Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Kendra [Mau apapun, minta padaku]


__ADS_3

Tiga Minggu sebelum menjelang Ulangtahunnya, Kendra tidak membiarkan Vivian menjalani hari-harinya dengan normal. Hampir 24 jam Kendra akan berada di sisi Vivian. Dia terus mengawasi gadis itu, gak membiarkan Vivian dekat sama orang lain, apa lagi bareng Omega Laki-laki.


Kendra tidak akan membiarkannya, ada yang mencoba berbicara pada Vivian saja dia sudah langsung mau nyebarin feromon. Aneh memang, tapi itulah Kendra. Pribadinya mulai berubah kala mengenal Vivian.


Nempel terus seperti perangko, Vivian bahkan sampai jengah tapi mau gimana dia udah berulang kali bilang ke Kendra, diterima pakai telinga kanan sedetik kemudian keluar di telinga kiri.


Dan tahu yang paling bikin pikiran Vivian roller coaster, Kendra punya hobi baru. Ngendus kek anak anjing, kalau ada kesempatan dia bakal ngelakuin itu dan posisinya tetap di perpotongan leher Vivian.


Siapa coba yang gak ngeri? tangan dan kaki Vivian bahkan sampai gemetar hebat,


terkejut sejadi-jadinya. Kendra gila! dia pikir Vivian itu minyak telon apa? atau bedak bayi yang enak di hirup.


Kata Kendra sih, 'Kamu wangi, aku suka.'


atau kalau gak, 'Feromon kamu bikin kecanduan.'


Dasar kelainan! Vivian sudah berusaha buat Kendra normal lagi, biar dia ngejarnya Kesya yang notabenenya protagonis utama, tapi tetap aja Kendra seperti sudah tahu pergerakannya.


Kan bikin ribet aja, seperti sekarang ini. kelas mereka sedang pelajaran olahraga, setelah pemanasan pagi hari dan pengambilan nilai basket, Vivian duduk bareng teman Alpha wanita dari kelasnya.


Alpha wanita 01: “Vi, Vivi...kau ada apa dengan Kendra? belakangan ini aku lihat dia terus menempel padamu?”


Vivian; “Aku gak tahu, tolong jangan bahas dia. Kepalaku sudah mau pecah.”


Alpha wanita 03; “Kau pasti mengalami masa-masa yang sulit. Tapi memang benar, sungguh aneh melihat dia sangat aktif.”


Alpha wanita 05; “Benar, sebelumnya dia tidak pernah seperti itu.”


Alpha wanita 02 “Mungkin dia masih menganggap mu sebagai Omega, hahaha.”


Vivian; “Itu tidak masuk akal, kenapa baru sekarang setelah lewat tiga bulan lebih?”


Vivian tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kalau dia mencurigai Kendra terkena kelainan istimewa, dia tidak ingin terlalu ikut campur dengan protagonis utama tapi, situasi selalu menariknya untuk terus berurusan dengan Kendra di setiap kesempatan.


Beruntung sekarang pelajar olahraga dan anak laki-laki sibuk bermain sepak bola, jadi Vivian tidak harus berurusan dengan Kendra. Dia duduk di pinggiran lapangan basket yang agak jauh dari lapangan sepak bola.

__ADS_1


“Vi, kamu gak ada tertarik gitu sama Kendra?”


Vivian melototi temannya yang baru saja bertanya padanya, “Apa maksudmu?”


“Aku ingat keluargamu lebih banyak menikahi sesama Alpha, apakah kau juga akan mengikuti jejak mereka?”


“Hanya karena leluhurku menikahi Alpha, aku tidak harus mengikuti jejak mereka kan?”


“Itu benar, tapi aku pernah mendengar kalau kakek mu pernah menyukai seorang omega, tetapi dia menyerah dan memilih untuk mengikuti jejak orang tuanya.”


“Aku tidak tahu tentang itu, kakek tidak pernah mau membahasnya denganku."


“Lalu apakah kau akan bersama dengan omega, seperti Ayahmu?”


Vivian diam untuk sesaat, dia masih belum mendapatkan jawaban untuk kebimbangannya selama ini. Satu sisi ada Kendra yang gencar, satu sisi adalah kakeknya, sisi lainnya lagi ada Omega laki-laki yang juga mendekatinya dan satu sisi lain adalah keinginan pemilik tubuh asli.


