Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Di Jemput Secara Pribadi


__ADS_3

Stella berdiri di ambang pintu dan menatap satu-persatu pada ketiganya. Melihat Vivian mengobrol dengan Tuan Tua, Stella sudah sedikit terbiasa. Tetapi melihat Kendra ikut serta, itu membuatnya bingung.


Apakah mereka sedang membahas masalah pekerjaan?


Tuan tua memperhatikan ketiga remaja ini satu-persatu, kemudian dia memilih untuk pamit pergi mengurus Beberapa berkas lagi. Tuan tua tidak ingin ikut campur dengan urusan anak muda sehingga tanpa bertanya tentang alasan Vivian mendapatkan undangan makan siang dari Pak tua Leonard, Tuan tua meninggalkan ruang tamu dan membiarkan mereka berbicara.


Walaupun Tuan tua sendiri mungkin saja sudah tahu bahwa cucu Omeganya itu sudah terlanjur memiliki perasaan pada Alpha Leonard itu, sehingga dia terlihat sangat sensitif jika sudah menyangkut Kendra.


Lagi pula mereka berdua tumbuh bersama, berbeda dengan Vivian yang sejak berada di taman kanak-kanak hingga sekolah menengah tahun pertama selalu berada di sekolah yang berbeda dengan Stella.


Setelah Tuan tua pergi, ruang sekitar menjadi sunyi. Kendra sebagai tamu tidak ada niat untuk menyapa Stella, dia hanya langsung pamit untuk pulang.  Sementara itu Stella masih dalam pikiran yang buruk sehingga dia langsung menarik Vivian, setelah Kendra pulang.


Vivian yang di tarik hanya mengernyit, dan berpikir ada apa dengan gadis ini? Mengapa menariknya dengan cukup kasar?, Kemudian Vivian menunggu Stella untuk berbicara.


Stella menatap Vivian dan berkata; “Untuk apa Kendra tadi datang?”


Vivian dengan jujur menjawab, “Dia datang untuk mengembalikan Tupperware kita. Saat makan malam bersama, aku memberikan dia membawa beberapa lauk pulang.”


Lalu Stella bertanya lagi; “Mengapa baru sekarang?”


Vivian berperilaku acuh dan berkata padanya; “Dia sibuk jadi lupa. Aku memberitahunya terakhir kali bahwa, jika ingin mengembalikannya bisa langsung di berikan padamu. Kalau kakak ingin bertanya mengapa ada padaku? Itu karena aku kebetulan tiba di rumah dan dia sepertinya sudah lama menunggu kakak.”


Stella mengangguk dan mempercayai kebohongan kecil Vivian. Tentu saja, protagonis utama tidak akan mencari dirinya lagi karena Kendra sudah mulai sedikit meragukan Stella.

__ADS_1


Kemudian Vivian mendengar Stella bertanya lagi, “Lalu untuk apa kakek Kendra ingin bertemu denganmu?”


Mengapa kau banyak bertanya? Jika ingin tahu tanyakan saja alasannya pada Alpha itu? Vivian menggertak dalam hatinya, lalu kemudian dia berkata; “Aku tidak tahu, mungkin saja sebagai ucapan terima kasih karena aku memberikan tips makan sehat.”


Setelah berkata demikian, Vivian langsung beranjak dan meninggalkan Stella yang masih diam, memikirkan perkataan Vivian. Semua alasan yang di berikan olehnya, cukup masuk akal sehingga Stella hanya mengangguk dan langsung menuju kamarnya. 


Pada awalnya Stella berpikir bahwa Kendra datang ke rumah untuk bertemu dengannya, sehingga dia tadinya berencana akan merajuk sehingga Kendra akan berinisiatif untuk membujuknya. Akan tetapi melihat Kendra yang masih terus mengabaikannya, Stella menggertakkan giginya lagi.


Apa yang sudah terjadi?


Pikirannya hanya ada apa Kesya. Stella mulai berpikir bahwa mungkin saja Kesya sudah mencuci otak Kendra sehingga mengabaikannya selama berhari-hari.


Stella bertanya pada Vivian dengan harapan dia akan mendapatkan informasi tapi, adiknya itu juga tidak mendapatkan informasi yang menguntungkan untuknya, selain undangan makan siang dari kakek Kendra.


