
Ruangan tampak hidup dengan celotehan Stella, Tuan tua dengan sabar menemani gadis itu. Sementara Kendra sudah lebih dulu jengah, dia jadi berpikir bagaimana bisa selama ini dirinya tahan mendengar suara Stella?
Otaknya pasti sudah tidak berfungsi sebelumnya sehingga tidak bisa berpikir.
Gadis ini sangat berisik!
Kendra duduk beberapa menit setelah Vivian beranjak pergi dan berkeliling. Rumah utama Leonard sama besarnya dengan rumah utama Alisher, jika saja Vivian adalah gadis yang penakut dan pemalu dia pasti sudah akan memilih diam saja.
Sama seperti ketika Vivian pertama kali ke rumah Alisher setelah bertransmigrasi, untung saja sejak awal Vivian sudah berpura-pura tidak mengenali keluarganya, dan banyak diam seperti karakter asli pemilik tubuh sebelumnya, sehingga kakeknya menjelaskan kembali tata letak ruangan di rumah besar.
Lihatlah, Stella semakin mendekat padanya. Tersenyum dengan mata Chihuahua, memeluk lengannya dan berkata, “Ken, apa kau ingat dulu pernah membuatkan aku mahkota dari kertas origami. Aku masih masih menyimpannya loh.”
Hei, siapa yang membuat itu untukmu? Itu hanya karena tugas dari guru dan kebetulan aku sekelompok dengan anak perempuan, pikir Kendra. Lagi pula, saat itu masih di taman kanak-kanak, sangat wajar membawa pulang prakarya pertama.
“Iyakan, kau masih ingat kan? Dan oh, saat kita bermain ayunan bersama, di taman belakang rumahmu, kau selalu mendorong ayunan ku.”
Itu karena hanya ada aku sendiri dan kau merengek pada kakekku untuk menemanimu bermain. Jika Kendra memikirkannya lagi, meskipun mereka tumbuh bersama, Stella terbiasa dengan kehidupan ingin sesuatu maka dia pasti akan mendapatkannya.
Memikirkan kehidupan masa lalu, jika di bandingkan dengan Vivian yang tumbuh di luar kota kata Stella tadi, ini tidak begitu adil untuk Omega lemah yang harus bertahan hidup jauh dari orang tuanya pada usai yang begitu muda.
Tentu sulit untuk dipercaya.
Karena tidak ingin membiarkan Stella semakin mengungkit tentang masa kecil mereka, Kendra hanya mengangguk dan berkata, “Tentu.”
Stella melihat Kendra yang tampak tidak ingin di ganggu, jadi dia kembali mengajak Tuan tua mengobrol. Dia tahu jika dirinya tidak bisa terlalu menuntut apa yang dilakukan oleh Kendra, mereka masih belum berada dalam hubungan dimana keduanya saling terikat.
__ADS_1
Karena terlalu larut mengobrol dengan Tuan Tua, Stella sama sekali tidak menyadari bahwa Kendra sudah menghilang dari ruang tamu, Dia berkeliling untuk menemukan keberadaan Vivian.
Dari ruang tamu tadi, Vivian berjalan keluar menuju ke halaman belakang. Vivian kagum melihat desain arsitektur yang di gunakan, penuh dengan seni, dan itu indah, terlihat seperti taman dengan sebuah ayunan tua disana. Kemudian Vivian terus berjalan,karena tidak tahu ingin kemana lagi lahirnya Vivian masuk kedalam rumah lagi, melalui pintu belakang.
Kendra memperhatikan kemana Vivian akan pergi sehingga dia terus mengikutinya diam-diam, Kendra mengetahui ternyata Vivian pergi ke dapur dan berniat untuk membantu pelayan membersihkan piring.
Alis Kendra melengkung dan berpikir untuk apa dia melakukan pekerjaan para Omega? Apakah insting Omeganya masih belum menghilang sepenuhnya?
Tapi ini sudah enam bulan lamanya Vivian dibedakan menjadi Alpha. Alpha adalah gambaran dari seorang pemimpin, paling umumnya mereka yang akan memerintah, bukan di perintah.
Tapi gadis ini tanpa di suruh dia terjun ke dapur, memasak untuk keluarganya dan mencuci piring bekas makan, Begitu berbeda dengan Alpha wanita yang pernah dia temui. Vivian jika boleh di katakan dia terlihat seperti seorang Beta yang bebas tanpa terikat feromon.
