
Pada malam hari, itu adalah hari Jumat. Chihuahua berjalan lenggak-lenggok di dalam apartemen. Dia baru saja menghabiskan camilan malamnya dengan segelas susu, perut kecilnya sudah penuh dan dia kini merasa ngantuk
Vivian duduk di depan ruang TV dan menonton beberapa acara TV, yang cukup booming belakangan ini. Tangannya menekan remote TV setiap lima menit sekali, sungguh baru sekarang Vivian merasa sangat bosan karena menonton.
Terlihat sangat membosankan dan tidak seru, beberapa sinetron menggunakan memiliki alur yang buruk, konflik hanya itu-itu saja. Cuma berisi pertengkaran kecil antara sepasang kekasih yang LDR.
Dan endingnya pasti adalah adegan dimana kedua delima mereka bertabrakan, di atas bukit ditemani angin sepoi-sepoi. Sangat tidak seru, Vivian jadi merindukan sinetron yang sering di nonton oleh ibunya, dimana karakternya terkena azab karena sudah berselingkuh dan menelantarkan keluarganya.
Berbicara tentang acara TV, Vivian baru ingat kalau sejak dia bertransmigrasi dia sama sekali belum pernah ke perusahaan hiburan milik sang Ayah. Mungkin besok setelah dari restoran dia harus pergi ke sana untuk menemui ayahnya, Sekalian mengajak untuk makan bersama.
[Aku tidak akan ikut, Aku akan tetap di restoran mengawasi Nila dan Mario.]
“Memang siapa yang memintamu untuk ikut? aku bisa pergi sendiri.”
[Aku hanya bilang saja kok, supaya tuan rumah tidak membawa pergi aku.]
“Jadi kau berpikir kalau aku akan melakukan itu? Kau saja yang terlalu percaya diri, lagi pula kalau kau ikut apa yang bisa kau lakukan?”
Kau tidak pernah membantu tahu gak sih, hanya aku yang selalu memutar otak, mungkin kau sudah benar-benar nyaman menjadi Chihuahua, yang di manja.
“Sebaiknya kau tetap di restoran dan jangan lupa awasi Kesya dan Liam juga.”
[Aku tahu tuan rumah. Akan aku pastikan mereka semua aman dan tidak saling berdekatan.]
"Itu bagus, aku tunggu laporan mu.”
Vivian menghela napas, benar saja apa yang dia katakan tadi, semuanya pasti akan menjadi rumit kedepannya. Pulang sekolah kemarin Vivian tidak sengaja melihat Liam mengantar Kesya ke rumah sakit untuk menjaga Ibunya.
Itukan tugas yang seharusnya dilakukan oleh protagonis utama. Para suster bilang kalau Liam sering mengunjungi Ibu Kesya, yang masih harus menjalani perawatan karena baru sadar dari koma.
Kendra tapak tidak peduli dengan hubungan Liam dan Kesya, justru terus saja gencar mengganggu Vivian, yah tentu saja Omega laki-laki itu juga termasuk, sehingga Vivian harus membiasakan dirinya.
__ADS_1
Lalu hal rumit yang lainnya adalah Nila dan Mario yang sudah tidak saling berbicara sejak mereka bertiga selesai membahas tentang Nila yang ingin membantu Mario. padahal saat jam segini, mereka bertiga pasti akan duduk dan mengobrol bersama.
Keduanya sekarang hanya saling pandang dan masuk kedalam kamar masing-masing, dan bertemu lagi ketika mereka akan berangkat ke sekolah, Sekarang selain Kendra, dan Liam, Mario juga sudah termasuk sebagai pemuda tampan di sekolah.
“Aku sangat bosan, Kapan keduanya akan berbaikan sih?” padahal kan ini hanya masalah Mario yang mau atau tidak menerima bantuan Nila. Tapi Alpha tersebut selalu memberi penolakan.
Vivian tahu bagaimana maksud penolakan dari Mario. Pemuda itu jelas mengkhawatirkan kondis Nila setelah melakukan operasi penggantian Feromon, karena dari apa yang pernah dia dengar katanya beberapa relawan sebelum Dean gagal.
Dean adalah relawan pertama yang berhasil untuk menjalankan operasi pergantian feromon. Jadi takutnya ganti feromon akan membahayakan diri Nila sendiri.
