Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Stella [Bertemu Orang Asing]


__ADS_3

Stella bangun jauh lebih pagi dari biasanya, kebiasaan tepat waktu di asram selama enam bulan membuat Stella menjadi lebih terbiasa dengan Bagun pagi. Stella tidak lupa membawa ponselnya, dia menuruni tangga dan bersiap untuk pergi ke luar.


Tujuannya hari ini adalah mencari petunjuk mengenai Ibunya, ada satu tempat dimana Tania selalu membawa Stella ke sana saat usianya masih muda. Rumahnya sederhana dan tidak sebesar rumah utama Alisher.


Pekarangannya terawat, meski sudah tidak di tinggali lagi. Seseorang yang bertugas untuk membersihkan lingkungan sekitar, rumah itu sudah tampak tua dan Stella rasa perabotan di dalam sudah lapuk dimakan waktu.


”Permisi, Apa yang nona cari disini?” sebuah suara pria terdengar di samping Stella sehingga membuatnya menoleh.


“Selamat pagi pak, saya Stella cucu pemilik rumah ini, apakah bapak tahu siapa yang menyimpan kunci rumah?”


”Hm...sudah lama sekali, bapak tahunya yang pegang kunci putrinya, tapi kalau kunci cadangan sepertinya saya masih punya.”


“Boleh saya pinjam kuncinya Pak, akan saya kembalikan ketika saya sudah selesai.”


Rumah ini kecil dan terdiri dari dua lantai,bunyi tangga kayu yang berdecit ketika kaki Stella melangkah disana. Dinding kayu yang sudah di makam rayap, Stella masuk kedalam salah satu kamar yang masih ada dalam ingatannya.


Tania Ibu Stella, tumbuh di lingkungan yang kurang baik. Dia berasal dari keluarga yang bisa di bilang sederhana, Kakek Stella dari pihak Ibunya adalah mantan guru sekolah dasar dan Ibunya hanya pegawai rumah tangga.


Kehidupan yang serba pas membuat Tania mulai terobsesi untuk mencari perubahan. Pertemuannya dengan Excelo membawa Tania pada perubahan yang selama ini dia inginkan. Dalam semalam, Tania berubah menjadi nyonya besar.


Dulu setiap kali Stella di ajak untuk bertemu dengan kakek dan neneknya, Tania selalu mengingatkan Stella untuk tidak ikut bermain dengan anak-anak yang ada di pekarangan rumah.


Tania berkata “Jangan bergabung dengan mereka, lihat tangannya kotor dan penuh virus.”


Sebelum Stella bertemu dengan kakek dan neneknya, Tania berkata; “Setelah melepas rindu, segera cuci tanganmu dan kembali kemari”


Stella masuk kedalam kamar itu lalu mulai mengamati sekitarnya, Cukup gelap dan pengap, Sebenarnya Stella tidak yakin akan mendapatkan hasil di rumah tua ibunya, tapi Stella tetap melakukannya dengan harapan kalau dirinya bisa mendapatkan petunjuk.


Stella membuka sebuah rak kayu yang sudah lapuk, didalamnya ada sebuah bingkai foto, foto tersebut adalah wanita muda yang Stella yakini adalah Ibunya, tapi pria di sampingnya...


Siapa? wajah pria itu bukan wajah kakek dari pihak Ibunya, Stella tidak pernah sekalipun memiliki ingatan tentang pria ini, apa mungkin kenalan ibunya? atau orang yang ada di belakang Ibunya?

__ADS_1


Stella mulai merasa curiga dengan identitas Tania, Stella berpikir kalau tidak mungkin Tania merupakan seorang Nona besar dari keluarga terpandang, Jika memang kenapa ibunya masih mau mengambil harta Alisher?


Saat kecil, setelah kematian Bibinya Stella mulai mendapatkan ajaran-ajaran dan bisikan-bisikan setan dari ibunya, menggertak Vivian, membentuk kesombongan, bertingkah sebagai kelinci putih kecil di depan Kendra dan keluarga.


Dalam ingatannya, Tania pernah berkata; “Jadilah gadis yang mendominasi, kau adalah pewaris harta Alisher, bukan yang lain.”


Di masa lalu Stella selalu sombong dan percaya pada ibunya, hingga ada saat kejadian perubahan Vivian, meski dirinya saat itu masihlah omega dominan, Status Alpha Vivian jauh lebih bermakna di depan mata Tuan tua.


Setelah selesai berpikir, Stella mengecek jam di ponselnya, lalu menyimpan bingkai foto yang dia temukan tadi kedalam tasnya, Stella keluar dan mengunci pintu. Stella mencari dan berusaha untuk menemukan bapak yang tadi memberikannya kunci.


