuci sayuran, sementara Kendra masih duduk dan memandangi bekas cakar bulu kecil pendek.


Aku rasa dia membenci aku, pikir Kendra. Untung saja kuku jari kaki-kaki bulu kecil pendek itu tidak panjang dan tajam, sehingga tidak sampai berdarah.


“Aku rasa dia sangat membencimu.”


Kau juga berpikir seperti itu? Kendra berucap melalui pandangan matanya pada Mario.


Mungkin dia membenci anak laki-laki, setelahnya ruangan menjadi hening. Kesya memilih untuk mengurus apa saja yang bisa dia kerjakan di dapur, dia tidak akan bisa masuk kedalam obrolan anak laki-laki.


Beberapa saat kemudian, pintu apartemen terbuka, Vivian dan Nila masuk lalu meletakkan belanjaan mereka. Tadi keduanya hanya keluar untuk membeli camilan dan minuman dingin di minimarket depan Apartemen.


“Kalian sudah lama kembali?”


“Tidak, kami baru tiba beberapa saat lalu.”


“Oh, apakah semua bahan lengkap?”


“Hanya kurang saos merah, aku rasa itu hanya di jual di toko saja.”


“Kemana kalian berbelanja?”


“Pasar tradisional, disana sayurannya segar, dan harganya lebih terjangkau.”


“Oh, itu bagus.”


Kesya ikut duduk di sofa kala Nila sudah ada disana, dia sedang memangku Chihuahua dan mengelus kepalanya. Sementara itu, Vivian menuju ke dapur untuk menyimpan minuman dingin di lemari pendingin.

__ADS_1


“Apa yang bagus aku lakukan sekarang?” Vivian menyentuh dagunya dan mulai berpikir.


Sayuran dan Bahan yang di beli oleh Kesya di pasar tadi sudah tertata dengan baik dan sudah bersih. Hari juga masih belum sore sehingga Vivian masih tidak ingin memasak.


Biasanya Vivian akan memasak jika waktu makan malam sudah dekat, paling tidak satu jam sebelum jam makan. Jadi dia ikut duduk di sofa bersama dengan temannya, Vivian duduk di samping Kesya.


“Bagaimana hari kalian? apakah berbelanja di pasar tradisional menyenangkan?”


“Biasa aja,” Kendra menjawab, pandangannya tertuju pada Vivian.


Vivian memalingkan wajahnya ke Kesya lalu menemukan bahwa Omega perempuan ini masih terus menunduk. Dia tahu sifat Kesya bagaimana tapi, jika terus terjadi seperti ini, kemajuan hubungan mereka akan semakin memburuk.


“Hei, tidak ada yang terjadi kan?” Vivian bertanya pada Kesya.


Kesya mengangguk, dan menjawab; “Semua baik-baik saja kok.”


Kau benar-benar tidak apa? Jika merasa tidak baik, aku bisa mengantarmu pulang,” Suara Liam terdengar, membuat Vivian mendengus kesal.


“Aku baik-baik saja, jangan khawatir.”


Vivian menemukan bahwa Liam lagi-lagi mencuri pandang pada Kesya, interaksi keduanya bahkan terus bertambah, ketimbang interaksi antara kedua tokoh utama. Vivian kemudian melirik pada Chihuahua dan bertanya;


“Apa yang terjadi dengan karakter antagonis? Mengapa mengurusi bocah?”


[Antagonis memiliki perasaan pada protagonis wanita, karena masa lalunya.]


“Astaga!, Kau benar-benar adalah sistem yang bagus kan? bukan sistem rusak yang tidak sengaja menarik aku kedalam cerita ini.”


[Tuan rumah, aku adalah sistem yang terhormat. Tuan tidak perlu ragu padaku.]


Bagaimana aku tidak merasa ragu padamu? Kau pemalas, kerja cuma makan dan tidur, dan tidak pernah membantuku sebagai partner.


[Tuan tidak usah memojokkan aku.]


“Bukankah aku sudah melarang mu untuk membaca pikiran orang lain? tolong abaikan saja keberadaan ku.”


Perilaku seperti ini tidaklah sopan, meski Vivian adalah manusia dan Chihuahua adalah sistem, mereka berdua memiliki ikatan yang memang sejak lama tidak mereka sadari, Hubungan ini sudah mengikat mereka sejak awal.


Huft...


Vivian meletakkan Chihuahua di sofa dan kemudian dia berdiri, menuju ke dapur untuk mengambil minuman dingin dan beberapa camilan untuk menemani waktu santai mereka.


Setelah menyediakan minuman, Vivian ingin beranjak untuk mengurus camilan. tapi tiba-tiba dia merasakan sebuah hembusan napas di belakang lehernya, membuatnya menjadi merinding saja.

__ADS_1


“Kau...”


__ADS_2