
Tidak tahu kenapa, setelah mendengar Mario berkata seperti itu. Jantung Nila jadi lebih tenang, Dia tahu Alpha dan Beta tidak bisa bersama, tetapi tetap saja dia ingin feromonnya bisa berguna untuk Mario juga.
Bagaimana pun mereka tumbuh bersama, jadi Nila sudah bisa dikatakan sebagai saksi perjuangan Mario dalam usahanya untuk bisa merasakan aroma feromon, seperti Alpha pada umumnya.
Pertama kali mereka bertemu adalah saat hari pertama pelatihan feromon, ketika itu Nila cukup terkejut karena ada seorang Alpha yang tidak bisa merasakan feromon, sementara dirinya sendiri memiliki Feromon dan dapat mencium aroma feromon, meskipun tidak setajam Alpha.
Mereka di jadikan pasangan dalam pelatihan. feromon, karena jenis kasus yang berbeda, Mario dengan penciuman yang bermasalah pada aroma feromon omega, dan Nila dengan tubuh istimewa karena memiliki feromon.
Nila menunggu Vivian untuk melanjutkan kalimatnya, sama seperti Mario. Vivian kemudian mengangguk dan berbicara; “Omega itu sebenarnya adalah omega durian yang pernah aku ceritakan pada kalian.”
Keduanya syok, Nila lalu bertanya; “Bagaimana dia bisa merubah feromonnya menjadi...apa tadi?”
“Buah Leci, pantasan saja aku merasa familiar dengannya. Ternyata memang pernah bertemu sebelumnya, tapi bagaimana dia bisa mengubah feromon?”
“Bibiku mengatakan bahwa mereka sedang melakukan penelitian tentang perubahan bau feromon. Katanya ini mungkin bisa membawa perubahan besar di masa depan nanti. Dean kebetulan adakah relawannya.”
“Mengubah aroma feromon? Hei, bukankah ini yang pernah di katakan oleh Bibi Anna, kalau mereka akan mencoba untuk mencari cara menyelesaikan masalahmu?” Nila berkata dengan wajah ceria.
Mario kemudian menatapnya dengan intens, mengapa dia sangat terlihat senang? Masalahnya tidak akan selesai secepat itu, pasti dia harus membutuhkan Omega perempuan, yang mau mengganti feromonnya.
Dimana Mario akan menemukan Omega seperti itu?
Vivian melihat Mario yang kembali menghayal. dia kemudian berkata; “Apa kalian tidak ingin mengunjungi Bibiku untuk memberitahu hal ini?”
“Kau Benar, kita harus mengatakannya Bibi Anna,” Mario berucap setuju.
Setelah melakukan kesepakatan bersama, Ketiganya kembali ke kamar masing-masing dan tidur. Chihuahua ikut bersama dengan Nila ke kamarnya, dia lalu melompat ke samping tempat tidur.
Nila masih memandangi langit-langit kamarnya dan berkata; “Apakah aku jahat jika aku berharap Rio tidak pernah sembuh?”
Aku bukannya tidak menginginkan kesembuhannya, aku takut jika dia sudah sembuh dia akan jauh dariku dan aku akan menjadi satu-satunya orang dengan kondisi seperti ini, kenapa sejak awal aku tidak terlahir sebagai Omega saja?
Semuanya pasti akan menjadi lebih muda, Aku tidak harus terus berpura-pura sebagai sahabat yang baik untuknya. Dengan perlahan kelopak mata Nila pun tertutup dengan rapat, Chihuahua memperhatiakan setelah merasa bahwa Nila sudah tidur dengan pulas, Chihuahua melompat ke lantai dan keluar dari kamar.
Chihuahua kemudian mendorong pintu kamar Vivian, melompat ke atas kasur dan menjilat pipi Vivian agar Tuan rumahnya mau bangun.
“Kau kenapa mengganggu tidur ku? aku sangat lelah tahu.”
__ADS_1
[Tuan aku memiliki informasi baru, Karakter wanita figuran menyukai karakter pria figuran. Tuan apa kau dengar?]
“,Iya, aku dengar. Kau berkata bahwa Karakter figuran wanita menyukai Karakter figuran Pria...Eh...Tunggu! Apa?!”
Mata Vivian kemudian menjadi segar kembali, dia menatap Chihuahua dan menanyakan kebenarannya yang lebih rinci. Ternyata sistem mengikuti Nila ke kamar untuk menguping.
“Sudah sekarang tidur, besok aku yang akan mengurus masalah ini.”
[Tuan kau harus membantunya, kasihan mereka.]
“Aku tahu, sekarang tidurlah.”
Dengan begitu Vivian kembali tidur tanpa memperhatikan ponselnya sejak tadi menyala. Vivian merasa sangat jahat ketika dia harus menambah keduanya ke daftar hitam, jadi Vivian memutuskan untuk menggunakan mode dian saja.
