Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Menempel seperti lem


__ADS_3

Setelah tinggal beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Vivian diperbolehkan untuk pulang. Kondisi tubuhnya sudah sangat baik, dan siklus panasnya sudah selesai. Vivian tersenyum dengan gembira karena tidak harus merasakannya lagi.


Sekarang Vivian sudah bebas untuk melakukan apa saja, Tidak ada yang menghalanginya lagi. Didalam pelukannya ada Chihuahua, Sistem gagal yang sudah bersama dengannya sejak setahun lalu. Dia memeluk anjing kecil itu, sambil berjalan keluar dari rumah sakit.


[Tuan! Anda mendapatkan tugas baru]- Chihuahua berbicara.


[Tugas setelah sekian lama? cukup aneh, tapi apa tugasku kali ini?]


[Menyelesaikan masalah...]


Huh, masalah apa? Vivian sendikit berpikir, apakah dia sudah ketinggalan banyak hal? tapi diakan cuma tidur sehari penuh dan beberapa hari istirahat total di rumah sakit.


“Apakah terjadi sesuatu?” Vivian bertanya dan menoleh pada Kendra.


“Tidak ada apa-apa, ayo cepat pulang dan istirahat, aku sedikit mengantuk...” Kendra menguap, dia memang sedikit lelah tapi tidak sampai ingin tidur juga.


“Kau yakin?” Vivian ragu, dia tahu pasti memang ada sesuatu. Hanya saja bahkan sistem sudah tidak bersuara lagi.


”Iya, kau tenang saja semuanya baik kok...” Kendra membukakan pintu mobil untuk Vivian.


“Baiklah, tapi setelah kau istirahat ayo pergi ke restoran, aku sudah lama tidak kesana...”


Bagaimana aku bisa membawamu kesana? Kendra berpikir, Liam dan yang lainnya belum seselai mengurus masalah yang terjadi, mereka masih dalam proses penyelidikan.


Semuanya di sembunyikan dari Vivian, mereka tidak mau Vivian ikut andil dalam masalah ini karena kondisinya yang belum lama pulih. Juga alasan lain karena, Tania tantenya ibu dari Stella sudah bebas dan bisa saja dia akan menargetkan Vivian.


Karena rencananya gagal sebelumnya dan semuanya terbongkar, Putri yang dia besarkan sebagai boneka sudah lepas darinya dan Paman Vivian, suami Tania juga tidak mau menolongnya, tidak ada yang memikirkan dia dan dirinya gagal menguasai harta keluarga Alisher.


Dia sekarang berada bersama dengan orang yang selama. ini mendukungnya secara diam-diam. Pria yang hampir seusia dengan Tuan tua Alisher, hanya sampai disana yang mereka ketahui, identitas pria itu sangat misterius, tidak ada hal yang bisa melacak keberadaan mereka..

__ADS_1


Kendra menduga mungkin saja orang itu adalah peretas yang hebat atau mungkin dia mengenal seorang peretas yang sangat berbakat. Bisa saja mereka berasal dari keluarga yang cukup di segani didunia. Hanya orang-orang seperti itu yang akan sulit untuk di akses.


Selama di perjalanan, Sambil menyetir Kendra sesekali melirik Vivian. Dia berpikir lagi bagaimana caranya agar Vivian tidak pergi ke restoran. Hanya ada dua cara, pertama pura-pura tidur atau membuat Vivian kelelahan agar dia tidak berpikir untuk pergi.


Kendra memilih opsi kedua...


Seribanya mereka di Apartemen Vivian, Mereka masuk dan Vivian memilih untuk pergi mandi. Sementara Kendra menunggu di depan TV, tidak lama Kendra mencium aroma feromon Vivian. Aroma Citrus dan lemon segar menyerbuh, ruangan itu. Vivian melangkah dan duduk di dekat Kendra untuk ikut menonton acara Tv yang sedang di putar.


“Kucing liar, kau sedang tidak menggodaku kan?” Kendra mendekat dan mulai menghirup jerapah Vivian.


“Uh, apa yang kau lakukan? Aku sedikit tidak dapat mengendalikan mereka...” Vivianerasa geli, ketika delima Kendra menyentuh kulit jerapahnya.


“Kemari....” Vivian terkejut dengan apa yang terjadi, tubuhnya diangkat dengan sekali tarikan Saja.Dia sekarang berpindah posisi duduk dipangkuan Kendra.


