Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Mengembalikan Tupperware


__ADS_3

Beberapa hari setelahnya, itu adalah hari Sabtu. Pelatihan feromon Vivian dilaksanankan setiap pagi hari, jadi setelah selesai Vivian akan langsung pulang ke rumah utama untuk melanjutkan belajar bisnis dengan ayahnya.


Alexis memiliki suasana hati yang sang sangat senang sejak dia kembali dekat dengan putrinya, meksipun itu hanya di akhir pekan tapi menurutnya hal itu sudah cukup baik dari pada tidak sama sekali.


Alexis menyadari bahwa Vivian sangat mudah memahami pelajaran, dia gampang mengerti dan tidak memakan banyak waktu. Waktu setelah pelajaran, mereka gunakan untuk bersantai. Biasanya Vivian akan mengajak ayahnya untuk ikut serta membuat cemilan di sore hari.


Ketika mendekati makan malam Vivian tentu saja akan memasak makan malam untuk keluarganya, ini membuat hubungan keluarga mereka menjadi semakin baik.


Dulu rumah itu sangat sunyi, ketika makan tidak akan semenyenangkan sekarang, ketika dalam waktu santai mereka tidak akan sibuk dengan urusan masing-masing, rumah Alisher menjadi cukup hidup.


Bibinya cukup perhatian meskipun masih jarang mengajaknya bicara dan Stella, Vivian pikir gadis itu sudah cukup percaya padanya, tidak lagi mengganggunya. Ah, sudahlah memang sudah sejak dia menjadi alpha, Stella sudah tidak lagi menyentuhnya.


Kecuali jika itu menyangkut Kendra, Vivian adalah orang yang paling tepat untuk di tanyai.


Pelatihan feromon Vivian hanya berlangsung tiga jam, setelah itu Vivian kembali bersama dengan Chihuahua. Kedua temannya sedang tidak ingin menginap jadi, mereka hanya mengantar Vivian ke rumah utama lalu kembali ke apartemen.


Ketika Vivian tiba di rumah, Vivian terkejut karena mendapati Kendra bersama dengan motornya, Vivian bahkan sampai berpikir apa yang dia lakukan di sini? Hari ini Vivian merasa bahwa dia sedang tidak berada dalam plot apapun.


“Sistem, ada apa ini? Mengapa protagonis ada disini? Bukankah seharusnya dia di rumah sakit?”


Chihuahua mengerang kecil dalam pelukan Vivian, dia masih ngantuk dan berkata; [Hampiri saja dia Tuan rumah, mungkin ada hal penting. Dia membawa kantong plastik, mungkin itu makanan.]


“Apanya yang  makanan? Dia mungkin saja mencari Stella. Sudahlah, ayo dekati dia dulu.”


Vivian menutup pintu mobil ketika dia sudah keluar, Vivian langsung mendekat ke Kendra dan menatapnya dengan bingung. Kemudian Vivian bertanya padanya; “Ada urusan apa? Mungkinkah kau ingin bertemu dengan kakakku? Maaf saja, aku juga baru tiba jadi tidak tahu apakah dia ada.”

__ADS_1


Menunggu untuk beberapa saat, Vivian masih tidak mendapatkan jawaban dari Kendra. Kemudian Vivian menghela napas lalu kembali berkata; “Apakah kau datang mencari aku?”


Kemudian Vivian melihat Kendra mengangguk lalu berkata; “Aku datang untuk mengembalikan Tupperware.”


Vivian dengan perasaan yang terkejut “...”


Hah? Tupperware itu belum juga kembali? Dihitung dari makan malam bersama, ini sudah hampir satu bulan. Mengapa Kendra baru mengembalikannya sekarang? Bukankah dia pernah berkata bahwa jika ingin mengembalikan Tupperware, berikan saja pada Stella.


Apakah Alpha ini pelupa? Tentu saja tidak, Kendra memiliki ingatan yang baik. Hanya saja dia  agak malas untuk mengembalikan barang itu terlalu cepat. Siapa sangka bahwa ada hari dimana Tupperware itu akan menjadi alasan dirinya untuk bertemu dengan Vivian.


Belakangan ini Kendra memiliki kegiatan baru, yaitu memperhatikan Vivian. Sebenarnya agak terasa aneh juga, mengingat dirinya seorang Alpha dan Vivian juga adalah seorang Alpha. Dia bahkan sering kali berpikir bahwa dirinya mungkin saja sudah mengalami kelainan genetik.


