Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
what's wrong?


__ADS_3

Ujian akhir tinggal beberapa hari lagi, Vivian dengan kedua temannya memutuskan untuk menutup restoran paling lama satu Minggu kedepan, untuk fokus pada masa ujian. Vivian terus melatih dirinya sendiri untuk bisa lulus pelajaran sejarah.


Untuk hasil akhirnya Vivian sudah tidak peduli, sesuai dengan perjanjian dengan Kendra di awal, Vivian harus mengakui perasaannya di depan keluarganya. Vivian tidak takut lagi, hanya mengatakan bukan berarti harus langsung bersama.


Nanti nasibnya kedepan Vivian serahkan kepada keputusan sistem di pusat. Vivian sudah bertanya pada sistem 001 tentang hal ini, namun sistem mengatakan bahwa pusat masih harus merapatkannya dengan pihak berkewenangan.


Vivian keluar dari kelasnya, Kendra tadi izin ke toilet dan belum kembali, Mario dan Liam sedang fokus mengerjakan buku latihan, yang lainnya juga pasti sedang sibuk di kelasnya, sehingga Vivian memutuskan untuk ke kafetaria sendiri hanya untuk membeli minum.


Dari lantai tiga ke lantai satu koridor sekolah sangat sepi, ruang guru juga sama sepinya, hanya beberapa orang yang berlalu-lalang sambil membawa catatan mereka. Di kafetaria, Vivian hanya melihat beberapa orang berseragam olahraga.


Sekarang memang masih jam kelas kedua, Vivian memesan minumnya dan menunggu sebentar. Pelajar berseragam olahraga itu berasal dari kelas omega yang berbeda dengan Kesya, mereka terus tidak berhenti menatap Vivian, dan mulai mencibir;


“Dia Alpha wanita yang mengalami kelainan istimewa kan? menjijikkan."


“Hei, pelan kan suaramu, Dia bisa dengar tahu, jangan berurusan dengan Alisher.”


“Kenapa, lagi pula yang aku katakan adalah kebenaran, dia menjijikkan. Apa yang dia gunakan sehingga menulari Kendra? Kendra tampan, dia seharusnya bersama dengan omega. Apa gunanya bersama dengan Alpha?”


“Hei, aku bilang pelanggan suaramu, dia bisa mendengar kita tahu. Apa kau tidak takut dengannya?”


“Untuk apa! Hanya karena aku omega jadi aku tidak bisa melawan Alpha? Omong kosong!”


Vivian merasa linglung mendengarkan percakapan mereka, Vivian tidak pernah niat mau bersama dengan Kendra sejak awal, dia juga tidak pernah menggoda Kendra sehingga Kendra menjadi mengidap kelainan istimewa. Vivian juga tidak pernah menggertak omega, jadi kenapa omega itu membicarakan dia?


“Aku mendengar kalau Kendra sebelumnya adalah kekasih masa kecil kakak perempuannya, sekarang kekasih kakaknya sudah dia rebut, kasihan sekali Stella.”


“Kenapa kau terus membahas Vivian sih? itu urusan mereka, kenapa kau yang menjadi repot?”


“Aku.hanya mau semua orang tahu kebusukannya, apa kau tidak pikir Kendra yang cuek dan tidak peduli sekitar berubah menjadi anak anjing yang terus mengejar tuannya?”

__ADS_1


“Ada banyak omega yang berusaha mendekati Kendra, tapi alpha dominan itu tidak bergeming. Kenapa justru berakhir bersama dengan Alpha wanita yang berkelakuan istimewa seperti pendahulunya yang menjijikkan?”


Cukup sudah! Apa-apaan omega kurus itu? Dia boleh menghina Vivian tapi tidak dengan leluhurnya. Vivian benar-benar di landa kemarahan, minuman yang baru saja dia minum sedikit langsung dia lemparkan pada omega wanita yang menyebalkan itu.


.


BRUAK!!!


“Apa maksudmu dengan membawa nama leluhurku! Kau omega jelek yang kurus dan tompel besar.”


“Memang apa yang aku bilang? kenapa berteriak padaku! dasar Alpha menjijikkan!”


“Menjijikan! kau yang lebih menjijikkan mencoreng penilaian ku terhadap omega yang lembut dan cantik.”


Bang!


Omega itu melempar botol kemasan plastik miliknya pada Vivian, arght itu sukses mengenai pelipis Vivian. Sehingga membuat Vivian semakin mendekat ke arah omega itu.