Keesokan harinya pukul 08.00 pagi, Vivian baru selesai bersiap. Setelah itu, mereka sarapan menggunakan roti tawar dan selai. Vivian membuka pintu apartemen mereka, dan langsung mendapatkan sebuket bunga mawar merah di bawah pintu apartemen.
“Siapa yang mengirim bunga? bahkan nama pengirimnya saja tidak di cantumkan.”
“Mungkin itu dari sekolah lamamu dulu. mengapa kamu bawa atau tinggalkan di apartemen saja?”
“Aku akan membawanya, bunga bagus untuk hiasan meja.” ucap Vivian, mereka lalu berjalan ke parkiran dan menuju ke restoran.
Mendekati jam makan siang, Vivian menuju ke dapur dan mulai memasak makan siang untuk Ayahnya, Hanya menu sederhana seperti Capcay, Ayam goreng tulang lunak, dan perkedel jagung. Setelah menyelesaikan masakannya, Vivian meminta bantuan Koki untuk menatanya di Tupperware.
“Nona, semuanya sudah siap,”
“Terima kasih paman," setelah itu Vivian membawa Tupperware tersebut keluar meletakkannya di dekat kasir, melirik Chihuahua dan berkata; “Ingat tugasmu.”
[Aku tahu tuan rumah.] Chihuahua duduk di tempatnya dan mulai menjalankan tugasnya.
Vivian merasa semaunya sudah beres sehingga dia memesan driver menuju ke kantor ayahnya. Vivian tidak mau meminta Mario untuk mengantarnya karena dia melihat Mario dan Nila sedang saling mengobrol.
Gedung perusahaan ayahnya menjulang tinggi ke langit, Vivian membayar driver lalu keluar. Dengan senang dia segera masuk kedalam, gedung perusahaan hiburan, dan langsung menuju ke resepsionis.
“Selamat siang, apa ada yang bisa kami bantu Nona?” tanya resepsionis itu, sambil mengamati penampilan Vivian.
__ADS_1
Cukup sopan.
“Kak, aku ingin bertemu dengan Tuan Alexis Alisher, Kantornya ada di lantai berapa yah?”
“Maaf, apa nona sebelumnya sudah membuat janji?”
“Eh, apakah aku juga harus membuat janji temu?”
“Tentu saja, Nona tidak bisa sembarang menemui seseorang.”
“Tapi Aku anaknya."
“Nona, tidak usah bercanda. Sudah banyak gadis yang pernah mengaku kalau dia putri Tuan Alex, mereka bahkan datang bersama ibu mereka.”
“...Tapi aku serius. Aku benar-benar anaknya.”
Vivian tahu Ayahnya sangat tampan, dia duda beranak satu. Pasti tidak menutup kemungkinan kalau di luar sana ada banyak wanita yang mengaku sebagai kekasih.ayahnya.
Suara langkah kaki kemudian terdengar, bunyi Heels menusuk telinganya. Seorang wanita yang seusia dengan bibinya, berdiri tepat di sampingnya. Wanita itu juga menanyakan tentang Ayahnya, Resepsionis memberikan respon yang sama seperti Vivian tadi.
Vivian mengamati wajah wanita tersebut, cantik tapi sayang Vivian tidak suka penampilannya. Wanita itu berkata; “Aku tidak perlu izin untuk bertemu dengan Alex.”
Panggilan wanita ini pada ayahnya tampak seolah-olah sudah dekat. Resepsionis berkata; “Maaf tapi ini sudah aturan dari perusahan, anda harus membuat janji dulu.”
“Aku adalah kekasih Alex, aku tidak membutuhkan. izin kalian. Jika tidak aku akan melapor perbuatan kalian pada Alex agar kalian dipecat.”
Ini drama yang membosankan, Vivian melihat dua resepsionis itu tampak sangat santai dan justru semakin menantang wanita asing tersebut. Vivian menahan tawanya karena wajah kedua orang tersebut.
“Itu alasan yang sudah basi, lusa kemarin seorang wanita datang bersama dengan, anaknya dan mengaku sebagai Istri Tuan Alex.”
“Gadis di samping anda juga mengaku sebagai putri dari Tuan Alex.”
__ADS_1