
Mario merasa jika ada sesuatu yang berbeda belakangan ini, Sekolah memang sudah libur jadi tidak ada kesibukan lain yang harus mereka lakukan selain mengurus restoran, Mario penasaran apa yang membuat Nila belakangan ini selalu sibuk dengan ponselnya dan mengabaikannya.
Bukannya ingin ikut campur dengan urusan pribadi, tapi sebelumnya Nila tidak pernah bersikap seperti ini padanya. Mario hanya merasa asing dengan Nila yang mengacuhkannya dan lebih memperdulikan ponselnya.
Nila adalah teman yang baik, dan mereka juga tumbuh bersama. Nila selalu perhatian padanya, meskipun sikapnya cuek dan hanya menggunakan tindakan yang kecil, Nila bernasib sama dengan Mario yang dibuang oleh keluarganya karena tubuhnya yang berferomon.
Pagi di akhir pekan, Nila sudah rapi dan sedang makan bersama dengan kedua temanya, dan satu orang tamu yang tidak diundang, Kendra. Nila menatapnya dan tahu bahwa Kendra terlalu mengawasi Vivian, seperti takut gadis itu akan di rebut orang.
Padahal kan itu tidak mungkin, apa lagi mereka berdua sudah memiliki tanda permanen, yang mengikat mereka seperti ikatan pernikahan. Nila jadi merasa kasihan pada Vivian.
“Kucing liar, Aku antar kamu yah?”
“Memangnya kalau aku nolak, kamu mau dengerin?”
“Enggaklah, Aku kan Alpha kamu.”
“Kalau kamu lupa, aku juga Alpha.”
“Kamu berubah lagi aja, jadi Omega. Biar aku ngatur kamu gak pakai feromon lagi.”
“Ada-ada aja kamu, aku mana bisa balik jadi omega.”
“Enggak, ada-ada kok. Tapi kamu mau jadi apa aja aku bakal tetap suka.”
“Kalau aku jadi cowok gimana? kamu mau jadi cewek?”
Mario dan Nila, “...”
Bisa tidak kalian bersikap biasa saja? Tidak tahu pas dengar dua alpha ini bicara membuat Nila jadi merinding. Kemudian dia diam-diam melirik ke Mario, Alpha yang sayangnya memiliki masalah di penciuman feromonnya itu seperti biasa, hanya fokus pada makanan.
Nila tersenyum miris, perasannya sudah terlalu lama terpendam, dan Mario tidak memperlihatkan reaksi apapun. Nila merasa jika mungkin memang dia harus berhenti dan mencoba untuk mundur perlahan, makanya dia pelan-pelan membuat jarak dengan Mario.
Setelah makan mereka selesai, kegiatan selanjutnya adalah menuju ke Restoran, hari ini mereka menggunakan dua mobil. Mario menyetir dan Nila duduk di sampingnya, kecanggungan tercipta.
Biasanya Mario akan sangat ribut di perjalanan tapi kali ini dia memilih diam. Mario menunggu Nila untuk memulai percakapan, namun setengah perjalanan Nila tetap diam.
Mario dengan ragu akhirnya bertanya; “La, Belakangan ini kenapa sih? aku merasa kamu sedikit beda.”
“...Temanku bercerita padaku tentang sesuatu dan itu membuat aku ikut kepikiran.”
“Teman yang mana? Aku kenal gak?”
Nila dengan cepat menggeleng, “Teman baru, aku belum kenalin kalian. Baru kenal semingu lalu.”
“Apa Masalahnya?”
__ADS_1
“Teman ku ini adalah seorang Beta pria, dia sudah lama menyukai sahabat kecilnya, tapi dia gak pernah bisa mengungkapkannya.”
“Loh, Kenapa?”
“Karena sahabat kecilnya itu adalah seorang Omega wanita. Beta dan Omega gak mungkin bisa bersama, sama halnya dengan Beta dan Alpha, Temanku bertanya padaku apa yang akan aku lakukan jika ada di posisi dia...”
“Aku gak bisa jawab, karena aku juga bingung.”
“Temanmu, aku rasa harus berhenti. percuma menyimpan perasaan jika sudah tahu akhirnya.”
Kamu benar, dan hal inilah yang aku lakukan sekarang. suasana menjadi hening. Chihuahua di bagian belakang diam-diam menguping dan khawatir pada hubungan kedua orang ini.
Mobil kemudian berhenti di parkiran, mereka keluar dan berjalan menuju restoran. di depan restoran karyawan sudah menunggu kedatangan mereka, Chihuahua berlari mendekat ke Vivian.
[Tuan, kau harus melakukan sesuatu! Lakukan sesuatu!]
“Apa yang terjadi? kenapa kau berteriak? Jangan membuat kuping ku rusak.”
[Kedua tokoh figuran sedang memiliki masalah, Figuran wanita berusaha membuat jarak dengan figuran pria. Dan Figuran pria otaknya bodoh sehingga memperkeruh keadaan]
“Hah! apa yang baru saja kau katakan?”
