Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Hari ke-3 Makan Bersama


__ADS_3

Pada saat Mario kembali ke tenda, wangi masakan sudah terasa. Kelompoknya sudah berkumpul bersama-sama untuk makan malam. Cukup lelah rasanya hari ini, Mario seperti mengalami siklus siput. Berjalan begitu lambat dan malas, dia memperhatikan teman-temannya yang juga sedang memperhatikannya.


Uhm, apa ini? perasaannya menjadi jauh lebih baik ketika melihat bagaimana kesederhanaan diantara mereka. Alat makan mereka menggunakan daun pisang, dan makan dengan ada menggunakan tangan. Hari yang sudah siang membuatnya tampak bersemangat.


Mario jadi mengingat masa lalunya yang menyenangkan, dulu dia juga sering berkumpul di pinggir sungai dan makan beralaskan daun pisang, bersama dengan anak-anak lainnya dan Ibunya akan terus memperhatikannya saat mereka berada di dekat sungai.


Ada ikan kecil yang sering berlalu-lalanga di sungai, udang juga ada. makanan yang paling banyak di sungai adalah keong atau biasanya dia sebut sebagai siput, rasa dagingnya enak apa lagi jika keong tersebut di sambal.


“Hei, apa yang kau tunggu? duduk di tempatmu. Kami sudah lapar menunggumu tahu.”


“Hei, lapar apa? kau bahkan banyak menghabiskan pencuci mulut sebelum waktunya.”


“Dari mana saja kau? tadi kata Liam kau sudah pulang lebih dulu,” Nila ikut bertanya dan Mario hanya memperhatikannya sebelum dia tersenyum.


“,Aku terjebak dengan warga desa ini,” Mario merasakan satu arah pandang yang berbeda dari banyak mata disana. Dia kemudian mengernyit menatap balik seolah bertanya ada apa?


"Bagaimana kau bisa terjebak dengan mereka?”


“Mereka mengajak aku bermain kartu, dan ada juga yang memintaku untuk menjaga anaknya.”


Uhuk!


Bukan Mario, dan bukan juga Nila. Ini Vivian, yang tiba-tiba tersedak. Bermain kartu dan menjaga seorang anak? apakah tidak ada pekerjaan lain selain menjadi baby siter untuk beberapa jam..


“Kau mungkin sangat tampan, sehingga ibu anak itu ingin kau menjaganya.”


Uhuk!


Mario tersedak, dia menatap Vivian lalu berkata dengan santai, “Maaf orang yang meminta aku membantunya adalah seorang ayah muda.”

__ADS_1


"Ayah muda, berapa umurnya?”


“Dua tahun dibawah mu.”


“Aku.bahkan baru akan menginjak 18 tahun di Desember nanti. Dia sudah menjadi ayah? dia pasti melakukan pernikahan muda..”


“Tidak, tidak ada pernikahan muda disini."


“Dari. mana kau tahu?”


“Aku.hanya mendengar, merek bicara....” Bohong saja, tentu Mario tahu. Desa hijau adalah kampung halamannya, dan sejak dulu sistem pernikahan disini adalah perjodohan, pada saat Alpha laki-laki sudah menginjak usia 19 tahun orang tua mereka akan mengatur omega untuknya.


Tapi, mengingat tentang saudara tidurnya, ini mungkin seperti kasus pergaulan bebas, usianya seharusnya baru akan menginjak 17 tahun, masih ada dua tahun lagi untuk menikah tapi dia sekarang sudah menggendong seorang anak dan istrinya tidak tahu kemana..


Jika dia mengikuti jalur Ayahnya, orang itu pasti akan menelantarkan anaknya ketika dia menemukan pasangan baru. Seperti Ayahnya dulu, saat ibunya pergi bersama pria lain, Ayahnya membawa seorang wanita dan seorang anak laki-laki pulang ke rumah, lalu dirinya di buang ke tempat asing..


Membahas tentang rumah lamanya, Mario mendengar bahwa setelah dia di buang Ayahnya pulang dengan keadaan yang buruk, seperti baru saja di rampok, dengan mata sembam dan kondisi stress. Dia terus memanggil-manggil nama Mario dan dan terus menghabiskan waktunya di laut.


