Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Kamar gelap


__ADS_3

Vivian tidak tahu kemana orang-orang misterius itu membawanya pergi, Tangan dan kakinya di ikat, matanya di tutup dan mulutnya di lakban. Vivian pernah di culik tapi itu adalah rencana teman-temannya untuk kejutan ulangtahunnya yang ke 17 tahun lalu.


Selain itu,Vivian tidak pernah merasakan bagaimana rasanya jadi korban penculikan baik di dunia ini maupun di dunia aslinya. jadi baru kali ini Vivian merasakannya, jantungnya berdetak kencang, dan rasa takut memenuhi dirinya.


Sekalipun dia adalah Alpha, dia bukan dominan juga bukan pria alpha yang bisa bertarung. Lawannya juga ada banyak, tidak akan menang jika hanya dirinya saja. Di saat-saat seperti ini, Vivian justru mengingat adegan dalam film.


Jika organnya di ambil dan di jual pasti berakhir di rumah sakit. Vivian mengutuk dirinya yang menolak ditemani Kendra hari ini. Seharusnya sejak awal dia tidak keras kepala dan memaksa agar Kendra membiarkan dia pergi sendiri, karena rencana awal memang hanya ke rumah saja.


“Hai, nona kecil... jalankan dengan benar ikatanmu sudah aku longgarkan,” Suara seorang pria terdengar ditelinga Vivian.


“Um...Umm....ummmm....”


“Apa yang kau katakan?” Pria lain berbicara.


“Mulutnya tersumbat bagaimana dia bisa bicara? haruskah kita membuatnya?” Pria lainnya lain bertanya.


“Tidak perlu,biarkan saja dia seperti itu...”


Crekkk!!!.


Suara pintu yang terbuka terdengar di telinga Vivian,kemudian dia merasakan dorongan yang agak kuat, Seseorang memaksanya masuk kedalam sebuah ruangan yang Vivian tidak tahu.


Vivian di paksa untuk duduk, kemudian dia kembali merasakan tubuhnya di lilit oleh sesuatu, dia pasti sedang di ikat. Pria besar itu mengikat kembali kedua tangan Vivian bersama dengan kursi yang di duduki Vivian.


Aroma tembakau kemudian tercium, Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat, pria itu tersenyum merasa menang ketika melihat Vivian yang terikat, dia maju semakin mendekat pada Vivian, tangannya menyentuh dagu Vivian dan mengangkatnya.


“Kulitmu cukup lembut...”


“Bagaimana jika kau menjadi pasangan anakku? Dia adalah Omega pria yang langkah...”


Vivian mengernyit, Apa maksud ucapannya itu? Sial, dia sudah punya pasangan dan juga sudah saling menandai, bagaimana bisa orang asing memintanya menjadi pasangan anaknya?

__ADS_1


Jangan bercanda...


“Oh, aku lupa kau tidak bisa bicara...” Pria itu berkata demikian lalu melepaskan sesuatu yang menghambat bibir Vivian.


“Lepaskan aku! siapa kau!” Teriak Vivian, delimanya kaku karena terlalu lama di sumbat.


“Siapa aku? Kau tidak perlu tahu gadis kecil...” Tangan pria itu bergerak kearah belakang leher Vivian kemudian dia berdecak tidak suka..


“Hm, Rupanya begitu... kau sudah punya pasangan? Sayang sekali, padahal aku berencana untuk menjadikanmu pasangan anakku... Tapi tidak apa, aku bisa menghapus tanda itu...”


Vivian tersentak kaget, menghapus tanda? Itu mana bisa, tapi rasa-rasanya Vivian pernah mendengar tentang menghapus tanda, tapi dimana? Kepalanya sendikit sakit sehingga dia tidak bisa berpikir dengan baik.


”Lepaskan tanganmu dariku!” Nada suara Vivian meninggi, Bagian belakang leher adalah salah satu daerah yang sensitif untuk Alpha wanita.


Plak,!!!


Vivian terdiam, wajahnya terasa nyeri. Dagunya ditekan dan kembali kepalanya di angkat, sehingga dia menengadah. Rasa sakit pada kulit terasa karena kuku pria yang tajam, “Vivian Alisher, cucu bungsu Thomas Alisher yang menjadi alpha hasil dibedakan, anak tunggal Alexis Alisher.... Begitulah cara mereka membesarkan mu? anak tidak sopan...”