Tidak tahu kenapa kepala Vivian jadi linglung, Tangan Kendra menyentuh leher belakang Vivian tepat di tempat feromon itu dimana disana ada tanda gigitan miliknya, “Tubuhmu jadi Panas....”


“T-tidak...itu karena kau menyentuhnya...” Vivian ingin mengelak, Kakinya jadi melemah karena Feromon Kendra yang juga sudah mulai memenuhi ruangan apartemen. .


“Menyen- Uhmpt....”


Delima Vivian di panen oleh Kendra....


Kendra bermain-main pada area kulit buah delima Vivian, satu tangannya masih berada di belakang leher Vivian, tangan lainnya menyentuh pinggiran lapangan Vivian yang ramping.


Mata Vivian terpejam, Dia kemudian mulai terbuai sehingga dia ikut memanen kulit buah delima Kendra, Dua buah delima itupun terbuka dan aula pesta dansa kemudian tercipta, Lidah buaya Kendra menarik lidah buaya Vivian, keduanya menari-nari dan berputar kesegala arah.


Dua buaya itu tidak ingin mengalah, sehingga akhirnya mereka sampai pada proses pertukaran kelenjar bening di aula pesta dansa. Tangan Vivian terangkat dan dia memeluk Jerapah Kendra, Tangan Kendra semakin menekan kepala belakang Vivian sehingga ikatan dan hubungan kedua buaya berbeda kelamin itu semakin dalam dan intens...


“Uhm...Ken...” Suara menjijikan namun semakin membuatnya bersemangat terdengar di telinga kendra

__ADS_1


Kendra melapas kaitan lidah buaya tersebut, Allah menatap wajah merah muda Vivian, “Apakah kau suka? Ingin lebih?”


Vivian tersenyum dengan mata berair, dan mengangguk, “Uhk... lakukan saja, aku mau feromonmu...arght!!!”


Jerapah Vivian di gigit oleh gigi buaya yang lapar dan dia merasakan permukaannya di sapu oleh buaya yang lembut, diemut seperti permen manis, tangan yang ada di pinggir lapangan Vivian bergerak naik ke atas, menuju ke dua buah melon kembar yang empuk dan siap di panen.


.


Tangan Kendra menyentuh dan memijat daerah permukaan lemon tersebut, “Lembut, dan siap panen...”


Blush....


Wajah Vivian semakin memerah, kepalanya dia jatuhkan ke arah jerapah Kendra, dan menghirup aromanya, “Jangan katakan itu...membuat aku malu saja...”


“Kenapa? aku sudah pernah melihatnya dan juga sudah pernah aku panen juga, itu manis... aku suka...” Bisik kendra yang semakin membuat Vivian memerah...


“Tidak, jangan lakukan itu...Hmnha... Cium aku saja...” Mata Vivian menatap Kendra dengan senduh, Tangannya masih setia di jerapah Kendra kemudian delima Vivian menyentuh delima Kendra dan memintah agar akses aula dansa dibuka.


Kali ini Lidah buaya yang lembut menarik lidah buaya kuat dan mengajaknya untuk menjadi bersama sampai pada akhirnya keduanya melancarkan serangan satu sama lain, Kali ini giliran Kendra yang menutup matanya dan menikmati serangan dari buaya kecil Vivian.


Tangan Kendra tidak lupa terus berada disekitar sikembar, bukan cuma satu tapi kedua tangannya mendapatkan bagian masing-masing. Disana mereka juga menari-nari dan mengusik buah kembar itu.


Ruangan kecil itu kembali muncul dari delima Vivian, Kendra menghentikan dansa mereka lalu berbisik dengan lembut di telinga Vivian, “Nikmati saja, aku masih tahu batas jadi hanya akan memijat tanpa memanen mereka berdua..


“Hah!!!” Vivian melotot, tapi dia sedang berada dalam kukuhan dominan, dia juga terjebak dalam feromon kuat pasangannya.


“Tenang saja dan nikmati, aku belum mengunjungi kebun bungamu Loh belum menanam terong di kebun sayur mu juga...”


“Yak!!!! Dasar mesum...”

__ADS_1


Chihuahua yang sembunyi di dalam kamar, [Ck, tuan rumah suatu saat kau pasti akan hamil muda dan melahirkan banyak anak kucing]


__ADS_2