
Pada hari itu sudah menjelang sore, sambil memeluk Chihuahua Vivian berjalan di koridor rumah sakit bersama dengan Kendra. Sebelum mereka meninggalkan rumah sakit, keduanya mengunjugi kamar Inap Ibu Kesya, hanya untuk sekedar berpamitan.
Kendra membuka pintunya dan melihat bahwa Kesya tidak sendiri, ada Liam yang menemani. Sehingga Kendra kembali menutup pintu rawat inap itu, lalu berkata; “Sebaiknya kita pergi, Kesya sedang tertidur. Dia mungkin sangat lelah, jadi kita jangan mengganggu tidurnya.”
“Apakah sebaiknya kau kau temani Kesya saja, aku bisa meminta Mario untuk menjemput aku.”
“Mengapa aku harus menemani dia? Aku sudah berkata akan mengantarmu, jadi aku akan melakukannya.”
Bukankah dia pasanganmu! Hei, ada apa dengan protagonis satu ini? Dalam buku seharusnya Kendra selalu menemani Kesya di saat-saat seperti ini. Bukannya menarik tanggungjawab seperti ini.
Kendra melihatnya masih belum bergerak sehingga dia berinisiatif untuk menarik tangan Vivian dan pergi dari sana. Bukannya Kendra tidak ingin Vivian bertemu dengan Kesya, tetapi situasinya sedang tidak pas. Baru saja ketika Kendra membuka pintu, dia melihat kalau Kesya sedang bersama dengan Liam. Jadi di tidak ingin mengganggu waktu keduanya.
Jika Vivian mengetahui ini, apa yang akan di lakukan oleh gadis itu? Masuk dan menariknya untuk tetap di ruangan, sehingga dirinya kembali berurusan dengan Alpha satu itu, atau bersikap biasa saja dan hanya berpamitan untuk pulang dan meninggalkan dirinya dengan mereka.
Kendra tidak ingin berurusan dengan Liam, Alpha satu ini tipe yang keras kepala. Konflik mereka selama ini hanya karena, Stella. Semuanya bermula sejak di bangku SMP dan itu di perparah ketika mereka sudah memasuki SMA, setelah Liam mengenal Kesya.
Bukannya Kendra tidak ingin mempercayai setiap ucapan Liam, akan tetapi semua hanya dikatakan melalui mulut, tidak memiliki bukti yang bisa di percaya dan lagi Kendra hanya akan percaya jika melihat dengan matanya sendiri.
Seperti kejadian pada hari ini.
Meksipun dia melihat bahwa Vivian yang sengaja berlari sehingga dia terkena tamparan, tetap saja dia tidak suka ketika melihat wajah Vivian merah dan bengkak. Itu pasti sangat sakit, sehingga membuat Kendra berpikir apakah tenaga omega dengan gen lemah bisa sekuat itu?
__ADS_1
Vivian memperhatikan tangan yang di genggam oleh Kendra kemudian berkata; “Bisa kau lepaskan tanganku? Aku kesulitan membawa sayangku jika seperti ini.”
[Tuan, siapa sayangmu?]
“Diam, apa kau mau aku panggil Chihuahua atau bulu kecil pendek?”
[Tidak Tuan rumah, tapi kau bisa memanggilku yang mulia.]
Kau terlalu banyak maunya, pikir Vivian. Kendra sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya, dia masih melakukannya sampai mereka tiba di area parkir.
Setelah tangan Vivian terlepas, dia merasakan bahwa telapak tangannya seperti agak basah. Jadi ketika tiba di dalam mobil Kendra dia langsung mengambil tissue, dan menyeka tangannya.
Chihuahua duduk di kursi belakang, sementara Vivian di samping pengemudi. Jarak rumah sakit ke ruang utama Alisher itu tidak memakan banyak waktu, ketika mereka tiba di rumah utama orang yang membukakan pintu adalah Stella.
Kendra melihat tingkah Stella lalu moodnya menjadi down. Kemudian telinganya menangkap suara Vivian yang berkata; “Suster sudah mengompres wajah ku, jadi sudah tidak sakit lagi.”
Wajah Kendra menjadi buruk pada saat Vivian mengatakan itu, bagaimana bisa dia yang tampan di samakan dengan perawat rumah sakit? Itu sudah jelas tidak seimbang dengan wajahnya.
