
Beberapa hari kemudian, sekolah internasional kota Silver tampak lebih tenang dari hari-hari biasa seperti kemarin. Ujian akhir untuk semester gasal sudah akan di laksanakan beberapa Minggu lagi. Biasanya sekolah akan memberikan kebebasan pada pada pelajar untuk belajar mandiri.
Tidak terikat dengan aturan jadwal kelas seperti biasa, pada saat-saat ini banyak dari mereka yang memilih untuk membentuk kelompok belajar, tetapi ada juga yang lebih memilih untuk bersantai.
Ini pertama kalinya bagi Vivian, di dunia aslinya ujian semester merupakan hal yang biasa dan tidak ada aturan jam bebas seperti ini. Jadi dia memilih untuk duduk di kursinya dan membaca buku pelajarannya.
Ruang kelas mereka cukup ramai, beberapa dari pelajar bermain dengan ponsel, dan beberapa lagi dari mereka mulai bergosip dengan ria. Vivian tidak terbiasa dengan situasi ini, sehingga dia tidak berniat untuk ikut bergabung.
Ketika dia menutup bukunya, tanpa sengaja matanya melihat Stella baru baru saja seperti mengintip ke dalam ruangan kelas, kemudian Vivian melirik seisi kelas dan menemukan bahwa Kendra sedang tidak berada di tempatnya.
Vivian mengernyit, kemana perginya orang ini? Lalu dia memilih untuk keluar dari kelas dan mengikuti Stella, dia menemukan bahwa Stella benar-benar mencari Kendra.
Setelah kejadian di parkiran mobil beberapa hari lalu,Stella kembali ke rumah dan mengunci dirinya di kamar, dia memikirkan kembali ucapan Kendra, hatinya terasa sakit ketika ketika mendengar Kendra mengeluh seperti itu.
Ini pertama kalinya selama 18 tahun ada yang melaporkan keluhan padanya, dan orang itu adalah Alpha yang sudah dia incar sejak usianya masih sangat muda. Stella tidak bisa mempercayai ini, dia merasa bahwa sebenarnya Kendra memiliki alasan lain di balik semua ini.
Dan sifat kekanakan Stella di jadikan tameng untuk alasan yang sebenarnya. Oleh karena itu, Stella memilih untuk berbicara kembali dengan Kendra dan meluruskan semuanya, tetapi dia tidak pernah berpikir bahwa dia tidak akan menemukan Kendra di ruang kelasnya.
Stella merasa semakin penasaran dengan perubahan sikap Kendra, jadi dia ingin bertanya secara lembut pada alpha itu dan berharap bahwa Kendra mau memperjelas situasi sekarang.
Ketika Stella menemukan keberadaan Kendra, kakinya menjadi kaku. Tatapan matanya menjadi tajam, dan telinganya berubah menjadi telinga kelinci, Stella memilih untuk bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan Kendra bersama dengan Kesya.
Kendra bertanya pada Kesya, “Bagaimana kondisi Ibumu setelah operasi? Apakah sudah ada kemajuan?”
“Masih seperti yang kemarin, kondisi ibu sudah membaik tetapi belum memiliki tanda-tanda kalau ibu akan sadar.”
__ADS_1
“Ah, bagaimana jika kita menjenguk ibu mu saja? Aku sedikit bosan di sekolah.”
Kesya menatap Kendra dan mengangguk kecil, kemudian mereka menuju ke parkiran untuk segera meninggalkan sekolah. Sebenarnya tadi Kendra hanya ingin membeli minuman di Kafetaria, namun dia tidak berpikir akan bertemu dengan Kesya di koridor.
Setelah hari dimana dia mengembalikan Tupperware ke Vivian, Kendra sudah tidak datang lagi ke rumah sakit untuk menjenguk Ibu Kesya. Kalau di pikir-pikir itu sudah hampir dua Minggu.
Vivian yang sejak tadi mengikuti Stella kemudian berteriak dalam pikirannya bahwa, Stella akan mengganggu momen baik kedua protagonis, sehingga dia buru-buru untuk berlari kembali ke kelasnya dan langsung menarik tangan Mario untuk pergi bersamanya.
Mario yang di tarik tiba-tiba terkejut sehingga dia bertanya; “Apa yang kau lakukan? Aku hampir saja mencium gadis cantik dalam mimpiku.”
