Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Mengatakan yang sebenarnya


__ADS_3

Vivian duduk menatap Kendra dengan linglung, yang di tatap tidak berani balik menatap. Kendra ragu, dan Vivian semakin ingin tahu apa yang terjadi pada malam itu. Sejak awal vivian memang merasa dia sudah melakukan hal yang besar, tapi Vivian lupa apa itu.


Vivian menunggu penjelasan dari Kendra, anak ini selalu bertindak sendiri. Kendra melihatnya lalu dengan suara yang bergetar Kendra membuka pembicaraan mereka; “Aku...maaf aku tidak bisa menahannya.”


“Tidak bisa menahan apa? gigi taringnya atau hasrat mu atau...”


“Semuanya, aku tidak bisa menahan semuanya. Aku kesal ketika kau selalu tidak jujur dengan perasaanmu, aku Tidak suka kau selalu bilang kita hanya teman di depan semua orang...”


“Aku benar-benar ingin serius, aku ingin bersamamu jadi tolong jangan menolak lagi, aku mohon.”


“...” Bagaimana aku bisa memilih, aku tidak ingin jika suatu hari nanti aku kaan pergi darimu, aku tidak mau meninggalkanmu bahkan jika aku harus terjebak didalam buku selamanya.


Kendra melihat mata Vivian yang memerah, gadis itu menangis. Kendra tidak tahu apa yang membuat Vivian sampai seperti ini, Vivian memiliki beban di pundaknya yang harus dia pukul sendiri dan itu mempengaruhi perasaannya sendiri.


“Maaf jika aku membuatmu menangis, aku tidak seharusnya memaksamu untuk tetap di sampingku.”


“Aku tahu kau belum siap, tapi tolong katakan padaku apa yang membuatmu merasa berat?”


“Aku...” Bagaimana aku mengatakannya, apakah kau akan percaya jika aku datang dari dimensi lain? Kau pasti tidak akan mempercayainya kan, ini membuat aku ragu, dan merasa takut juga.


“Katakan, Vivian. Jangan buat aku terus merasa di gantung seperti kain jemuran.”


“Aku... Ini sedikit berat, sesuatu yang tidak mungkin akan kau percayai.”


“Katakan, bagaimana aku bisa percaya jika kau tetap diam dan tidak mengatakannya?”


Kendra terus mendesak Vivian, apa yang di katakan oleh Liam benar sebaiknya mengetahui bagaimana pendapat Vivian dan apa yang membuat gadis ini ragu untuk mengatakan perasaannya.

__ADS_1


Kendra butuh waktu lama untuk mempersiapkan dirinya bertanya tentang masalah ini, sangat kebetulan Vivian terlibat konflik dengan gadis omega di kafetaria tadi, jadi Kendra memutuskan untuk mengatakan tentang tanda permanen pada malam itu dan mengambil kesempatan untuk bertanya setelahnya.


“Apa...Apa kau percaya dengan adanya dimensi lain?”


“Dimensi lain?" Kendra mengernyit, bingung. kenapa Vivian tiba-tiba membahas tentang dimensi lain?


“Benar, apakah kau percaya dengan keberadaan dimensi lain? dimana manusia hidup dengan cara mereka sendiri?”


“Ini sedikit tidak masuk akal, mengapa kau membahas ini?”Kendra bertanya, matanya masih tetap menatap Vivian.


“Sudah aku duga, inilah yang membuat aku ragu, dan takut.”


“Aku...aku sama sekali tidak mengerti, tolong jelaskan lebih detail lagi."


Vivian menghela napasnya dan menatap Kendra dengan mode serius, “Aku adalah Vivian Alisher, seorang gadis SMA tahun kedua, Aku hanya tinggal bersama Ibuku, kami membuka sebuah warung makan kecil di depan rumah...”


“Aku tidak mengetahui siapa ayahku, kakek ku juga sudah lama meninggal, juga aku tidak punya kerabat dekat...”


Kendra mengernyit, pikirannya menjadi linglung, apa yang baru saja Vivian katakan? kemudian Kendra mendengar Vivian melanjutkan ucapannya; “Suatu hari, teman kelasku mendapatkan sebuah buku novel usang bergenre ABO, mengatakan jika nama karakter di dalam buku terusebut sama denganku...”


