
Tuan tua menatap beberapa lembar dalam map yang baru saja dia baca. Kepala tuanya menjadi pusing, Omega dominan dapat di kategorikan sebagai kelas tinggi, Omega dominan akan mendapatkan pujian dari masyarakat luas, mereka di hormati. Tetapi menatap cucunya sendiri justru membohongi masyarakat, menyembunyikan gender aslinya dan berpura-pura menjadi Omega yang lemah?
Omega lemah biasanya tidak di pandang di masyarakat, bahkan untuk menemukan pekerjaan saja mereka akan sulit untuk di terima. Makanya sejak dulu, Tuan tua selalu meletakkan hsrlss nya pada Stella, sebagai Omega Dominan dan tidak memperhatikan Vivian yang saat itu adalah Omega dengan gen yang lemah.
Sekarang Cucu Omeganya yang lemah sudah menjadi Alpha, sementara Cucu Omega Dominannya membawa masalah kedalam rumah utama, yang sejak dulu dijaga bersih oleh mereka. Tuan Tua mendengarkan kedua putranya mempertanyakan tentang jadwal pemeriksaan Stella dan Vivian.
“Kenapa kau tidak menjawab? Apakah kau benar-benar mengganti hasil pemeriksaan kesehatan Vivian?” itu suara Excelo, putra pertamanya.
Excelo tipe pria yang bertanggungjawab dan taat dengan aturan, dia juga menjunjung tinggi kebenaran, ini adalah hasil didikannya. Alexis pada sisi lain adalah tipe pria loyal dan terbuka, tidak suka memendam perasaannya, dia juga lembut, ini hasil didikan mendiang istrinya. Putri tunggal mereka sendiri, itu campuran dari keduanya, tentu saja berkat didikan mereka.
Kenapa tiba di era cucunya malah timbul konflik seperti ini? Oh, tentu saja karena semuanya tidak sama lagi. Istrinya sudah pergi, putra pertamanya sibuk dengan pekerjaan, begitu pula dengan putra keduanya setelah kematian Ibu Vivian.
Ah, berbicara tentang menantu perempuannya itu, meksipun memiliki gen yang lemah, pribadinya cukup baik. Selama dia hidup dan menjadi menantunya, dapur adalah tempat favoritnya, mirip seperti Vivian yang suka memasak.
Sementara menantu perempuannya yang lain, dia tipe pemalas dan tidak suka bekerja. Tuan tua pernah heran mengapa putranya yang baik, memilih wanita seperti itu? Excelo hanya berkata karena dia suka wangi feromonnya.
Sangat bodoh!
Tuan tua melihat bahwa menantu perempuannya tidak ingin berbicara sehingga dia ikut bergabung; “Apa kau tahu, memalsukan laporan pemeriksaan fisik merupakan tindakan yang ilegal? Kau bisa saja mendekam di jeruji selama 10 tahun.”
“Ayah, izinkan aku untuk menelpon pihak kepolisian.”
“Hei, kak. Dia istrimu loh, kau benar-benar akan melapor tindakannya?”
“Apa kau tidak setuju? Dia sudah memanfaatkan putrimu loh.”
Tapi aku rasa dia melakukannya demi Putrinuloh kak! Alexis menatap kakaknya, diam-diam bola matanya membentuk bunga-bunga. Hehe, kagum tentunya, tapi dia juga merasa kasihan pada kakaknya.
Karena menikahi wanita seperti ini, kasihan sekali. Padahal di kampus dulu, banyak omega yang mengincarnya, sayangnya kakaknya ini hanya hanya tertarik pada feromon istrinya.
“Terserah kakak saja, lanjutkan yang tadi. Jadi apa yang harus kita lakukan pada kakak ipar? Lihatlah, tubuhnya sudah gemetar.”
__ADS_1
“Oh, kau benar. ayah apa yang akan kita lakukan, istriku belum mau menjawab.”
“Paksa saja dia istrimu, bukan istriku.”
Bagaimana dia tidak gemetar kalau dia berada di sekeliling Alpha yang mendominasi? Dengan suasana yang sepertinya akan memberikan kesialan pada dirinya. Tania melirik mereka satu persatu, kemudian dia mendengar Vivian berbicara; “Kakek, Paman, Ayah... Bisakah kalian serius? Jika tidak ada lagi aku ingin ke kamar.”
“Kau tetap disini, jika ingin tidur, bersandar saja di bahuku.”
“Kak, tidakkah kau merasa bosan. Tadi masalah Stella belum selesai, sekarang masalah bibi, dan ketiganya justru sibuk berdialog.”
“Mereka memang seperti itu, nanti juga akan normal.”
Plot apa ini! Vivian berteriak dalam batinnya, jika ada keajaiban dia lebih baik memilih untuk kembali ke dunianya, setidaknya dia tidak akan berada dalam plot membingungkan yang tumpang tindih seperti ini.
Dalam buku transmigrasi yang pernah dia baca, orang-orang yang di pilih oleh sistem akan mendominasi, mereka kuat, sistemnya cerdik dan jenius, bisa membantu tuan rumahnya untuk menyelesaikan misi, hadiah langsung muncul di depan matanya, saldo rekening bank miliknya langsung bertambah.
