
Vivian duduk di seberang Kendra, matanya menusuk. Benar-benar tidak setuju dengan tindakannya, pasangan berarti melewati suka duka bersama, bukannya menghadapi sendiri dan membiarkan pacarnya terus penasaran.
Vivian awalnya merasa kalau Kendra yang dominan adalah orang yang selalu menang dan memimpin, bisa berpikir dengan. lugas,.ternyata ada kalanya status dominan tidak berpengaruh pada tindakannya.
Iya, Vivian sudah tahu dengan situasi Kendra. Kaki dan tangan pacarnya sedang bermasalah karena kecelakaan. Pantas saja Vivian saat itu, tiba-tiba merasa tidak enak dan pucat, Pacarnya sedang terluka tapi tidak ada yang memberitahu padanya.
Bahkan Mario temannya juga menyembunyikan ini semua darinya, padahal Vivian adalah temannya sementara Kendra seharusnya adalah orang luar. Tapi Mario justru dengan santainya dan tidak bersalahnya mengikuti keinginan Kendra.
Nila juga tidak memberitahu padanya tentang ikatan mate yang sudah terjalin antara keduanya setelah tanda permanen dibuat. Liam juga, Vivian yakin orang itu juga tahu tentang kecelakaan Kendra, tapi tidak mau bicara.
“Ini salahmu!” ucap Vivian.
“Aku tahu, aku minta maaf,” ujar Kendra dengan mata anak anjingnya agar Vivian berhenti marah.
“Minta maaf! kau pikir minta maaf bisa mengembalikan waktu yang kau buang, selama dua bulan ini?”
“Tolong, kucing liar...”
“Tidak! Aku tidak akan memaafkan mu. Kau membuat aku khawatir selama dua bulan, maka aku akan memberimu hukuman.”
”...Hukuman?”
Vivian mengangguk, lalu tersenyum penuh kemenangan dan berkata; “Kau tidak di perbolehkan untuk menyentuh aku selama enam bulan kedepan.”
“!!!” Hei, tidak adil. Aku hanya menghilang dua bulan, dan aku harus tidak menyentuh pacarku selam enam bulan kedepan! Ini namanya pembunuhan! aku sudah tidak mengirup feromonnya selama dua bulan dan sekarang aku masih harus menunggu hingga enam bulan kedepan?
“Tidakkah ini berlebihan?" Suara lembut Kendra dengar, Vivian menoleh dan membuang muka lagi, artinya dia tidak akan mengubah keputusannya.
“Kau dominan dan aku Alpha biasa. Enam bulan seharusnya adalah Sabtu yang singkat untukmu.”
“...Tapi,” kau tidak tahu kalau dominan lebih rentan, mereka akan mengamuk jika tidak Menghirup feromon pasangan, dua bulan ini tentu saja waktu terburuk untuk Kendra sendiri.
Enam bulan kedepan, itu artinya sampai tahun baru lagi, karena sekarang sudah memasuki bulan delapan. Tidak menyentuh pacar saat ulang tahunya yang ke 18 nanti, bisakah itu terjadi?
__ADS_1
“Bisakah lebih di permudah? Aku tidak yakin jika aku tidak menghirup feromon mu.”
“Hm, hukumannya hanya tidak bisa menyentuhku. Tapi kau masih bisa menghirup feromon ku, tentu saja bukan dengan mengendus seperti anjing gila.”
“Lalu, bagaimana denganmu? Jika kau butuh feromon...”
“...Eh, Iya bagaimana jika aku butuh feromon?” Melihat Vivian yang berpikir Kendra tersenyum dan tertawa hehehe... hukum saja aku, aku tidak bisa datang padamu maka kau yang akan datang padaku kucing liar manis ku...
“Kau...kau... apa yang sedang kau pikirkan di otak kecilmu itu?”
Gluk!
“Kau...kau pikir bisa mengecoh aku lagi! Hahaha... Lihat ini, aku menggunakan stiker penghambat terbaru yang di kembangkan oleh peneliti," Vivian tersenyum dengan bangga, karena tidak akan terkecoh dengan feromon Kendra yang kuat.