Tapi Stella tidak menemukan siapapun. di sana, Stella kemudian berpikir untuk membawa kunci tersebut dan mengembalikannya di lain hari jika Stella datang lagi, Stella kemudian berniat untuk memesan taksi online.


Pada saat Stella melakukannya, tangannya tiba-tiba di pegang oleh seseorang. Stella menoleh dan menemukan seorang Pemuda Beta dengan wajah familiar. Stella melongo bodoh, kala mengingat wajah pria di bingkai Foto, wajah pemuda ini mirip hanya usianya lebih muda.


“Seorang Beta rupanya,” pemuda itu berucap dan membuat Stella mulai linglung. Apa maksudnya?


Stella bertanya; “Kau...kau siapa?”


Stella mengangguk, dan memundurkan kepalanya pada saat wajah pemuda itu mendekat ke wajahnya, Stella berkata dengan kesal; “Menjauh dari wajahku sial, kau orang asing!”


“Asing? Benarkah, apakah kau benar-benar lupa padaku, Stella Alisher Damiano”


Damiano apa! sial siapa orang asing ini? datang-datang tidak tahu dari mana dan mengubah namaku. Apakah dia tidak pernah di ajar untuk menempatkan nama orang lain ke nama seseorang itu tidak baik?


Maksudnya, mereka tidak kenal. Biasanya nama keluarga akan di tempatkan di belakang nama pasangan untuk setiap perempuan. Stella mengernyit dan menatapnya; “Kau siapa? apa yang baru saja kau lakukan dengan namaku?”


“Ah, panggil saja aku Lion.”


“...Oh, lalu dari mana kau tahu namaku?”


“Hm, dari mana yah... mungkin angin yang membisikkannya pada ku.”

__ADS_1


“Terserah, sekarang lepaskan tanganku aku mau pulang.”


“Tidak! Kau tidak bisa pergi, kau harus ikut denganku."


“Siapa kau! Sampai aku harus menurut padamu! lepaskan tanganku!”


“Aku tunangan mu! Sekarang, patuh dan kembali denganku ke rumah.”


“...”Apa tadi yang baru saja dia katakan? Tunangan? yang benar saja! aku baru tiga Minggu menjadi Beta, belum menikmati kehidupan Beta yang bebas dan sekarang orang asing ini muncul dan mengatakan aku tunangannya.


“Hei, kau mungkin salah orang. Aku baru di bedakan belum lama ini, bagaimana bisa aku langsung memiliki ruangan seorang Beta?”


Stella di tarik masuk kedalam mobil hitam milik Lion, pada saat Stella sudah duduk dengan baik, Lion menyerahkan sebuah berkas, dan berkata; “Baca berkas ini dan kau akan tahu.”


Stella mengambil berkas tersebut dengan sedikit kasar dan membacanya, matanya kemudian melotot seperti ingin keluar dari cangkangnya. Di dalam berkas itu ada tandatangan Ibunya.


Stella kemudian menggertakkan giginya dengan kasar, dia begitu marah sekarang, bagaimana tidak terakhir kali Stella hampir mati karena ibunya sendiri dan sekarang didalam berkas ini tertulis bahwa Stella sudah terikat hubungan dengan putra Lion Damiano, atas persetujuan kedua pihak.


Yang paling mengejutkan adalah tahun pembuatan berkas tersebut. 2007, saat itu usianya baru empat tahun. Stella merasa sudah di permainkan oleh Ibunya, sejak kecil Ibunya mendukung untuk mendapatkan Kendra, kenapa sekarang dia bisa menjadi tunangan Lion, si pemuda asing yang baru dia kenal beberapa menit lalu?


“Sudah lihat kan.”


“Ini... Ini pasti palsu! bagaimana bisa aku aku terikat denganmu? Omega dan Beta itu konyol!”


“Tapi faktanya, sekarang kau sudah menjadi Beta. Jadi tidak ada alasan untuk mu menolak.”


“Tidak! Aku tidak mau...” Aku baru saja menikmati hidup bebas sebagai Beta, aku tidak mau terikat hubungan secepat ini! aku mau menemukan Pria Beta ku sendiri!


Stella menjadi linglung, dan larut dalam pikirannya, sesekali Lion Meliriknya kemudian dia tersenyum dan berkata dalam batinnya; “Anggap saja ini adalah karma Karena sudah menolak aku dulu... kelinci liar.”


.

__ADS_1


__ADS_2