“...Buku itu berjudul the end of poor omega, kisah dengan ending yang tragis dimana protagonis utama mati di tangan protagonis pria, sementara pemain figuran yang merupakan Alpha wanita yang seharusnya menolong Protagonis wanita mati di bunuh oleh saudara perempuannya sendiri...”


“...Protagonis pria menyesal setelah mengetahui kebenarannya, si protagonis pria berlutut di depan tubuh dingin protagonis wanita, menangis sejadi-jadinya. Dia mengunjungi makan protagonis wanita setiap saat sampai pada akhir tuanya...”


“Kau... sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan sejak tadi, Vivi? Sebuah novel bergenre ABO, alpha wanita mati diracun, dan protagonis utama yang mati di bunuh oleh protagonis pria... ini...ini...”


“Inilah yang membuat aku ragu untuk mengatakan semuanya, suatu hari setelah aku selesai membaca novel tersebut aku terbangun di tubuh Vivian Alisher, seorang figuran yang akan mati pada akhirnya...”

__ADS_1


“Agar bisa kembali ke dunia ku, aku aku harus menyatukan protagonis pria dan protagonis utama wanita, tapi aku tidak menyangkah bahwa plot melenceng jauh dari yang seharusnya...”


“Aku yang sebelumnya menjadi figuran berubah menjadi protagonis utama, sementara protagonis utama yang harusnya bersamamu, sekarang menjadi tunangan antagonis pria.”


“Ini...Ini...aku...”


“Inilah kebenarannya, kau adalah protagonis utama dalam novel, seharusnya bersama dengan Kesya. Aku di tugaskan untuk menyatukan kalian, tapi sejak awal gerakan mu tidak bisa kami baca...”


“Cukup! aku tidak mau mendengarnya, kau bilang selama ini aku hidup di dalam novel karangan orang dari duniamu? Tidak mungkin! jangan menipu aku, seburuk ini...”


“Maaf, tapi apa yang aku katakan adalah kebenarannya, Aku datang dari dimensi lain. Aku takut jika aku membalas perasaan mu, suatu hari aku akan pergi. Aku tidak ingin meninggalkan dunia ini, tapi hari itu pasti akan datang.”


“Omong kosong! Kau pasti bohong kan, Vivian... katakan padaku kalau yang baru saja kau katakan adalah sebuah kebohongan, kau hanya ingin mengubah topik pembicaraan kita kan?”


Vivian sudah menduga hal ini akan terjadi, sebagai karakter dalam buku mereka tidak akan mempercayai apa yang dia katakan, tapi Kendra sudah bertanya padanya Vivian juga tidak bisa menutupinya terlalu lama, sebaiknya mengatakan lebih awal dari pada belakangan.


Vivian tahu betul apa yang di rasakan oleh Kendra sekarang, ketidakpercayaan. sama seperti pada awalnya, Vivian juga tidak mempercayai adanya transmigrasi, tapi setelah dia merasakannya sendiri, Vivian menjadi percaya bahwa dunia ini memiliki banyak dimensi, tidak hanya dunianya saja.


“Aku sudah bilang sejak awal kalau kau pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan, di luar pikiran kalian. Tapi aku tidak, karena aku merasakannya sendiri...”


“Aku adalah orang dari dunia dan dimensi yang berbeda dengan kalian. Oleh karena itu aku tahu seluk-beluk dunia ini, aku juga tahu kalau kakek mu memiliki kesehatan yang buruk, dan juga tahu kalau kau menyukai Cappucino Latte...”


“Aku berusaha untuk menjatuhkan kalian berdua, tapi plot mengalami masalah sehingga aku ditarik dari pemeran pendukung ke pemeran utama wanita, yang di haruskan bersama denganmu...”


Kendra,“...”


Bougg!!!

__ADS_1


Kendra menggebrak meja lalu berdiri dan mendekat ke Vivian, dia mengunci gerak Vivian dan menatap mata bunga persik Vivian dengan tajam, amarahnya meningkat namun dia tidak berani untuk berkoar-koar di depan Vivian, Kendra hanya menyerang delima Vivian dan mengajak lidah buaya Vivian untuk bertarung, dengan gerakan kasar, Tangannya menahan kepala Vivian agar tidak bergerak untuk menyelamatkan diri.


__ADS_2