[Figuran wanita ingin berhenti dan melupakan figuran pria]
Vivian jadi melotot terkejut dan hal ini tentu saja di sadari oleh Kendra. Kendra mengernyit dan menyentuh bahu Vivian, kemudian bertanya; “Kucing liar, Apa yang terjadi?”
“Aku kenalkan padamu, Chihuahua. Dia sistem yang membawa aku ke dunia ini.”
“Hah? Apa... Bulu kecil kaki pendek ini adalah sebuah sistem? Jadi dia yang mengatur mu selama ini?”
“Sudah, nanti akan aku jelaskan. Sekarang bantu aku dulu, setelah masalah ini selesai ayo pergi temui kakek dan ayahku.”
“...Apa masalahnya?” Kendra bertanya, masih dengan pandangan kebingungan.
“Bantu aku mengurus Mario dan Nila, hubungan mereka memburuk. Mereka berdua adalah pasangan yang seharusnya bersama.”
“Aku tidak mengerti, tapi ayo lakukan. aku akan memanggil temanku untuk membantu.”
“Apa yang ingin kau lakukan? jangan membuat keributan di restoran ku."
“Tidak akan terlalu ribut kok, aku hanya ingin membangunkan harimau yang tertidur,” Tawa Kendra lepas, kemudian dia menghubungi Dean untuk meminta bantuan.
Dean yang kebetulan masih nongkrong di tempat tidur akhirnya terganggu karena panggilan telpon dari Kendra dan banyaknya pesan singkat yang menyerang ponselnya.
“Kenapa anak ini menggunggu tidurku sih?” Dean pergi menuju restoran Vivian setelah mendapatkan jaketnya.
__ADS_1
Ketika Dean masuk, dia di sambut oleh Nila, mereka mengobrol dengan baik dan tampak akrab, Kendra dan Vivian mengintip dari balik ruangan, Chihuahua keluar dari ruangan dan menghampiri Nila lalu bersikap manja meminta dielus.
“Bulu kecil pendek itu benar-benar sebuah sistem?” Kendra bertanya.
“Tentu saja, dia sistem yang bodoh dan tidak pintar. pengaturannya sering Bug”
“Heh, pantas saja dia tidak suka aku sejak awal. Ternyata karena dia juga berasal dari dimensi lain.”
“Ini sebenarnya apa yang mau kau lakukan? lihat mereka berdua Sam sekali tidak dekat dan tidak menaruh curiga.”
“Kau tenang saja, aku sudah memberitahu Dean apa yang harus dia lakukan.”
Dean duduk di salah satu meja yang kosong, dia kemudian memesan makanan untuk sarapan paginya. Dean tidak mengerti.dengan isi pesan Kendra untuk mencoba berpura-pura mendekati Nila, tapi dia tetap lakukan.
“Bisa kau temani aku disini? aku tidak bisa makan sendiri.”
“Kau... apakah masih anak kecil?”
“Ayo duduk saja, hanya menemani makan kok. kau bisa ikut makan juga, ambil saja puding yang aku pesan, kau suka coklat kan?”
“Dari mana kau tahu?” Nila mengernyit rasanya dia tidak pernah memberi tahu siapapun tentang rasa kesukaannya, selain Mario.
“Karena wajahmu manis, jadi aku hanya menebaknya,” Dean senyum setelah dia bicara.
Nila mengernyit dan menatap bingung pada Dean, mereka memang tidak dekat jadi untuk apa Dean bertingkah seperti ini? Tiba-tiba datang, memintanya untuk menemaninya makan dan memberikan puding rasa coklat favoritnya.
Nila menggelengkan kepalanya lalu ikut menikmati puding, setelah makanan habis Chihuahua melompat ke pangkuan Dean DNA itu membuat Nila terkejut karena Chihuahua sudah berperilaku tidak sopan.
Nila mencoba untuk mengambil Chihuahua tapi anak anjing kaki pendek itu justru memeluk Dean dengan erat. Gigi kecilnya menggigit pakaian luar Dean, sang pemilik pakaian memegang tangan Nila lalu mata mereka saling terkunci.
Chihuahua; [Kemana figuran bodoh itu pergi sih? Aku malu bertingkah seperti anjing]
Secara tiba-tiba tangan Dean dilepas dengan kasar oleh Mario, Chihuahua kemudian berteriak kegirangan dengan gonggongan kecilnya. Pandangan mata Mario terarah pada Nila, sehingga membuat gadis itu terkejut.
“Jadi karena orang ini kau mengabaikan aku, selama berhari-hari dan lebih fokus pada ponselmu?" Nada suaranya tampak berbeda di telinga Nila.
“Ini... Apa maksudmu? Kenapa kau marah?”
“Aku tidak suka orang lain menyentuhmu...”
“Ke...”
Cup! Mata Nila dan semua gadis di dalam restoran melotot seketika, Nila mendapatkan serangan tiba-tiba dari Alpha pujaannya. Apakah ini sebuah mimpi? kepala Nila menjadi linglung seketika dan tidak bisa berpikir.
Kendra dan Vivian yang masih mengintip juga di buat terkejut, kemudian keduanya sama-sama berpikir; “Mario adalah alpha yang tutup poin, langsung serang tanpa mikir dulu.”
__ADS_1
.
“