Pusing benar jadi Vivian, kalau gini jadinya dia pulangnya kapan dong? Kendra sudah eror dan sulit baginya untuk mencari peluang.


“Vivi, ada yang nyari kamu!” salah satu tema. sekelasnya berteriak.


“Ada, katanya dari kelas Omega.”


Vivian mengernyit, kelas omega yang dia kenal benar hanya Kesya dan Dean. keduanya juga sangat jarang keluar jika sedang dalam pelajaran, jadi siapa?


Vivian mendekat ke arah belikan dekat tangga, pada saat dia sampai disana Vivian melihat seorang Omega wanita yang asing, pada saat mata mereka bertemu, si omega langsung menunduk, semburan merah muncul di wajahnya.


Wah, omega ini seperti berbahaya. Vivian mendekat, dan bertanya padanya; “Ada apa mencari aku?”


“Aku...aku, ini untukmu,” Omega perempuan itu memberikan sekotak cokelat padanya.


“Untukku, benarkah?” tanya Vivian, Omega wanita itu masih menundukkan kepalanya teriak berani, Vivian tersenyum dan matanya membulat ketika melihat sebuah nota di coklat tersebut.


“Kau menyukai Rio? Sejak kapan?” Vivian langsung bertanya tidak menunggu waktu lagi, memangnya kapan Rio pergi sendiri dan tidak sengaja bertemu dengan omega wanita?


““Sejak satu bulan lalu, aku melihat dia penuh kharisma, dan tampan dan juga...”

__ADS_1


“Hei, hentikan itu. aku hanya akan memberikan coklatnya kan?”


Omega itu mengangguk, lalu kembali masuk kedalam ruangannya, Dia menatap sekotak cokelat pemberian omega tadi, pikirannya kemudian bertambah dengan beban lagi.


Seorang omega menyukai teman Alpha-nya, dia menitipkan coklat pada Vivian lalu memintanya menyerahkan ya pada Rio, tapi kalau dia serahkan dan Rio jadi penasaran dengan orang itu, temannya yang lain kasihan dong.


Udah mencintai dalam diam, tidak di berikan harapan yang jelas, gebetannya gak pernah peka sama perasaan temannya sampai sekarang, dan kini dirinya akan menjadi pengirim pos dari luar gedung.


Malang bener Nasib Nila kalau sampai coklat tersebut tiba di tangan Mario, Mario pasti bakalan cari siapa si pemberi coklat itu. Vivian masih natap kotak coklat tersebut, dan gak sadar kalau pawangnya udah sandar di dinding sambil natap ke dia.


“Coklat dari siapa?” suaranya dingin, tatapannya juga tidak kalah dingin ke kotak coklat di tangan Vivian.


“Omega mana?” Lagi, Vivian diam melongo, ke Kendra.


Kendra maju lalu meraih kotak coklat tersebut. tanpa ba-bi-bu, kotak coklatnya dia lempar ke arah tong sampah, dan membuat Vivian terkejut Sampai menggertakkan giginya marah.


“Ngapain di buang sih!”


“Kamu kalau mau apapun minta sama aku aja, gak usah terima pemberian orang lain, Aku gak suka...”


“Yang bilang coklat itu buat aku siapa! itu coklat buat Rio, tadi ada omega yang titip. suruh kasih ke Rio!”


“Maaf, aku gak tahu. kamu sih gak bilang, aku tanya kamu gak jawab.”


“Aku tuh lagi pusing mau ngasih ke Rio apa gak, tadi rencanannya mau aku makan tapi udah kau buang."


Vivian pergi ninggalin Kendra, dan gak mau ngerespon ucapan si dominan. Kesal tahu gak sih, tuh coklat kalau gak di buang ke tong sampah, kan bisa di buang ke perutnya aja, kenyang Vivian jadinya.


“Vivi, maaf yah. Serius deh, aku gak sengaja. Aku cuma gak suka kamu Nerima pemberian orang lain.”


Suara Kendra terdengar lembut di telinganya, lalu sekian detik kemudian Vivian menyesalinya. Kendra bertingkah seperti anjing lagi yang mengendus-endus aroma milik Vivian.


Tangan Vivian terkepal dan giginya menggertak, dia menginjak kaki Kendra dengan kuat. Tidak memperdulikan apakah di dominan merasakan sakit, setidaknya metode ini membuat Vivian sedikit tenang karena ulah Kendra yang memeluknya lagi.


Ini masih di koridor sekolah, sial!

__ADS_1


__ADS_2