Stella melihatnya, namun tidak berani untuk mengajak Kendra berbicara lebih dulu. Dia masih merasa bahwa tindakannya hari ini pasti membuat Kendra jengah, jadi dia hanya mempersilahkan keduanya masuk.
Stella ikut bergabung dengan Vivian dan terus mengajak Vivian berbicara, sehingga membuat Vivian berpikir bahwa Stella masih memiliki banyak rencana kedepannya.
__ADS_1
Antagonis dalam buku tidak akan pernah mengajak Vivian berbicara duluan, kecuali pada saat Stella meracuni Vivian dan membuat nyawanya melayang. Jadi Vivian hanya meladeni dia seadanya saja, Vivian menjawab hal yang dia ketahui dan mengabaikan pertanyaan yang menurutnya tidak penting.
Seperti ketika Stella bertanya tentang dia suka omega yang seperti apa? Feromon dengan aroma apa? Sudahkah dia bertemu dengan seorang omega laki-laki? Atau maukah Vivian mengenal seorang teman dari kelasnya?
Pertanyaan seputar omega mana yang dia sukai menurut Vivian tidak penting. Dia sama sekali belum pernah memikirkan ini setelah dia bertransmigrasi, kemudian Vivian mendengar Stella bertanya lagi; “Apakah kau sudah menemukan Omega mu?”
Menemukan apa! Omega apa! Pandangan mata Kendra menatap Vivian lalu balik menatap Stella, sehingga Stella merasa bahwa Kendra juga penasaran dengan jawaban Vivian, dia tersenyum dan dengan semangat berkata lagi; “Aku dengar rumor di sekolah kalau ada seorang Omega, yang mendekatimu. Bagaimana dia menurutmu?”
Bagaimana apa? Omega dengan feromon bau durian yang menyengat sehingga selalu membuat perut Vivian berjoget, jangan gila. Karena merasa jengah, Vivian akhirnya berkata; “Tidak ada penilaian, bisa kakak berhenti membahas tentang Omega durian itu? Mengingat baunya, itu membuatku pusing.”
“Oh, sayang sekali. Aku kira kau akan menerimanya, aku juga mendengar wajahnya tampan, dan manis.”
Stella tersenyum dan melirik Kendra kemudian dia mengernyit, dan berpikir mengapa aura Kendra seperti menghitam? Atau apa mungkin ini hanya pandangannya yang salah. Kemudian dia melirik Vivian, orang ini seperti tidak merasakan disekitarnya.
Jadi dia kembali bertanya dengan pandangan yang sedikit terkejut; “Kau, tidak mungkin tertarik pada Alpha kan?”
Hah! Apa maksudmu dengan aku yang tertarik pada Alpha? Jangan mengada-ngada, aku masih menyukai Omega yang lembut dan manis, pikir Vivian kemudian dia bertanya pada Stella; “Mengapa aku harus tertarik pada Alpha?”
Pertanyaan ini membuat Kendra jadi menatapnya, dan berpikir bahwa mungkinkah Vivian sama sekali belum memikirkan tentang hal ini? Berbeda dengan pikiran Kendra, Stella mengangguk dengan senang karena perkataan Vivian menandakan bahwa dia masih akan memilih Omega, dan tidak mengikuti pendahulu mereka.
Mereka menghentikan obrolan, ketika Tuan tua sudah datang dengan membawa sebuah dokumen. Kemudian dia melihat bahwa Kendra juga ada disini, sehingga dia mulai berpikir untuk apa anak ini selalu ada disaat mereka ingin berbicara hal penting?
__ADS_1
Tuan tua tidak berpikir bahwa Cucunya akan datang bersama dengan Kendra, awalnya dia mengira bahwa Vivian akan datang bersama dengan Mario, karena jam pulang sekolah sudah berakhir sejak tadi.
Tuan tua sama sekali tidak mengetahui kejadian di rumah sakit, pantas saja tadi saat Mario datang dia tidak menemukan Vivian, justru dia sedikit kaget karena yang datang bersama Mario adalah Stella, selain itu tadi Mario hanya mengatakan bahwa Vivian sudah berada di apartemen.