Ketika malam hari tiba mereka makan bersama, Ayah dan paman Vivian sudah kembali dari tugas dinas mereka, jadi untuk merayakannya Vivian membuka menu makan ayam panggang, dan tentu saja porsi makanan khusus untuk Tuan Tua.


Chihuahua sebagai Sistem dan jiwa anak anjing mengepakkan ekornya karena kesenangan, lalu berlari ke taman belakang rumah. Disana sudah ada area khusus yang di bangun oleh Tuan Tua untuknya bermain .


Taman belakang dekat dengan kolam renang, lingkungannya hijau sehingga sangat nyaman untuk waktu bersantai. Tuan tua bahkan pernah berpikir bahwa tidak buruk juga memiliki hewan peliharaan.


Pada waktu yang sama, Vivian menuju ke mobil yang sudah di tugaskan untuk mengantarnya, ketika dia baru saja ingin menaiki mobilnya suara klakson dari luar pagar rumah menghentikannya. Vivian menatap ke luar dan bertanya sendiri siapa tamu yang datang hari ini?


Vivian merasa bahwa jika itu kolega ayah atau pamannya, pasti akan melakukan pertemuan di luar. Sangat jarang ada yang langsung mendatangi rumah utama.

__ADS_1


Vivian berjalan ke gerbang pintu dan melihat sebuah mobil Lamborghini hitam, yang asing. Vivian mengernyit dan menatap mobil tersebut, tidak lama kaca mobil turun dan Vivian melihat Kendra.


Kendra memperhatikan penampilan Vivian, itu hanya dress putih sederhana namun tampak sangat elegan ketika digunakan oleh Vivian, belum lagi kulit Vivian yang putih dan lembut, menambah kesan cantik pada gadis ini.


Sementara Kendra sibuk menilai penampilan Vivian, orang yang sedang di pikirkan oleh Alpha dominan yang satu ini sedang sibuk berpikir sendiri Hei, apa yang di lakukan orang ini disini? Dia tidak mungkin datang untuk menjemput dirinya kan?


Setelah beberapa menit, kemudian dari seberang, Vivian mendengar Kendra berkata; “Ayo, buruan naik. Kakek sudah menunggu kita.”


Hah, menunggu kita? Untuk apa, bukan kah ini hanya sebuah acara makan bersama? Sebagai tanda terima kasih, Vivian berkata padanya; “Kau bisa pergi lebih dulu, aku akan mengikuti dari belakang.”


“Tidak, aku tidak bisa membantah perintah kakekku. Menjemputmu adalah tugasku untuk hari ini.”


Vivian menatapnya dan mencari kebenaran pada wajah santai Kendra. Kemudian berpikir, mungkinkah pemuda ini pandai menyembunyikan kebenaran? Sehingga Vivian dapat dengan muda mempercayainya.


Kendra melihat Vivian yang masih ragu, sehingga dia kembali berkata; “Jika kau tidak percaya, aku bisa menelpon kakek sekarang.”


Vivian, “...”


Sebenarnya sejak awal semua ini hanya rencana Kendra saja, pertemuan Vivian dengan kakeknya di rumah sakit itu sudah cukup, Tuan Tua Leonard juga sudah mengucapkan terima kasih.


Jadi acara makan hanyalah omongan asal Kendra saja, dia tahu bahwa hari ini adalah hari Minggu jadi tentu saja dia tidak akan bisa bertemu dengan Vivian. Jadi dari pada dia berdiam diri di rumah dan tidak melakukan apapun, Kendra lebih baik mengajak Vivian datang.


Ketika Vivian ingin membuka pintu mobil, sangat kebetulan Stella juga akan keluar. ketika dia mendengar klakson mobil Kendra, Stella langsung berlari keluar.

__ADS_1


Mula-mula Stella terdiam dan berpikir untuk apa Kendra datang menjemput Vivian secara pribadi? Jika hanya makan siang biasa, Stella sangat mengenal seperti apa Tuan tua Leonard, sehingga tidak mungkin jika itu adalah sebuah perintah.


Dan lagi, ini bukan acara besar sehingga tamu secara pribadi harus di jemput. Jika ini merupakan inisiatif Kendra sendiri, lalu untuk apa? Stella jadi memikirkan hal ini.


__ADS_2