Kalau tidak, bagaimana bisa seorang Alpha wanita bisa menarik perhatiannya? Sementara di luar sana ada banyak Omega yang sering kali sengaja mengeluarkan feromonnya untuk menarik perhatiannya.


Contoh paling sederhana adalah Kesya dan Stella. Keduanya paling sering terlibat masalah, Kendra tidak menyadari seperti apa perasaan Stella padanya, jujur saja status Stella di mata Kendra hanya sebatas saudara perempuan. Menjaga gadis itu sebagai bentuk perlindungan dari seorang kakak.


Kendra tidak tertarik.


Kembali pada Vivian, gadis yang sekarang ada di depannya. Awal kepindahan gadis itu ke kelas mereka, Kendra buang muka tidak peduli. Lalu bagaimana bisa sekarang gadis ini pelan-pelan masuk kedalam pandangannya?


Mereka bahkan tidak dekat, di sekolah saja mereka jarang mengobrol. Vivian selalu sibuk dengan kedua temannya, dan Kendra sendiri sibuk dengan dunianya, tidak memperdulikan sekitar. Mereka juga tidak ada waktu untuk bertegur sapa, jika memikirkannya lagi Kendra hanya  memiliki satu asumsi kecil dalam pikirannya.


Masakan Vivian.


Cita rasa yang khas dalam masakan Vivian inilah yang mungkin saja memberi efek pada Kendra sehingga terus diam-diam mengingat siapa pembuatnya. Kembali pada Tupperware yang ada di genggamannya, Kendra mendengar Vivian berkata; “Kenapa baru di kembalikan sekaran?”

__ADS_1


Vivian memikirkan Tupperware tersebut, dan kembali mengingat Ibunya. Jika saja ini di dunia aslinya, Ibunya pasti sudah akan mengamuk jika mengetahui Tupperware miliknya hilang.


Ibunya seperti lebih menyayangi Tupperware itu dari pada putrinya sendiri, bahkan pernah sekali Vivian tidak pulang ke rumah karena urusan tugas sekolah sehingga dia harus menginap di rumah teman kelompoknya, Ibunya tidak bertanya dan hanya memintanya untuk langsung mandi dan beristirahat.


Lalu ketika itu terjadi pada Tupperware, Ibunya langsung berteriak sehingga membuatnya terkejut, bahkan langsung memintanya untuk menjemput Tupperware tersebut di rumah teman Vivian yang di pinjamkan tadi.


Vivian geleng-geleng kepalanya lalu berpikir Sudahlah, setidaknya orang ini masih ingat untuk mengembalikannya dan tidak mencurinya.


Kendra menyerahkan Tupperware itu, dan berkata; “Maaf aku melupakannya.”


Vivian menerima Tupperware tersebut dan berkat; “Hm, baiklah. Setidaknya kau masih ingat untuk mengembalikannya.”


Kemudian Vivian kembali berkata; “Apakah masih ada hal lain lagi? Jika tidak kau bisa pulang sekarang.”


Chihuahua membuka matanya dan menatap tuannya; [Tuan kau sangat tidak sopan pada tamu, tidak baik mengusir seorang tamu.]


“Hei, Pakah kau sistem ku atau sistem dia?”


[...Baik tuan, terserah anda saja.]


Kendra menatap Vivian dan mulai berpikir apakah gadis ini sedang mengusirnya dengan halus? Betapa beraninya dia, bahkan selama ini belum pernah ada yang memperlakukannya seperti ini.


Dimana pun dirinya berada pasti akan selalu disambut dengan baik. Oke, gadis Alpha ini adalah yang pertama menolak kehadirannya. Cukup menarik, Kendra kemudian menyunggingkan senyum.


Pandangan Vivian menatap heran pada Kendra, Ada apa dengan Alpha dominan ini? Apakah otaknya sedang kacau, sehingga dia tersenyum? Pikiran Vivian kemudian mulai bermain rollercoaster. Dan dia menyadari bahwa karakter satu ini cukup aneh, setelah dirinya sedikit berkomunikasi dengannya.

__ADS_1


Kemudian Vivian menghela napas dan berkata pada Kendra; “Hm, kalau kau belum mau pulang, Masuklah dan duduk sebentar.”


__ADS_2