
Vivian duduk di sofa ruang kamar, selama tiga hari ini dia memilih untuk beristirahat di rumah utama dan tidak bepergian kemana-mana, tiga hari ini juga dia gunakan untuk mengawasi Lion yang selalu datang sebagai tamu yang tidak di undang oleh mereka.
Membicarakan tentang tugas Vivian, dia sudah mengerti di bagian mana permasalahannya. Semuanya ada pada mereka berdua, Lion terlalu memaksa dan Stella adalah tipe orang yang menyukai kebebasan setelah menjadi Beta.
Lion datang padanya saat informasi Stella diketahui seluruh akademi, jadi Vivian merasa curiga pada Beta satu ini meskipun Chihuahua mengatakan kalau dia mendeteksi Lion sebagai pasangan Stella.
“Jadi untuk apa kau selalu datang?”
“Aku mau bertemu dengan Stella, ada masalah?”
“Tidak, aku hanya bosan melihatmu terus setiap hari.”
“Kalau begitu, jangan lihat.”
“Kau orang asing yang menyebalkan, pantas saja kakakku tidak mau.”
“Apa kau bilang?”
“Aku bilang kau orang aneh, Beta baru mana yang akan setuju dengan apa yang kau lakukan.”
“Hei, ini sudah diatur oleh Bibi mu sejak lama.”
“Kalau begitu kenapa kau tidak mencarinya saat dia masih Omega, kau muncul ketika dia baru mau merasakan hidup bebas tanpa ikatan feromon.”
Lion jadi tersedak, anak ini agak mirip dengan Stella, tidak ingin kalah berargumen, keduanya sama-sama berjiwa bebas, memangnya Beta mana yang mau berpasangan dengan Omega? Kalau saja perubahan Stella tidak di umbar di sekolah, Lion pasti akan mengabaikannya.
Satu bulan lalu saat Stella kembali masuk sekolah, akademi dibuat gempar dengannya karena menjadi primadona Beta yang indah, Stella langsung menempati tingkat pertama untuk Beta wanita tercantik.
Lion juga pasti akan langsung gerak cepat, jika sudah berkaitan dengan gadis cantik, dia bahkan langsung mengabaikan primadona sekolah yang lama dan mulai mencari informasi tentang Primadona baru.
Lion pernah berpikir bahwa dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Stella, gadis omega kecil yang selalu menolaknya di taman kanak-kanak, ternyata dunia punya rencana lain, mereka di pertemukan lagi dengan sosok yang sama namun genre yang berbeda.
Vivian melihat bahwa Lion diam saja dan tidak menjawab, jadi Vivian kembali berkata; “Kalau kau serius ingin mendekati kakakku, lakukan dengan cara yang benar. beri dia kebebasan dan cobalah saling mengenal dari awal lagi...”
Kenapa kau mau membantu aku?”
“Karena...” keberhasilan mu adalah 10.000.000 ku, Aku tidak akan menyia-nyiakan peluang baik ini.
__ADS_1
“Ada apa?” Lion bertanya lagi. Dia melihat Vivian tersenyum dengan wajah bodoh dan hal itu membuat agak bingung.
“Tidak ada, kau tidak perlu tahu apa alasanku. Jadi mau bantuan tidak?”
“...Aku tidak yakin, tapi mari kita coba.”
Vivian dan Lion mengobrol lagi lebih lanjut, atau lebih tepatnya Vivian bertanya bagaimana Lion bertemu dan mengenal Stella, Lion menjawab dengan banyak kebohongan. Dia tidak mengatakan bahwa saat dia kecil Ibunya selalu memakaikannya pakaian anak perempuan.
Pada saat mereka sedang larut dalam cerita, pintu utama tiba-tiba di buka oleh seseorang. Vivian menghela napas karena sudah hapal dengan bunyinya, pacarnya datang dan masuk dengan tidak sopan kedalam rumah.
Lion menatapnya dan Kendra juga balik menatap Lion, keduanya agak linglung dengan wajah yang familiar, Kendra duduk di samping Vivian lalu mulai berbisik;
“Siapa dia?”
“Orang yang beberapa hari lalu aku ceritakan, tentang karakter baru yang muncul.”
"Kau yakin?Aku merasa akrab dengan wajahnya,” Bisik Kendra
“Tanyakan saja namanya, ajak dia berkenalan. Dan kau pasti akan langsung tahu dia.”