Pada keesokan harinya, Vivian dan kedua temannya menuju ke tempat penelitian feromon. Untuk Restoran, mereka sudah meminta bantuan Kesya untuk mengurusnya dulu. Ketika mereka tiba disana, mereka langsung di sambut dan di diminta untuk segera masuk ke ruangan bibinya.
“Jadi apa yang membuat kalian ingin bertemu dengan Bibi?”
“Begini Bibi, Mario baru-baru ini mengalami masalah dengan hidungnya. Bibi ingat Dean kan? pasien yang menjadi relawan untuk mengubah feromonnya.”
“Ada bibi, itu terjadi pada Mario. Dia berkata bahwa dia bisa mencium aroma feromon Leci milik Dean.”
Anna terkejut mendengar perkataan keponakannya, sementara orang yang bersangkutan diam menunduk sambil memijat kepalanya karena pusing.
“Segera menuju ke ruang pemeriksaan yuk,” Anna tampak sangat senang , sehingga dia sangat bersemangat untuk memeriksa kondisi tubuh Mario.
Ketika keduanya masuk, Vivian dan Nila menunggu di luar pintu. Merasa cukup khawatir dengan hasilnya, Vivian berjalan kesana-kemari di koridor bangunan tersebut sambil berpikir tentang hasil pemeriksaan feromonnya.
BRUK!!!
Vivian merasakan wajahnya sudah menabrak sesuatu, lalu merasakan pinggangga dipeluk, Vivian membuka suara dan bertanya; “Mengapa kau ada disini! Apa kau mengikuti aku lagi saat ini?”
Vivian hampir berteriak.
“Kali ini jawabanmu benar, selamat Vivian Alisher Leonard,” Kendra berkata lalu disusul dengan senyum yang lembut.
“Siapa yang mengizinkanmu mengganti namaku?” Matanya melotot pada Kendra, kemudian dia semakin sadar bahwa posisinya sedang bodoh.
__ADS_1
Dia masih berada dalam pelukan seorang Alpha dominan. Vivian lalu berkata lagi; “Lepaskan tanganmu sial, Dimana kau meletakkan tanganmu!"
“Jangan galak-galak kau semakin terlihat lucu tahu.”
Matamu yang lucu! teriak Vivian dalam kebisuannya. Kendra tertawa senang dalam dirinya, tidak sia-sia dia dengan diam-diam meletakkan GPS di mobil Vivian, sehingga kemanapun Gadis itu pergi, Kendra sudah pasti akan tahu.
“Kenapa kau sangat menyebalkan?” Vivian bertanya padanya lagi.
“Kenapa yah? Mungkin karena aku suka."
“Heh?” Vivian menatap bingung, bukannya tidak mengerti, hanya saja Vivian ingin semuanya berjalan dengan lancar.
Dia seharusnya menjauhi protagonis pria utama dan fokus pada misinya. seharusnya sekarang mereka bisa bertemu dengan kondisi yang baik, karena masalah Stella sudah diselesaikan. Tapi kenapa protagonis ini terus saja mengikutinya?
“Kalau kau mengikuti aku karena ingin mencari tahu tentang Stella, kakakku. Pergilah yang jauh, aku tidak punya jawaban.”
“Siapa bilang aku mengikuti dirimu karena Stella?” Mendapatkan pertanyaan balik Vivian jadi menggembungkan pipinya dan berpikir bahwa karakter ini benar-benar adalah yang paling sulit di mengerti.
Lalu kenapa?
Baru saja Vivian mau berbicara, pintu di depan mereka akhirnya terbuka. Mario keluar dan memandangi temannya satu-persatu, matanya kemudian fokus pada Kendra, belakangan ini Mario menemukan bahwa dimana ada Kendra disitu pasti ada Dean.
“Apa yang kau lakukan disini?” Mario bertanya.
“Hanya jalan-jalan, kenapa tidak boleh?” Kendra menjawab lalu balik bertanya.
“Tidak penting, tidak peduli.”
Vivian menolehkan pandangannya pada Mario dan ikut bertanya; “Bagaimana hasilnya?”
“Cukup baik dari pada sebelumnya, Bibi berkata jika aku menginginkan Omega perempuan, maka aku mencari mencari Omega yang dengan senang hati mau merubah feromonnya.”
“Omega yah, sulit juga ternyata untuk menemukan mereka, siapa yang mau melakukan hal seperti itu?"
“Tidak sulit, minta bantuan saja pada Kesya, dia juga masih sendiri kan?”
Woi, Kesya itu Omega mu! Tunggu saja setelah aku menyelesaikan masalah ini, aku pasti akan langsung mengurus hubunganmu dengannya,membuat ending yang bahagia lalu kembali ke dunia asliku dan menikmati hasil kerja kerasku.
__ADS_1