“S-Siapa kau?” Pertanyaan itu kembali ditanyakan oleh Vivian lagi, dia benar-benar penasaran dengan sosok tersebut. Sangat jelas bahwa Novel tidak mencatat ini, lagi pula alur sudah melenceng jauh, entah dari mana karakter ini muncul.


“Itu bukan urusanmu, sebaiknya kau diam dari pada aku menutup mulut kecilmu lagi.”


Suasana menjadi hening, Vivian benar-benar menjadi anak baik yang penurut. Setelah beberapa menit, akhirnya Vivian mendengar pintu di kunci, Vivian mengambil kesimpulan bahwa orang-orang itu sudah pergi dari ruangan.


”Huhuhu....Anjing gila, selamatkan aku...Kita belum menikah, baru juga akan bertunangan... kenapa aku berkahir disini?” Keluh Vivian, jika tahu seperti ini lebih baik dia mengikuti kata Chihuhua untuk tidak ikut campur dalam masalah ini.


Ini benar-benar berbahaya, satu kali di tampar saja itu sudah sangat sakit bagaimana jika dia nantinya di siksa? dicambuk misalnya atau di pukuli atau di tampar lagi Sampai Wajahnya rusak?


Daerah dagunya juga pasti sudah luka karena kuku jari pria itu...


Ditempat lain, Chihuahua masih terus menggonggong, mencari bantuan dia tidak terlalu hapal daerah ini, yang kebetulan sepi juga. mereka sekarang berada di sebuah klinik, dan Supir mereka sedang di periksa oleh seorang bidan.

__ADS_1


Chihuahua berada di luar ruangan, dia menggonggong kecil, menangis karena memikirkan nasip Vivian yang di bawa paksa oleh orang-orang berpakaian hitam. Pengunjung klinik terheran melihatnya.


Orang yang menolong mereka berjalan bolak-balik di depan pintu ruangan tersebut, Suara langkah kaki terdengar, Telinga Chihuahua berdiri dan ekornya menari-nari disertai dengan tangisan.


“Dimana Vivi?” Sang penolong mengernyit, Keuda bahunya di tekan keras oleh pria berjas di depannya.


“Vivi...Siapa?” dia bertanya ragu, dalam pikirannya dia mengira mungkin Chihuahua bernama Vivi.


“Putriku...Dimana Putriku?” Alex kembali bertanya dan pandangan matanya tajam.


“Aku tidak lihat, ketika aku menghampiri lokasi kejadian hanya ada anjing itu dan seorang supir yang terluka parah... tidak ada anak perempuan,”


Tekanan pada bahu penolong menjadi ringan, dia melihat tangan pria didepannya melemah kemudian kembali terkepal erat sampai urat tangannya terlihat jelas, Alex mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


“Temukan lokasi putriku...”


Panggilan di matikan lalu Alex duduk, Raut wajahnya tidak bisa di katakan baik. Dia tadi baru akan berangkat ke kantor, tapi ponselnya tiba-tiba berbunyi dan mengabari tentang masalah ini.


Alex akan kehilangan wajahnya di depan makam istrinya jika sesuatu yang buruk terjadi pada Putri mereka, warisan terakhir yang di tinggalkan oleh istrinya.


“Semoga kau baik-baik saja, Vi...Tunggu ayah,”


Chihuahua di sampingnya menatap dengan mata anak anjing yang sedang menangis, dari tadi dia sudah menggonggong tapi sepertinya manusia ini tidak bisa mengerti bahasa Hewan...


Alex hanya menatap Chihuahua dan dia berpikir kalau Chihuahua juga khawatir dengan keselamatan anaknya, sehingga dia hanya bisa mencoba tersenyum dan mengelus kepala kecilnya.


“Aku tahu kau juga khawatir kan, huahua... tenang saja aku janji akan menemukan dia,” katanya.


Guk! guk!


[Sial, kau tidak mengerti apa yang aku katakan sejak tadi... astaga Tuan rumah ini salahmu karena menerima misi itu... aku kan sudah bilang jangan..sekarang rasakan sendiri, semoga kau tidak mati dan meninggalkan aku sendiri di dunia ini...]

__ADS_1


__ADS_2