Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Tidak ingin banyak hal


__ADS_3

Tuan tua meletakkan dokumen yang dia bawa tadi keatas meja, kemudian ikut bergabung dengan Vivian di ruang tamu. Dia sama sekali tidak ingin melirik Kendra lagi, melihat wajah bocah ini pasti akan mengingatkan dia pada si Tua Leonard.


Ketika mereka masih muda, Tuan tua Alisher memilih untuk menyerah dan membiarkan nenek Kendra yang pada masa itu menjadi primadona tercantik di sekolah bersama dengan Tuan tua Leonard, karena dirinya dirundung kebosanan setiap hari hanya berurusan dengan pria itu.


Tuan tua berpikir bahwa setelah dia memutuskan untuk menyerah pada omega tersebut, dia sudah tidak akan berurusan dengan Leonard, siapa yang sangka setelah itu si tua Leonard tidak mau berhenti dan  selalu mencampuri urusannya.


Ketika dia kencan pertama dengan mendiang istrinya, si tua Leonard juga ada disana sehingga mereka menjadi Doble date. Ketika dia akan menikah, si tua Leonard juga mempersiapkan pernikahannya, Entah darimana datangnya gedung yang mereka pesan juga sama, bahkan hari dan tanggal pernikahan juga.


Sehingga itu membuat kedua belah pihak dari keluarga memutuskan untuk melangsungkan pernikahan secara bersamaan. Bukannya tidak ingin mencari gedung lain, Tuan tua hanya berpikir saat itu bahwa seharusnya sekarang yang mundur adalah si tua Leonard. Siapa yang sangka bahkan sampai umur mereka bertambah tua kepala si Leonard masih tetap seperti batu.


Ah, Tuan tua mengingat ketika mendiang istrinya melahirkan putri pertama mereka, dia mendapatkan kiriman wartawan berita di rumah sakit, sama seperti ketika Vivian pertama kali di bedakan.


Alhasil kota Silver di buat gempar dalam satu malam karena istrinya melahirkan seorang putri Beta, tidak sampai disitu saja bahkan pernikahan kedua putranya dengan omega juga sempat menjadi trending topik.


Padahal seharusnya itu menjadi hal yang biasa dalam masyarakat, Alpha menikahi seorang Omega. Untungnya mereka berdua sudah memiliki keluarga, jika tidak tuan tua mungkin saja berpikir bahwa si tua Leonard sebenarnya adalah seorang lengan potong.


Menghentikan pikirannya, Tuan tua kembali melihat kedua cucu perempuannya, lalu berkata; “Bagaimana hari kalian? Tadi mengapa Stella bisa pulang bersama dengan Mario? Dan Vivian datang bersama dengan bocah ini?”


Kendra melirik Tuan tua dan mendengus, kemudian dia berpikir apakah pak tua ini sangat membencinya? Sementara Stella justru melirik Vivian, dia berharap gadis ini bisa menemukan alasan yang bagus.


Tuan tua melirik mereka satu persatu, kemudian dia mendengar Vivian berbicara; “Kakek tadi aku masih ada tugas piket, kebetulan aku dan Kendra memiliki jadwal yang sama sehingga aku meminta Mario dan Nila pulang duluan.”

__ADS_1


Gadis ini pandai berbohong, pikir Kendra. Kemudian Tuan tua bertanya; “Lalu Stella?”


“Ah, kakek... Mario tadi mengatakan padaku bahwa perut kakak agak bermasalah tadi jadi mungkin karena itu Mario mengantar Stella kembali, benarkan kakak?”


H'um, apakah kau tidak memiliki alasan yang lebih baik lagi? Memang sih ini membantu tapi, sudahlah setidaknya alasan ini sepertinya bisa di percaya oleh Tuan tua. Jadi Stella mengangguk untuk menyetujuinya.


Benar-benar gadis satu ini, pikir Kendra lagi kemudian dia melirik Vivian. Wajahnya sangat tenang, bahkan setelah dia mengatakan tiga kebohongan hari ini. Lalu, suara gonggongan Chihuahua terdengar, dengan kaki kecilnya dia melompat tepat kearah Vivian.


[Tuan Rumah selamat, poin misi keluarga bertambah +5, total poin Untuk sekarang 85, kumpulkan lebih banyak lagi untuk mendapatkan renovasi warung makan anda.]