“Tidak, aku sedang malas bicara sekarang, kau tanyakan saja sendiri*."
Lion melirik Vivian dan Kendra bergantian, dia merasa seperti terabaikan diantara mereka, jadi Lion memutuskan untuk bertanya; “Vivi, siapa anak tidak sopan ini? apakah dia keluargamu? aku tidak tahu kalian memiliki sepupu lagi.”
“Dia...”
“Aku pacarnya, kau mau apa?”
Lion mengabaikan Kendra dan kembali bertanya pada Vivian; “Jadi, kau pengidap kelainan istimewa?”
“Aku yang mengidap kelainan istimewa, Vivian adalah Alpha wanita normal, yang sudah aku ubah.”
“...” Aku tidak bertanya padamu, kenapa kau selalu menjawab sih? Tidak tahu kenapa Pemuda di samping Vivian membukanya selalu kesal, wajahnya juga mengingatkan Lion dengan wajah menebalkan miliki Kendra.
“Vi, kenapa kau mau dengan Alpha seperti dia? sangat berisik dan suka ikut campur.”
“Itu Karen aku tampan, tentu saja.”
__ADS_1
“Kenapa kau yang selalu menjawab? orang yang aku tanya adalah Vivian, kau sebaiknya diam saja.”
“Kau...”
“Anjing gila, diam. Jangan bicara lagi atau aku tidak akan mau bicara denganmu.”
“Kucing liar, kau lebih membela orang itu dari pada aku? Aku tidak suka kau bicara dengan pemuda lain.”
Kau mengabaikan aku selama tiga hari, melarang aku datang ke rumahmu, tidak sering membalas pesanku dan tidak mengangkat panggilanku. Aku datang kemari karena aku merindukanmu, tapi aku justru mendapati seorang pemuda asing di dalam rumahmu.
Vivian menghela napas ketika melihat Kendra memasuki mode pukul, minta di geplak. Orang ini juga terlalu aktif Vivian bicara dengan siapa saja dilarang. Lion menjadi linglung kala mendengar pembicaraan Vivian dan pacarnya.
Apaan itu tadi Anjing gila dan kelinci liar? jangan bilang keduanya menggunakan julukan tersebut untuk menggambarkan kebiasaannya. Lion mengakui Meskipun panggilan itu agak aneh di telinganya, hal ini juga menjadi agak menarik.
Cup!
Vivian dengan sekilas menyentuh permukaan pipi milik Kendra, “Udah kan, sekarang diam dan jangan bicara lagi.”
“...Kenapa pipi lagi? aku mau Delima,” Kendra menolak tidak terima, dia ingat betul seharusnya sehari bisa satu sampai Dua tanda kasih dari Vivian, sudah lewat tiga hari jadi seharusnya Kendra mendapatkan kurang lebih enam tanda kasih.
“Kesepakatan, sebesnya aku bebas mau melakukannya di mana saja selama masih berada di kulit wajahmu.”
Lion yang sudah menjadi nyamuk kering, “Apa-apaan kalian! Apa kalian mengira disini tidak ada orang?”
Lion menatap Vivian dan Kendra dengan mata membulat sempurna. Apakah kedua remaja ini sudah kehilangan urat malu? Mereka berani bertingkah manis di depan orang lain, Belum lagi orang tersebut memang sedang sendiri, dan belum mendapatkan pasangannya.
Setelahnya suara langkah kaki terdengar, Stella akhirnya keluar dari kamarnya. Dia berniat untuk ke dapur mengambil minuman dan camilan, tapi saat lewat Stella melihat bahwa Lion datang lagi dan Kendra juga.
Stella ikut duduk dengan mereka, Stella memilih duduk di samping Vivian, Lalu Stella berucap; “Ken, kau sudah lama datang?”
“Hei, orang yang datang lebih lama adalah aku. kenapa kau lebih dulu menyapa Orang lain, dan laku apa tadi itu, Ken... Kendra maksudmu?”
Kendra melirik Stella lalu berbalik melirik ke Lion lagi, matanya kemudian terbuka lebar, lalu dia berkata dengan tidak percaya; “Singa betina!”
Lion; “!!!”
Vivian; ”?!”
__ADS_1