Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Vivian [Omega itu mengubah Aroma Feromonnya]


__ADS_3

Pada hari Sabtu, seperti biasa Vivian pergi untuk melatih feromonnya di pusat pelatihan  dan penelitian Feromon. Karena sudah terbiasa ke sana, Vivian sudah tidak ditemani oleh kedua temannya. Mario dan Nila akan mengurus Restoran Vivian dari pagi hingga malam pada akhir pekan.


Vivian baru akan menyusul ke sana setelah latihannya selesai, biasanya Mario yang akan datang untuk menjemputnya. Pada siang itu, Vivian baru keluar dari ruangan tempat dia berlatih, Vivian merasa bahwa dia sudah bisa mengontrol feromonnya.


Uh, pelatihan feromon yang dia lakukan sejak awal memang cukup sulit, perut Vivian pernah sekali roller coaster karena aroma feromon durian yang mendominasi didalam ruangan, dari pada aroma lainnya.


Vivian menggeleng, mengingat hari itu. Dia merasa ingin memuntahkan makannya lagi, di luar ruangan sudah ada Anna Bibinya yang menunggu Vivian, di tangannya terdapat sebuah buku yang selama ini dia gunakan untuk mencatat perkembangan Vivian.


“Hasilnya bagus, kau sudah berkembang. Nilai pengendalian untuk feromon milikmu sudah mencapai titik baik, 93% adalah yang cukup tinggi untuk Alpha yang belum lama di bedakan” Anna tersenyum melihat hasil latihan keponakanya yang baik.


“Apakah aku masih harus melakukannya lagi Minggu depan bibi?”


“Hm, bibi rasa tidak perlu. Ini sudah hasil yang baik, tapi kau bisa datang untuk menemui Bibi mu ini. Bibi terlalu sibuk disini, sehingga jarang berkunjung ke rumah.”


“Baik Bibi, aku pasti akan datang menemui Bibi jika ada waktu.”


Vivian mengobrol sebentar sebentar dengan Bibinya, sebelum dia pamit untuk pergi. Pada saat itu, salah satu pintu ruangan disana terbuka, Vivian tidak sengaja melihatnya dan matanya seketika membulat terkejut.


Melihat ekspresi keponakannya yang berubah, Anna lantas ikut menoleh dan melihat seorang pemuda berdiri di depan ruangan. Kemudian Anna Bertanya; “Apa kau kenal dengan pasien itu?”


“Apa Bibi mengenalnya? Dia teman sekolahku Bibi, dari kelas Omega.”


“Bibi cukup tahu, dia sering datang kemari untuk memeriksakan feromonnya. Tidak tahu karena apa, kurang lebih sebulan yang lalu dia mendaftarkan dirinya untuk menjadi relawan penelitian terbaru kami.”


“Penelitian apa Bibi?” Vivian bertanya cukup penasaran.


“Mengubah aroma feromonnya, katanya feromon miliknya terlalu bau, dan tidak nyaman sehingga Alpha incarannya menolaknya.”


Hah? Alpha incaran, jangan katakan bahwa Alpha itu adalah dirinya? Vivian ingat sejak perkenalan mereka di lapangan sekolah saat jam pelajaran semester lalu, Omega itu sering menemuinya dan terus mengikutinya.


Puncaknya karena Vivian tidak tahan lagi, dia berkata bahwa dia tidak nyaman dengan Aroma feromon durian yang menyengat, Vivian berpikir itu sudah sama dengan bentuk penolakan pada seorang Omega.

__ADS_1


Setelah hari itu, Omega laki-laki tersebut tidak pernah datang padanya lagi, Vivian berpikir bahwa Dean sudah menyerah. Yang tidak dia sangkah adalah dia pergi untuk mengganti feromonnya.


“Ada apa? Mengapa kau tampak sangat terkejut?”


“Bibi, Aku pamit untuk pergi dulu. Aku sudah janji akan pergi menemui kakak di asramanya.”


“Eh, tunggu. Bibi punya titipan, tunggu disini.”


Vivian berdiri dan mewanti-wanti kalau Dean sampai melihatnya, Vivian tidak tahu aroma feromon baru milik omega laki-laki tersebut, dia hanya ingin berjaga-jaga saja. Anna kembali, membawa sebuah talenan dan menyerahkannya pada Vivian.


“Berikan makanan ini pada Stella, Bibi dengar makanan di sana tidak memiliki rasa. Dia pasti merindukan makanan rumah.”


“Baik Bibi, kalau begitu aku pamit pergi dulu.”


