Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Menjelang Pariwisata


__ADS_3

Mendekati akhir semester Vivian semakin banyak mengasah dirinya, untuk ujian di semester nanti, Vivian memiliki peningkatan, setelah terus mengasah dirinya dalam sejarah, meskipun masih ada kata yang menurutnya sulit, kondisinya jauh lebih baik dari pada terakhir kali.


Vivian sekolah sampai hari Jumat, Sabtu mengurus restoran dan Minggu Vivian habiskan di rumah utama. Pada akhirnya Vivian memilih untuk berguru pada Tuan Tua, tentang sejarah dan bahasa yang di gunakan dalam prasasti.


Ini membantunya, dari pada meminta Kendra yang membantu. Berbicara tentang Pacarnya itu, Vivian benar-benar tidak memandangnya dan tidak peduli padanya. Kasihan sih, tapi mau bagaimana lagi? Ini semua Vivian lakukan agar Kendra tidak semenempel itu padanya.


Bagaimana nantinya jika dia sudah mengurus pekerjaannya? Vivian tidak mungkin akan ada terus di samping Kendra, karena dia juga punya kesibukan nanti. Jadi Vivian mencoba melakukannya, dan membuat Kendra tidak terus bersamanya.


Lagi pula Vivian sudah terikat dengannya, seharusnya tidak ada yang bisa mengganggu hubungan mereka. Kendra terlalu khawatir Vivian akan pergi, dia terkadang sampai membayangkan dirinya meninggal lalu Vivian juga ikut menghilang dan mereka tidak bertemu lagi.


“Kucing liar, hentikan belajarmu dulu.”


Vivian melirik, kemudian Kendra melanjutkan bicaranya; “Sebentar lagi, pengajar akan membagikan formulir.”


Vivian mengernyit dan bertanya; “Formulir apa?”


Kendra mengangguk, pada saat Vivian masuk sekolah pertama kali, kegiatan tahunan sekolah sudah berakhir, jadi Kendra menjawab; “Perjalanan wisata,”


“??” Perjalanan wisata, ah Vivian paham. Jadi dunia ini juga ada kegiatan seperti itu yah, untuk mengistirahatkan pikiran yang lelah bekerja.


Sekolah Vivian di dunia aslinya juga terkadang melakukannya, paling tidak mereka akan menginap di alam luar selama satu sampai dua hari.


“Begitu?”


“Kau tidak senang?” Kendra bertanya, biasanya melakukan perjalanan adalah kesukaan para gadis muda, karena bisa mengoleksi banyak foto.


“Bukankah itu hanya perjalanan wisata?”


“Ya, sejujurnya aku juga tidak suka.”


“Lalu, mengapa kau bertanya?”


“Tidak ada, sebenarnya aku tidak suka ikut kegiatan seperti itu.”


“Aku suka.”


Jadi, Kendra melihatnya. Hei, bukankah kau terlihat biasa saja saat aku mengatakan perjalanan wisata? jadi kenapa kau suka? apa yang kau suka?

__ADS_1


“Aku suka tantangan.”


“...” Apa sekarang kau bisa membaca pikiranku? Sayang, kau terlalu berubah belakangan ini.


Vivian mengernyit dan kembali pada bukunya, tidak lama pengajar masuk dan tersenyum melihat kelas yang tenang, pengajar meletakan sekumpulan formulir di atas meja dan mengetuk papan agar semua murid memperhatikannya.


”Baiklah, seperti dua tahun belakangan ini setiap tahun kita akan mengadakan Pariwisata, untuk lebih dekat dengan alam.”


Teman sekelas semuanya bersorak, mereka, untuk tahun ini perjalanan wisata mereka jatuh di tanggal yang dekat dengan Ujian semester, karena mereka sudah ada di tingkat akhir. Ketua selalu menggunakan strategi seperti ini untuk membuat pelajar bisa lebih merasa rileks.


Untuk tahun pertama dan tahun kedua perjalanan wisata mereka selalu akan jatuh di awal bulan setelah sekolah dimulai. Pelajar tahun ketiga dibedakan agar tidak bercampur dengan tahun kedua dan pertama.


Seorang teman sekelas, bertanya pada pengajar; “Apakah.kita akan ke pantai lagi dan menyelam dengan ikan-ikan?”


“Aku harap tidak, menyelam sudah hal yang biasa. itu agak membosankan, guru.”


Pengajar tersenyum dan berbicara;“Tentu saja tidak, kali ini kita akan mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman berpetualang...”