Huh, itu adalah akting yang hebat. setelah beberapa tahun berlalu, Istri barunya kabur dan meninggalkan anaknya di rumah bersama dengan ayahnya, Ayahnya merawat anak itu hingga dia. beranjak remaja dan membuat namanya jelek dimasyarakat.


“Apa yang kamu pikirkan?” Nila menusuk pipi Mario agar sadar. Dia sudah memperhatikan Mario belakangan ini dan terus menghawatirkan keadaannya. Bukannya kesehatan yabg terganggu, tapi Mario sering sekali menghayal.


“Apa,,aku?”


“Iya, kau pikir siapa lagi, kau terlalu banyak menghayal belakangan ini, apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?”


“,Tidak ada,” dengan begitu Mario menggeleng dan mengubah ekspresinya. Nila menghela napas, dan mencoba mengerti. Baginya Mario memang sedang memiliki beban. pemikiran tersendiri., sehingga dia tidak mau membaginya.


“,Jika ingin cerita, kau bisa katakan pada aku dan Vivian, kita adalah keluarga kan?”

__ADS_1


“Aku mengerti, aku akan katakan jika sudah waktunya," Setelah tersenyum Mario Kemabli memperhatiakan teman-temannya sembari menghabiskan makanannya.


Ya, sudah cukup jika hanya memiliki mereka. Teman baru dari kelas Beta dan Omega, mereka mengasikkan. Walau sangat tampak bahwa kedua omega laki-laki itu mendapatkan permusuhan dari Kendra.


Dia menjaga Vivian dengan sangat baik, tentu saja sangat baik yang di maksud adalah tidak membiarkan Vivian bersama dengan omega lain. Jika harus, maka Kendra pasti akan ada disana, jika Kendra tidak disana dia meminta banyak orang untuk mengawasi.


Terlihat seperti sekarang, Kendra akan selalu duduk di samping Vivian, dan di sampingnya lagu adalah gadis dari kelas Beta. lalu samping Samanta, barulah dua omega. laki-laki, karena Kesya sendiri sudah bersama dengan Alpha-nya.


“Berhentilah menjadi lem, kau menggangu acara makan ku, aku tidak bisa menikmatinya. Hilangkan wajah hitam mu itu,” Vivian tampak sangat tidak nyaman, aura Kendra berwarna hitam, dan buruk, dia bahkan menakuti para omega.


“Tidak, aku tidak akan melakukannya. Cepat habiskan makan mu."


“,Bagaimana aku habiskan kalau kau selau mengunci pergelangan tanganku dan bersandar di bahuku.”


“Kalau begitu, kau diam dan aku akan menyuapi mu,” ucap Kendra, Memang posisi mereka sedang sudah, Kendra ada di samping kanan Vivian, dan pergelangan tangan kanan Vivian dia peluk dan bahunya dia gunakan sebagai sandaran.


“,Ini tidak nyaman, kau ingat aku masih tidak mengakhiri hukuman mu.”


“Aku tahu, tetapi hal tersebut tidak akan pernah berlaku apa bila alpha merasakan adanya ancaman di sekitar," setelah itu Kendra melirik seperti anjing gila ke dua omega laki-laki.


”Satu,-satunya ancaman disini adalah dirimu. Lepaskan tanganmu dan jauhkan kepalamu dariku., aku pegal dan perutku tidak nyaman karena makananku terganggu.”


“Kucing liar, biarkan saja seperti ini. aku mohon, kau tahu sudah. berapa bulan aku tidak menerkam delima mu, jadi jangan jauhkan ku dari feromon mu juga.,." Vivian menjadi tertegun, lagi-lagi Kendra mengunakan jurus pamungkasnya, mata anak anjing yang memelas.


Uh, memang salahnya membatasi tindakan Kendra, tapi hei ayolah, pacarnya juga salah karena selalu menggunakan feromon Dominannya untuk membuat Vivian tidak bisa mengendalikan dirinya, lalu berakhir dengan tangan Vivian yang tergantung di leher Kendra. dan Delimanya akan bengkak, jika dia lupa membawa penghambat yang sudah di berikan oleh Bibinya.


...•••...


...Lagi skripsian jadi tidak bisa rajin up seperti sebelumnya....

__ADS_1


__ADS_2