“Kau yang lebih dulu mencari masalah denganku! kau harus minta maaf di depan makam leluhurku karena sudah menghina mereka!”


“Kau...Uhm...,” Omega itu mulai merajuk, di ikuti oleh teman-temannya yang lain, Vivian menyebarkan feromon miliknya aroma Citrus dan kayu manis mulai memenuhi area kafetaria.


“Tadi sudah ku bilang, berhenti... berhenti menyinggungnya bodoh! uhm... aku sesak”


“Kau harus menyelesaikan ini sendiri, jika tidak kita akan mati sekarang.”


“Aku...aku...Maaf... maaf atas tindakanku tadi, aku...tidak akan...mencari maslaha dengan mu...”


“Minat maaf! pergilah menghadap pendahuluku di makam!”

__ADS_1


Vivian sangat kesal, dengan omega tersebut sehingga dia tidak mau mengakhirinya secepat ini, Vivian tidak peduli jika dia menjadi tontonan pelajar yang mulai mengisi kafetaria, Vivian harus memberi pelajaran lebih dulu pada omega tersebut Sampai dia puas.


Aroma feromon Vivian menyeruak, para omega yang ingin ke kafetaria menghentikan langkah mereka, tidak berani. Kendra kebetulan sudah merasakan ada yang tidak beres sehingga dia menuju ke kafetaria.


Kendra berlari menerobos kerumunan Alpha dan beta di sana, dan langsung memeluk Vivian dari barang, tidak lupa dia juga secara perlahan mengeluarkan feromonnya.agar mencegah feromon Vivian semakin menyebar luas.


Omega yang ketakutan itu terus memiliki dirinya sendiri, Vivian menyeramkan karena feromon dan feromon tambahan. milik Kendra yang lebih kuat. Tubuh omega tersebut gemetar sejadi-jadinya, kulitnya menjadi kaku dan pucat.


“Vivi, tenang yah. kita bisa selesaikan ini dengan baik-baik, tarik feromon mu lagi.”


”Ayo, kamu bisa. Tenangkan pikiran kamu dan redakan amarahmu.”


“Peluk aku dan hirup feromon ku."


Vivian mengikuti perintah Kendra, dia memeluk Kendra dan menghirup aroma feromon Kendra, secara perlahan Vivian mulai tenang dan feromonnya mulai memudar. Para pelajar bernapas dengan lega, Kendra kemudian memperhatikan wajah Vivian dan kembali fokus pada luka lebam di pelipis Vivian.


“Siapa yang berani!” suara Kendra kemudian membuat semuanya mematung.


“Siapa yang berani melukaimu?” Kali ini suara lembut Kendra yang di tujukan pada Vivian membuat semuanya melongok.


Kendra kemudian mendengar bisikan-bisikan gadis beta di sekitarnya, lalu matanya kembali menatap Omega yang ada di lantai, marah tentu saja. Omega itu menyalahkan Vivian dan membuat Vivian terluka, entah dengan apa tadi dia melempar.


“Kau, apakah kau tahu semuanya sehingga kau mengejek orang lain semau mu?...”


“...Orang yang seharusnya kau ejek adalah aku! bukan Vivian, yang menjijikkan adalah aku bukan Vivian. Aku yang tertarik padanya bukan dia yang menggodaku!...”


“...Kalian dengar ini! Aku Kendra Leonard adalah pengidap kelainan istimewa, bukan Vivian. Aku yang menandai Vivian secara sepihak, aku juga yang membuat Vivian tidak sadar sehingga tanda permanen kami tercipta, jadi Jangan salahkan Vivian atas ke tidak tertarikkan ku pada omega.”


Vivian yang ada di dalam pelukan Kendra kemudian tiba-tiba melongok, apa tadi yang baru saja dia dengar? Tanda permanen? aku dan Kendra begitu? Vivian menatap wajah Kendra lalu dengan sekilas menerkam delima Vivian di depan umum.

__ADS_1


Vivian melongo dan kepalanya menjadi linglung, Kendra baru saja menciumnya di depan umum! kemudian telinga Vivian mendengar Kendra berkata; “Kami telah bersama, Aku dan Vivian adalah pasangan, jadi jangan ada berani membicarakan Vivian diam-diam, jika kedapatan tanggung saja akibatnya sendiri.”


.


__ADS_2