Vivian kemudian merasa senang karena poin miliknya sudah ada di titik aman, sehingga dia tanpa sadar tersenyum senang. Tuan tua melihatnya lalu berpikir hal apa yang membuat Vivian tampak sangat bahagia? Kemudian Tuan tua mengingat bahwa ulang tahun ke 17 Vivian sudah dekat.


Vivian agak kaget, tiba-tiba mendengar kakeknya membahas tentang ulangtahunnya. Vivian berpikir sebentar tetapi yang dia inginkan hanyalah rumah makan miliknya sendiri, sehingga Vivian menjawab; “Tidak kakek, aku tidak menginginkan hal lain, selain restoran kecilku.”


“Apa kau sungguh? Kakek bisa memberikanmu apa saja.”


“Tidak perlu kakek, cukup dengan restoran itu saja aku sudah puas.”


Itu benar, ketika Vivian berada di dunia aslinya dia terbiasa bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu, tidak melalui cara instan. Jadi ketika Vivian diberi tawaran seperti ini, dia agak tidak terbiasa.


Menurutnya dengan mengelola bisnis, itu sudah lebih dari cukup. Jika dari usaha tersebut mendapatkan banyak keuntungan, maka Vivian juga akan senang, dia tidak harus meminta para keluarganya.

__ADS_1


Jika bisnisnya tidak berjalan lancar, Vivian masih memiliki keluarga dimana dia bisa meminta apapun nantinya, Suara Chihuahua kembali muncul; [Tuan rumah, anda cukup licik.]


“Prinsip selama dalam buku, gunakanlah kesempatan yang ada, untuk menjadi kaya.”


Tuan tua diam, dan berpikir bahwa sejak kecil Vivian memang tidak pernah meminta apapun di hari ulangtahunnya. Tuan tua mengutuk dirinya sendiri, jika di ingat kembali setiap Vivian ulangtahun tidak pernah ada pesta besar, dan dia juga tidak pernah peduli sehingga dia tidak pernah bertanya pada Vivian sebelumnya.


Sangat berbeda dengan Stella yang sudah sejak kecil dia manjakan, apapun yang di inginkan olehnya, tuan tua pasti akan berikan. Seperti Tahun lalu dan beberapa bulan lalu saat Stella ulangtahun.


Kemudian Tuan tua berkata lagi bahwa untuk restoran milik Vivian sudah bisa mulai beroperasi tetapi harus menunggu sampai akhir liburan semester selesai. Vivian hanya mengangguk, mengerti. Dirinya juga tidaklah terburu-buru untuk hal itu.


Kemudian Vivian melihat Tuan tua membuka dokumen yang dia bawa tadi, dan mengeluarkan  empat tiket liburan ke kota Gold. Lalu memberikannya pada Vivian dengan berkata; “Kau bisa menghabiskan liburanmu disana.”  


Vivian meraih tiket tersebut dan mengatakan terima kasih pada Tuan tua. Totalnya ada empat tiket, Tiga tiket untuk Vivian dan teman satu apartemennya. Lalu Vivian menyerahkan tiket keempat pada Stella, dengan berkata; “Untukmu kak,”


Stella melirik tiket liburan di tangan Vivian dan tidak mengambilnya, dia berpikir bahwa untuk apa dirinya bergabung dengan kelompok Vivian. Lalu dia melirik ke Kendra, yang hanya diam saja sejak tadi karena tidak ada yang mengajaknya mengobrol.


Stella berkata; “Kau cari saja orang lain, aku tidak akan pergi.”


Vivian menarik kembali tangannya dan menyimpan tiket tersebut. Karena Stella tidak mau, jadi dia memikirkan beberapa orang yang bisa dia ajak. Jadi Vivian berkata; “Baiklah kak, kalau begitu aku akan mencari orang lain saja.”


Setelah berpikir sejenak Vivian akhirnya memiliki keputusan, untuk mengajak Kesya pergi bersama. Dia berpikir bahwa Kesya membutuhkan istirahat sejenak, dia pasti merasa lelah karena terlalu sibuk sekolah dan menjaga Ibunya di rumah sakit. Untuk merawat Ibunya, rumah sakit sudah memiliki perawat yang pasti akan selalu bertanggung jawab atas tugasnya.

__ADS_1


__ADS_2