Vivian tersedak ludah sendiri ketika mendengar kalimat gurunya. Hei, bukankah ini lagu di kartun ninja Hatori! Vivian benar-benar tidak menyangkah penulis sangat kreatif.


Vivian mendekat dan berbisik; “Tidak ada, aku hanya mengingat sesuatu dari duniaku.”


Kendra yang salah paham wajahnya berubah menjadi hijau, “Jangan memikirkan sesuatu dari duniamu! Jangan pikirkan pria lain! aku tidak suka!”


”Kendra Leonard, ada yang ingin kau sampaikan?”


Kendra; “...”


Vivian tersenyum tipis lalu kembali fokus pada penjelasan pengajar, Kendra menghela napas semenjak dua bulan lalu, dirinya kembali dilanda mimpi buruk. Kucing liarnya tidak mengizinkan dia untuk mendekat, setidaknya jika tidak menerkam, izinkan dirinya untuk mengendus.


Dua bulan ini Kendra mendapatkan kebutuhan feromon lewat udara. Jika dia butuh, Vivian akan mengeluarkan feromonnya, namun dengan jarak lima langkah besar. Kendra merasa tidak adil, ini bukan menghukum, ini adalah pembunuhan.


Alpha dominan tidak dapat menahan gejolak mereka, berbeda dengan Alpha wanita, Kendra memberikan sumpah tujuh turunan pada seseorang yang memiliki ide untuk mengembangkan Alat pencegah feromon itu.


Satu bulan awal masa hukumannya, Kendra mencoba setiap hari untuk menggunakan feromonnya pada Vivian, biasanya feromon miliknya akan berhasil untuk membuat gadis itu mabuk, tapi tidak dia sangkah setiap hari Vivian akan memakainya.


Vivian bahkan membawa tiga sampai lima cadangan untuk berjaga-jaga. akhirnya pada bulan kedua masa hukumannya, Kendra memilih hari dengan acak, awalnya berhasil tapi karena itulah dia mendapatkan amukan dari Vivian.

__ADS_1


Pipinya bahkan sampai di tampar.


Kendra mulai berpikir yang aneh-aneh, memiliki omega.dengan diam-diam Vivian tidak mungkin melakukannya. Karena penandaan hanya bisa di lakukan sekali, Tanda akan hilang ketika pasangannya Mati. Namun, ada banyak orang yang lebih memilih untuk sendiri dari pada mencari pasangan yang baru.


Pasangan itupun juga haruslah mereka yang sudah tidak memiliki pasangan, mereka tidak bisa memilih untuk menandai omega yang baru atau alpha yang belum pernah memiliki Mate.


“Baik, penjelasannya Sampai disini dulu yah. Ingat pada hari keberangkatan untuk berkumpul di aula sekolah. Dan pengumpulan formulir terakhir Lusa ini.”


Setelah berbicara pengajar pamit untuk keluar dan membiarkan kelas kosong lagi. Para penghuni kelas kemudian menjadi ribut lagi, dua orang yang duduk di depan meja Vivian dan Kendra sama-sama menoleh dan memandangi sepasang angsa putih ini.


Seorang dari mereka membuka percakapan; “Apa yang kalian bicarakan tadi? memikirkan sesuatu dari duniamu, apa maksudnya? dunia apa?”


Vivian mematung, lalu melirik tajam pada anjing gilanya. Ini semua karena ulah mu! jadi jelaskan pada mereka berdua, aku tidak akan ikut campur. setelah itu Vivian membuang muka dari Kendra.


Gawat, kucing liarnya marah! Kendra beralih melirik kedua Alpha berbeda gender pertama tersebut, lalu berkata tanpa berpikir; “Dunia makanan, Yah dunia makanan. Semuanya tentang makanan...”


Makanan? Keduanya saling melirik, lalu seorang dari mereka bertanya lagi; “Apa hubungannya dengan pria lain?”


“Eh...Itu..."


“,Dia tidak suka kalau aku memuji masakan dan skill masak para koki muda yang tampan itu...” Vivian berbicara dengan sangat santai, tanpa peduli pada Kendra yang sudah menghitam.


“Wow! kau alpha yang sangat lengket seperti lem...”


Kendra dengan wajah jelek; “...”


...•••...


...Mohon maaf saya bolong-bolong update, saya sedang di pusingkan dengan penelitian...


...Terima kasih...


...Arigatō...


...XieXie...


......Danke ......

__ADS_1


__ADS_2