Atau apa karena Vivian tumbuh di luar kota, sehingga gadis ini lebih mandiri dari gadis remaja lainya, sehingga dia terbiasa untuk mengurus dirinya sendiri?
Cukup menarik.
Kendra dengan sadar tersenyum dan melipat kedua tangannya di dada, bersandar di pintu. Dia melihat bagaimana Alpha wanita ini berperilaku sangat sopan pada pelayan yang usianya di atas mereka. Senyum gadis itu terlihat sangat nyaman.
Bibir berwarna delima miliknya yang terangkat membentuk senyum itu tampak lembut, mata bunga persik milik Vivian ketika berbicara sangat indah karena Vivian seperti menyalurkan perasaannya sendiri, dan hidung gadis ini cukup mancung, lalu tinggi Vivian dan proporsi tubuhnya itu....
Kendra kemudian tersentak, wajahnya yang datar berekspresi seperti matanya sudah akan meloncat keluar, telinganya pasti sudah merah karena malu, sehingga dia mulai berteriak dalam hatinya, mengutuk dirinya sendiri.
Dasar bodoh, Apa yang sudah aku pikirkan!!!
Sialan!!!
__ADS_1
Kendra menarik rambutnya agar merasakan sakit, lalu kembali berpikir untuk kesekian kalinya mengingatkan fakta ini pada dirinya sendiri bahwa Vivian adalah seorang Alpha, Alpha wanita bukan seorang Omega lagi.
Sial, sial apa yang sudah aku pikirkan sih? Otakku pasti sudah mulai rusak karena setiap hari terus memperhatikannya, kenapa juga aku harus mengajaknya makan siang? Padahal mengajak Leon atau Dean juga bisa.
Sudah berapa kali seorang Kendra Leonard, bergelut dengan pikirannya hanya karena seorang Alpha wanita seperti Vivian. Kendra kemudian menghela napasnya lalu berkata; "Apa yang kau lakukan disini? biarkan mereka saja yang melakukannya, itu sudah tugas mereka."
Vivian terkejut melihat Kendra berdiri di pintu dan sedang memandangnya, sehingga membuat Vivian bertanya pada dirinya sendiri, sejak kapan dia berdiri disana? Aku sampai tidak menyadarinya. Kendra melihat Vivian yang hanya diam dan balik menatapnya, awalnya dia mengira kalau gadis ini akan segera pergi karena di tangkap olehnya.
Akan tetapi Kendra justru mendengar Vivian membalas dengan berkata; "Apa salahnya mencuci piring setelah makan?"
Kemudian Vivian membuang mukanya, mengabaikan Kendra dan kembali menyelesaikan pekerjaannya. Tentu saja, bagaimana bisa seorang Vivian Alisher yang merupakan anak rajin dan pekerja keras yang bertransmigrasi kedalam sebuah buku dengan ending yang buruk, bisa tenang jika membiarkan piring kotor bertumpuk?
Kendra terkekeh mendengar pertanyaan Vivian, lalu dia kembali berkata; "Nona muda, aku minta maaf tapi aku harus bilang kalau sekarang kau tidak berada di rumah Alisher."
Vivian, "... Apa salahnya? aku hanya ingin membantu."
"Tetapi kau juga harus ingat, ini rumah Leonard. Semua berjalan sesuai aturan rumah."
"Terserah, aku tidak ada kaitannya dengan aturan keluargamu, Aku bukan bagian dari kalian."
"Siapapun yang masuk kedalam halaman rumah kami, wajib untuk mematuhi semua aturan yang ada."
"Persetan dengan aturan keluargamu. Aku tidak peduli," Vivian menoleh tidak mau memperhatikan Kendra. Pelayan yang sejak tadi ada disana, tidak ada yang berani ikut campur. Yang satu adalah tuan muda mereka, dan yang satu adalah seorang Alpha wanita dari keluarga terhormat.
Vivian kemudian menjadi tidak fokus karena dia masih saja merasakan punggungnya terus dingin, dan mengetahui bahwa sejak tadi dirinya terus di tatap oleh Kendra. Sangat kebetulan, Vivian sedang membersihkan pisau, karena tidak berhati-hati telunjuknya pun tergores, dan cairan merah mulai menetes keluar.
__ADS_1