Vivian dua Minggu lalu pergi menemui Anna di tempat penelitian, karena sudah lama tidak bertemu. Sangat kebetulan Bibinya baru saja menyelesaikan penemuan terbaru mereka, meskipun stiker penghambat feromon sudah lama di temukan, mereka mengembangkannya lagi agar lebih efisien untuk di gunakan.
Stiker feromon berfungsi untuk menghambat bocornya feromon, biasanya digunakan saat memasuki siklus panas atau sedang berhadapan dengan lawan yang lebih kuat, Vivian menceritakan pada hobinya tentang seorang Alpha yang sekarang menjadi kekasihnya.
“Kau tidak mencoba untuk lepas dariku kan?”
“Kau mau aku lepas? kalau begitu, matilah agar aku bisa pergi.”
“Tidak akan! sekalipun kau kembali ke duniamu, aku pasti akan mengejar mu.”
“Tidakkah kau tampak berlebihan?” Mata Vivian memicing, pacar Alpha-nya ini aneh. Tidak mungkin kan saat dia mati, justru bereinkarnasi ke dunianya, memangnya Dunia manusia itu surga mereka apa?
“Aku sudah pernah bilang, kau milikku. Aku tidak akan membiarkan kau bersama pria lain.”
“Huh, coba saja kalau kau bisa,” Vivian menantang, tidak logis memang. Jika di dunianya orang meninggal akan pergi ke salah satu tempat, Surga yang indah atau Neraka yang panas. Tapi membayangkan orang di dunia ini, kemana mereka akan pergi?
Karakter novel tidak memiliki surga atau neraka, mereka mati kisahnya selesai, mereka akan hidup lagi ketika pembaca membaca ulang novel tersebut. Begitu saja seterusnya hingga mereka bosan dan tidak menyentuhnya lagi.
Kendra menghentikan feromonnya, kesal karena tidak ada pengaruh apapun untuk Vivian, kesal memang. Pagi tadi dia belum puas menyentuh dan mengendus karena kedatangan pengajar. Sekarang itu terhalang karena Vivian sudah tahu, lagi siapa yang berencana mengembangkan stiker penghambat feromon itu?
__ADS_1
Baiklah, kalau begitu aku mengalah.”
“Kau, sungguh mengalah? Tumben...”
“Aku mengalah untuk hukuman itu, tapi aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi.”
““Heh, coba saja jika bisa. Kalau kau mati dan berakhir di duniaku, aku akan langsung mengumumkan kalau kau suamiku.”
Uh, tidak berhasil juga aku memang akan menjadi suamimu pikir Kendra. Memang yang mereka bahas mungkin saja tidak pernah terjadi tapi siapa yang akan tahu, jika Vivian dikirim oleh sebuah sistem keduniaannya, maka tidak menutup kemungkinan juga ada sistem yang bisa membawa dia ke dunia Vivian.
Tapi Vivian berkata bahwa sistem memilih orangnya sendiri, jika anda tidak beruntung maka kau bisa berpindah ke dunia lain. Baiklah mari kita lupakan tetang masalah ini dulu, Kendra menggenggam tangan Vivian kemudian menatap mata bunga persik pacarnya.
”Libur semester ikut denganku yah...”
“Hah, kemana?” Vivian bertanya, sambil mengernyit.
“Ayah ingin bertemu,” Kendra menjawab dan membuat mata Vivian bulat. Bertemu ayahnya? Bertemu calon mertua begitu?
“Eh, kenapa bertemu?”
“Tentu saja untuk mengurus pertunangan kita, akhir tahun kau sudah akan dewasa. Aku ingin mengikatmu dihari itu juga.”
“Ini, tidakkah terlalu cepat?” Tanya Vivian.
“Tidak, delapan belas tahun adalah usia yang pas untuk seorang gadis menikah, kita hanya bertunangan saja,” Jelas Kendra.
Vivian mengernyit bingung, dirinya pasti akan di tipu lagi. Delapan belas tahun itu konyol, Stella, Nila dan Kesya saja belum menikah, bagaimana bisa Kendra mengatakan usia 18 tahun adalah usia yang pas untuk seorang gadis?
“Tidak, kau pasti mau menipuku kan?”
“Aku tidak menipu, Ayahku menikahi ibuku saat usia Ibu ku baru delapan belas tahun saat itu.”
Jadi kau mau mengikuti jalan ayahmu begitu?
__ADS_1