Vivian langsung berlari keluar, agar tidak di lihat oleh Dean. Jarak ke akademi bertaraf Militer cukup dekat, hanya perlu jalan jalan kaki saja. Pada saat sampai di gerbang akademi yang tinggi, Vivian memencet bel yang ada disana.


Seorang petugas yang berbadan kekar dan besar menjuntai tinggi di seberang pagar, orang itu berkata, “Selamat siang, nona kecil. Ada urusan apa datang kemari?”


“Boleh saya minta tanda pengenal anda, nona?”


Vivian menyerahkannya melalui sela-sela gerbang. Tidak lama gerbang itu terbuka, dan Vivian segera masuk. Tidak lupa mengambil kartunya kembali. Dia menunggu di ruang khusus untuk para tamu yang berkunjung.


Vivian menunggu sebentar, dan memperhatikan interior ruangan. Cukup bagus dan rapi, dindingnya di cat putih. Ini tampak seperti asrama di dunia aslinya. Semuanya juga bersih, dan tidak ada yang menyeramkan.


Stella datang dan memperhatikan Vivian, gadis ini agak berkeringat, apa yang sudah terjadi padanya? Stella ikut duduk di seberang Vivian dan berkata; “Kau datang?”


Vivian mengangguk, “Iya kak, Aku datang membawa makanan untuk Kakak. Kata bibi, kakak mungkin saja sudah merindukan masakan rumah.”


Oh, itu benar. Satu Minggu dia tinggal disini, makanan yang dia konsumsi sedikit berbeda, lauk lain masih aman, yang tidak aman Sayuran hijau yang di masak tanpa campuran apapun.


“Ah, terima kasih. Ehm... Bisa aku bertanya? Mengapa kau tampak lelah? Jarak dari tempat pelatihan kan tidak jauh.”

__ADS_1


“Aku berlari Kak, aku sedang menghindari seseorang.”


Stella mengernyit, lalu memikirkan Kendra sehingga dia bertanya; “Siapa, apakah Kendra melakukan sesuatu padamu?”


Vivian menggeleng dengan cepat, memang sih orang yang di sebutkan Stella cukup menyebalkan belakangan ini, tapi kali ini bukan karena dia. Jadi Vivian berkata “Bukan dia kak, ada seorang omega berbau menyengat yang pernah aku tolak, sekarang dia berhasil mengubah aroma feromonnya. Aku takut dia akan melihat aku tadi, makanya aku berlari.”


“Heh, sampai mengubah aroma feromon. Dia pasti sangat menginginkanmu, berhati-hatilah, Omega akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Alpha Incarannya. selama alpha tersebut diketahui masih sendiri.”


Seperti yang aku lakukan di masa lalu, lanjut Stella membatin. Dia kemudian tersenyum, dan melihat wajah Vivian lalu berkata lagi; “Jika kau ingin dia berhenti, kau harus mencari pasangan. Yah, meskipun usiamu masih belum memiliki pikiran tersebut.”


Vivian mendengarnya, lalu berpikir apa yang sebaiknya dia lakukan untuk mengantisipasi, tidak mungkin dia mencari pasangan sekarang. Jadi Vivian hanya mengangguk tanda mengerti.


“Itu saran bagus, tapi siapa yang bisa aku mintai tolong?”


“Kau bisa mencari Omega untuk membantumu.”


Omega siapa? Satu-satunya Omega yang dia kenal adalah Stella dan Kesya, tapi keduanya adalah perempuan sama seperti dirinya. Uh, Stella adalah saudaranya, tapi dia tidak mungkin meminta bantuan Kesya yang merupakan Tokoh Utama.


“Kak, bagaimana jika kau membantu aku saja? Omega itu pasti tidak tahu kalau aku adikmu.”


“Heh, apa kau lupa kalau aku sekarang di asrama dan tidak memiliki akses bebas untuk bepergian?”


Oh, Vivian hampir melupakan bagian ini. Setelah mereka berbicara begitu lama, hampir satu jam Vivian akhirnya pamit pada Stella. Vivian keluar melewati gerbang, baru dia menyimpan ponselnya setelah habis menghubungi Mario untuk menjemputnya.


Vivian dikejutkan dengan dengan kedua tangannya yang tiba-tiba ditarik dari arah yang berbeda. Tangan kirinya oleh Dean, si Omega dan Tangan kanannya okeh Kendra, si Alpha dominan.


Otak Vivian kemudian mulai berpikir mengapa dia selalu bertemu dengan Kendra setiap saat? Lalu situasi apa ini sekarang? Hei, siapapun tolong jelaskan padaku!


...°°°...


...Terima kasih atas dukungan kalian Teman-teman...

__ADS_1


__ADS_2