“Diam lah dan ikut aku, Kesya dalam masalah besar.”
“Apa?!” Suara Liam terdengar dari belakang, kemudian dia menatap Vivian agar gadis itu bisa menjelaskan padanya.
“Sudah, ayo cepat. Aku baru saja melihat Kendra dan Kesya pergi, ku pikir mereka akan ke rumah sakit untuk menjenguk Ibu Kesya, dan juga Stella mengikuti mereka berdua.”
“Mana aku tahu, aku hanya melihat mereka saja.”
Kau pikir aku tahu? Aku tidak sengaja melihat Stella mengintip ke dalam kelas, lalu karena penasaran aku mengikutinya. Ck, seharusnya aku langsung pergi saja tadi, kembali ke kelas adalah pilihan terburuk ku.
Kemudian Vivian melirik Liam lagi, dan berkata; “Kalau kau mau ikut ayo, kalau tidak mau jangan halangi kami.”
Setelah itu Vivian membawa Mario pergi, tidak lupa mengambil barang-barang mereka. Liam mengejar keduanya dan langsung masuk ke dalam mobil Vivian.
“Ayo jemput Chihuahua dulu,” ucapan Vivian membaut Mario langsung menginjak rem, dan melirik ke Vivian.
__ADS_1
“Apa kau serius, di situasi seperti ini kau masih mau mengajak bulu kecil tipis itu?” Liam bertanya, dia tidak mengerti mengapa Vivian begitu memperdulikan anjing kecil pendek itu.
Dia mengingat ketika mereka melakukan kerja kelompok di apartemen, Chihuahua melototi mereka seolah-olah berkata bahwa mereka harus segera meninggalkan tempat itu.
Dan ketika Kendra tertidur, bulu kecil pendek itu datang dari dapur dan menggigit kakinya. Itu sontak saja membangunkan Alpha Dominan tersebut, dan membuatnya dalam kemarahan dengan feromon yang mulai menyebar.
Untung saja tidak ada omega Diana. Setelah itu, Vivian datang dan mengangkat Chihuahua, menjauhkan dia dari Kendra laku memarahi si dominan tersebut, dan berkata bahwa itu adalah perintah dari dirinya.
Tidak ada yang di bolehkan untuk tinggal disana, tanpa persetujuan dari ketiganya. Setelah menjemput Chihuahua mereka barulah menuju ke rumah sakit.
Ketika mereka tiba di rumah sakit, Vivian mulai mencari keberadaan Stella. Seharusnya gadis itu tidak akan bertindak secara langsung, apa lagi jika Kendra ada bersama dengan Kesya.
Mereka tidak menemukan Stella di sekitar, dan tidak ada yang terlihat aneh juga. Jadi Vivian berkata; “Bagaimana jika kita berpencar? Aku bersama Chihuahua dan kalian berdua, kita harus menemukan Stella dan mengawasi pergerakannya.”
“Mengapa kita harus berpencar? Aku merasa lebih baik langsung menghampiri mereka.”
“Tidak akan baik, mereka tidak tahu kita disini. Akan aneh jika kita tiba-tiba bergabung dengan mereka.”
“Sudahlah, ikuti saja apa kata Vivian. Sebaiknya kau ikut aku.”
“Hei tunggu, aku belum selesai...”
Mario menarik Liam untuk pergi dari sana, kemudian Vivian bersama dengan chihuahua menunggu disana. Chihuahua kemudian berkata; [Tuan Rumah apakah kau sedang melakukan misi tersembunyi?]
“Tersembunyi apa? Ini misi pada plot tiga, menyelamatkan protagonis wanita.”
__ADS_1
Dalam cerita aslinya, Stella akan mendatangi Kesya dan menggertak gadis itu, Stella akan menampar Kesya dan mendorong gadis itu ke dinding. Kemudian, Stella membuat sebuah drama dimana Kesya seolah-olah mendorong Stella dan Kendra yang datang melihat Stella tergeletak di lantai dengan dahi yang bengkak, dan wajah yang merah.
Kemudian Kendra kembali memarahi Kesya, mencabut bantuan dana pengobatan pada ibu Kesya, pada akhirnya Kepergian ibu protagonis wanita akan menjadi titik awal dimana kehidupan Kesya akan semakin menderita.