Tapi yang dia dapatkan, Sebuah sistem yang pemalas, tidak membantu hanya melaporkan tentang misi, siapa tuan yang paling tidak beruntung? Jawabannya adalah Vivian.
“Siapa yang memintamu berhenti?” Alexis menatap Kendra yang baru saja berbicara, Kendra mengabaikannya dan kembali mengurus Stella.
Stella kembali gemetar, tadi dia berpikir tidak akan ada yang melanjutkan pembicaraan lagi karena kakek, ayah dan pamannya sudah membahas hal lain, sayang dia lupa kalau Kendra masih ada disini. Jadi Stella menundukkan kepalanya lagi, sambil memainkan jari-jari tangannya.
“Sekarang katakan padaku, mengapa kau berbohong selama ini?”
“Aku... Aku tidak bermaksud. Saat itu... Setelah kau menolong aku, aku menceritakan semuanya pada Ibu. Kata Ibu, aku harus terlihat lemah agar bisa mendapatkan perlindungan dari mu.”
“Itu bohong! Kapan aku mengatakan hal seperti itu padamu?”
“Ibu mengatakannya, ibu berkata aku harus terus seperti itu agar aku bisa dekat dengan Ken, dan masuk kedalam kelurganya.”
“APA! TERNYATA KAU YANG MEMBUAT CUCUKU DEKAT DENGAN ANAK KELUARGA LEONARD INI!” Tuan tua berteriak, Alexis dan Excelo langsung mengusap punggungnya agar Tuan tua tenang.
__ADS_1
“Aku tidak mengatakan itu padanya Ayah, aku hanya mengatakan untuk bertindak baik pada bocah itu, karena sudah menolongnya.”
“Kakak Ipar Karena kau sudah bicara, sekarang jawab pertanyaan kami yang tadi. Mengapa kau Menganti laporan kesehatan Stella dengan mimik putriku?” Alexis meliriknya dan memberikan pertanyaan yang sejak tadi belum di jawab oleh Tania.
“Aku...itu bukan keinginanku. Stella adalah gadis yang manja, dia yang meminta laporannya di ganti, aku sudah melarang tapi dia merengek dan membuat keributan di rumah sakit.”
“BOHONG! JELAS IBU YANG MERENCANAKAN SEMUANYA!” Stella berteriak tanpa sadar, matanya menatap tepat ke arah Ibunya.
Hatinya menangis, pikirannya baru sedikit jernih. Apakah wanita didepannya ini benar-benar ibunya? Mengapa justru menyalahkan dirinya atas segala hal yang terjadi sekarang?
Stella tidak mengerti, semua yang dia lakukan paling banyak karena arahan ibunya.
Menargetkan Vivian, itu adalah arahan ibunya. Ibunya berkata bahwa hanya omega dominan yang berhak menguasai rumah dan warisan keluarga. Ibunya juga bilang Vivian seharusnya tidak pernah ada, tapi ibunya tidak pernah memberikan alasan yang pasti.
Ibunya selalu memanas-manasi dirinya setiap kali Farel datang ke rumah dan hanya mengajak Vivian bermain saja. Mengatakan bahwa lihatlah, gadis itu merebut kasih sayang kakakmu, kau tidak boleh membiarkannya, Anak itu suatu saat nanti akan bisa merebut kasih sayang kakek dan ayahmu juga.
Anak kecil mana yang tidak akan mudah terhasut jika mendengar kalimat seperti itu, bahkan jika itu hanya dua Snack dengan merek yang berbeda, anak kecil pasti akan saling berebutan juga.
“Kau masih kecil saat itu, jadi kau tidak akan mengingatnya. Ibu hanya mengikuti kemauan mu saja,” Tania tersenyum dan menatap sang putri, seharusnya anak ini akan patuh dan percaya padanya.
“Tidak! Aku ingat dengan jelas, Ibu yang menemui dokter. Kakek, ayah, paman... Mengenai Masalah yang menimpah Vivian, itu juga perintah Ibu....”
PLAK!
Bunyi Tamparan yang keras mengenai pipi Stella, dan membuat semua orang terkejut. Stella menatap Ibunya, matanya yang merah kembali menangis, tentu dia sangat terkejut. Ini pertama kalinya, dia mendapatkan kekerasan dan pelakunya adalah Ibunya sendiri.
Stella tidak bisa mempercayainya, Ibunya yang lembut dan selalu mendukungnya ternyata menggunakan topeng juga. Padahal tadinya, Stella mengatakan itu karena sudah tidak ada pilihan lain, Ibunya mengatakan bahwa dirinya yang ingin menggunakan laporan kesehatan Vivian.
Maka Stella juga tidak akan ragu mengatakan yang sebenarnya tentang masalah keracunan Vivian, ingat dia dominan. Ibunya berkata bahwa Omega dominan akan selalu menang, maka mari lihat jika dua dominan saling melawan siapa yang akan menang, dan siapa yang akan kalah?
Farel dan Vivian yang sudah saling pandang karena melihat pertengkaran Ibu dan anak, kemudian Farel berkata dengan tersenyum; “Lihatlah, aku benarkan? semuanya menjadi normal kembali.”
__ADS_1
Hiks, apa yang normal? Masalah ini seharusnya diselesaikan oleh dirinya, mengapa plot jadi milik karakter dalam cerita? Hwah... Selamat tinggal renovasi warung makan, selamat datang sistem tipu-tipu.